Perubahan Kereta Api dari Masa ke Masa, Ternyata Pernah Jadi Ambulans Juga

Kereta ambulans zaman dahulu. Foto dari sini

Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang kini banyak diminati oleh para pelancong. Selain lebih cepat dan efisien, kereta api juga dinilai lebih nyaman dan terjangkau dibanding alat transportasi lainnya. Apalagi kini kereta api di Indonesia sudah mengalami banyak perubahan.

ka bandara

Kereta bandara, kereta zaman sekarang yang nyaman. Foto dari birlio.net

Di era digital seperti sekarang ini, kecanggihan kereta sudah tak diragukan lagi. Kini, sebuah kereta bisa menempuh kecepatan 500 kilometer per jam. Selain itu, kereta pun dapat mengangkut ribuan penumpang dengan jarak ribuan kilometer hanya dalam lima jam per jalanan.

Baca juga: Tips memilih kursi kereta api yang nyaman saat perjalanan jarak jauh

Banyaknya perubahan kereta api yang terjadi sekarang ini terkadang menggelitik pikiran penasaran seperti apakah perubahan kereta api dari dulu hingga sekarang?

perubahan kereta api

Kereta lori zaman dahulu kala yang menyerupai delman. Foto dari sini

Dari data yang kami himpun, sejarah kereta api di Indonesia berawal di Semarang. Pada 17 Juni 1864, Gubernur Jendral Hindia Belanda Mr. L.A.J Baron Sloet memimpin pencangkulan pertama jalur kereta api Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta) di Desa Kemijen.

Proyek jalur kereta api itu dilaksanakan oleh perusahaan swasta Naamlooze Venootschap Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NV. NISM) menggunakan lebar sepoer (kereta) 1.435 milimeter.

Baca juga: Cara membatalkan tiket kereta api yang tak banyak orang tahu.

Jalur-jalur kereta tersebut kemudian dipakai oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai jalur angkutan barang dan penumpang dari kota maupun desa. Kereta bahkan menjadi transportasi pilihan utama di zamannya.

perubahan kereta api

Kereta ambulans zaman dahulu. Foto dari sini

Dalam perkembangan kereta di Indonesia, terdapat kereta lori yang menarik perhatian. Jika dilihat-lihat, desain kereta lori pada zaman dahulu ini lebih menyerupai delman. Ukurannya pun tak jauh berbeda. Namun, yang membedakan ada pada supirnya. Jika delman dikendarai oleh kuda, maka kereta lori di masa itu dikendarai oleh manusia.

Kereta lori ini tak memiliki gerbong. Hanya besi dan papan kayu yang dilengkapi dengan kursi penumpang yang saling berhadap-hadapan. Kurang lebih muat untuk empat orang. Selain mengangkut penumpang, kereta lori pun dimanfaatkan sebagai kereta barang.

Uniknya, sejumlah kereta zaman dahulu kala dialihfungsikan sebagai ambulans. Fungsinya untuk mengangkut pasien dari pedesaan ke kota atau menjemput anak sekolah.

Dapatkan ulasan menarik tentang kereta api dan tulisan Lain dari Echi

Tags: ,

Paket Produk Penawaran

Pajang Paket Perjalanan Anda Disini. Klik Untuk Daftar