Desa Kwatisore, Desa yang Selalu Turun Hujan dan Sahabat Para Hiu Paus di Papua

Selain fenomena hujan yang turun saat sore tiba, Desa Kwatisore pun rumah dan sahabat bagi para hiu paus yang ada di perairan Teluk Cendrawasih.

SHARE :

Ditulis Oleh: Echi

Indonesia beragam wajahnya. Masing-masing memiliki keunikan yang tak bisa dibandingkan satu dengan lainnya. Salah satu yang unik dari Indonesia adalah Desa Kwatisore.

Bila berkunjung ke desa ini saat sore hari, Anda akan disambut dengan guyuran hujan. Tak melulu saat musim penghujan, kala kemarau pun hujan senantiasa menyapa.

Fenomena hujan yang selalu turun di sore hari ini pun menjadi dasar penamaan Desa Kwatisore atau Khawatir Sore yang berarti penduduk setempat khawatir bila sore tiba karena hujan akan turun.

Baca juga: Desa Ganxi Dong di mana semua penduduknya bisa kungfu

Desa Kwatisore merupakan sebuah desa yang berada di Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Nabire, Papua. Jalanan yang ada di Desa Kwatisore sangat bersih. Begitupun dengan udara di sana, bersih dan bebas polusi. Salah satu penyebabnya adalah karena tidak ada kendaraan bermotor di desa ini.

Menyusuri desa ini tentu akan membuat Anda terpesona. Deretan rumah berjajar rapi diselingi pepohonan hijau dan warganya yang ramah menyapa. Anak-anak atau dewasa tampak bermain dengan riang atau pun berbincang dengan tetangga.

Anak-anak Desa Kwatisore bersahabat dengan hiu paus. Foto dari Dewirachmayani/kompasiana

Ada yang unik dari kampung ini. Selain kerap turun hujan saat sore, anak-anak di kampung ini pun bersahabat dengan hiu paus. Diketahui, Kwatisore merupakan rumah para hiu paus. Ada sekitar ratusan ikan yang disebut sebagai ikan terbesar di muka bumi ini.

Saking banyaknya hiu paus di sana, penampakan ikan hiu secara tiba-tiba di dekat perahu pun sudah biasa. Bahkan, warga setempat menyebut hiu paus sebagai ikan hantu sebab ikan raksasa ini sering tiba-tiba muncul di samping perahu dan menggesek-gesekan badan ke perahu.

Foto dari Dewirachmayani/kompasiana

Meski disebut ikan hantu, anak-anak kecil di Desa Kwatisore tak pernah takut untuk berenang bersama hiu paus. Berenang bahkan memeluk hiu paus sudah menjadi tontonan yang wajar. Yang mengagumkan, hiu paus tersebut tak marah dan nampak senang bermain dengan anak-anak di sana.

Baca juga: Menilik Desa Zisiqiao, kampung yang dihuni ribuan ular

Foto dari Dewirachmayani/kompasiana

Buat Anda yang tertarik ingin kunjungi Desa Kwatisore, lakukan perjalanan dari Jakarta menuju pusat kota Nabire. Lalu, dari Nabire berangkat menggunakan speed boat dengan jarak tempuh kurang lebih 1 jam perjalanan. Di sana terdapat penginapan atau pun resort yang bisa digunakan untuk bermalam.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU