Sidebar

Rumah Pohon Suku Korowai, Potret Hidup Harmonis dengan Alam

Suku Korowai adalah salah satu suku adat di Papua yang masih mempertahankan teguh tradisi nenek moyang, salah satunya membangun rumah di puncak pohon.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Keberadaan Suku Korowai baru diketahui oleh Pemerintah Indonesia pada 50 tahun belakangan, sekitar tahun 1970 silam. Suku Korowai adalah salah satu suku adat di pedalaman Papua yang masih mempertahankan dengan teguh tradisi nenek moyang, salah satunya membangun rumah di atas pohon tinggi yang disebut Rumah Tinggi. Beberapa rumah pohon Suku Korowai bahkan dapat mencapai ketinggian 50 m dari permukaan tanah.

Suku Korowai membangun rumah di atas pohon bertujuan agar terhindar dari binatang buas dan roh-roh jahat. Masyarakat Suku Korowai masih begitu mempercayai mitos tentang Laleo, sosok iblis kejam yang sering menyerang dengan tiba-tiba. Laleo digambarkan sebagai mayat hidup yang berkeliaran pada malam hari. Menurut Suku Korowai, semakin tinggi rumah maka akan semakin aman dari serangan Laleo.

Rumah Tinggi, rumah tradisional Suku Korowai yang dapat mencapai ketinggian 50 meter di atas permukaan tanah (georgesteinmetz.com).

Rumah Tinggi dibuat di atas pohon-pohon besar dan kokoh sebagai dasar pondasinya. Bagian pucuk pohon kemudian digunduli untuk selanjutnya digunakan sebagai rumah. Semua materialnya berasal dari alam, batang kayu dan papan dipakai untuk atap dan lantai, sedangkan dinding dari kulit pohon sagu dan dedaunan lebar. Proses pembangunan Rumah Tinggi biasanya memakan waktu tujuh hari dan bertahan hingga tiga tahun.

Salah satu anggota Suku Kororwai sedang memanjat menuruni pohon dari rumahnya (georgesteinmetz.com).

Suku Kanibal di Indonesia

Terkait praktik kanibalisme di Suku Korowai sebenarnya sangat berbeda dengan imajinasi kita, sehingga banyak yang perlu diluruskan. Terdapat sebuah aturan khusus yang sangat disakralkan dalam hal kanibalisme. John Raffaele, seorang jurnalis asing yang sempat hidup bersama dengan Suku Korowai beberapa hari menuturkan bahwa manusia tidak serta merta dibunuh kemudian disantap begitu saja.

Suku Korowai hanya akan mempraktikkan kanibalisme pada kelompok atau manusia yang dianggap menyimpang dari kepercayaan mereka. Hanya Khakhua yang menjadi objek kanibalisme, yaitu penyihir atau dukun yang menggunakan kemampuannya untuk merugikan orang lain. Sebelum dibunuh, Khakhua akan terlebuh dahulu diadili. Jika terbukti, maka orang tersebut akan dibunuh dan disantap bersama anggota suku.

John Raffaele seorang jurnalis asing yang sempat hidup beberapa hari bersama Suku Korowai di Papua (simomot.com).

Bukti Bahwa Manusia dan Alam Dapat Hidup Harmonis dan Selaras

Kebiasaan Suku Korowai yang membangun rumahnya di atas puncak pohon merupakan potret bukti bahwa antara manusia dan alam dapat hidup harmonis bersama berdampingan. Suku Korowai menjadikan hutan sebagai sendi kehidupan, berkah dari tuhan yang menyediakan segala kebutuhan untuk hidup. Babi dan anjing hutan adalah hewan peliharaan. Babi hanya diijinkan disembelih pada saat tertentu saja, sedangkan anjing hutan digunakan sebagai teman berburu.

Potret Suku Korowai di Papua yang hidup harmonis dan selaras dengan alam (Instagram/sigitarifian).

Suku Korowai menjunjung tinggi hubungan dengan alam maupun antara sesama manusia. Dinukil dari Indonesia.go.id, Rhidian Yasmida dari Institut Seni dan Budaya Indonesia Tanah Papua mengemukakan pendapat bahwa Suku Korowai sangat menjunjung nilai-nilai kesetaraan dalam menjalin hubungan sesama manusia yang ditunjukkan dengan tidak adanya strata sosial seperti yang ada pada suku-suku lain di Papua.

Masyarakat Suku Korowai mengambil kebutuhan hidupnya dari hutan dengan jumlah yang secukupnya, tidak berlebihan. Mereka seolah dapat menjadi gambaran tentang manusia yang dapat mengendalikan nafsu dan keangkuhannya untuk tidak menjadi rakus. Manusia memang memiliki ego dan nafsu, selalu berusaha memenuhi apapun kebutuhannya. Ketika kebutuhan tersebut selalu terpenuhi seringkali muncul rasa angkuh untuk meminta atau mengambil lebih.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

5 Tempat untuk Berenang dan Berfoto Bersama Hiu Paus di Indonesia

Kota Mulia di Papua, Tempat Terdingin di Indonesia yang Membekukan Manusia

Taman Nasional Lorentz, Serpihan Surga di Timur Indonesia

Objek Wisata di Papua, Mutiara Hitam dari Timur Indonesia

Daun Bungkus Papua, Viagra Lokal dari Timur Indonesia

7 Tradisi Orang Papua Paling Aneh dan Ekstrem yang Jarang Diketahui

FALLBACK
The END