Sidebar

Kenapa Waktu Puasa di Setiap Negara Berbeda-Beda? Ini Penjelasannya

Kenapa waktu puasa di setiap negara berbeda-beda? Mudah, semua terjadi karena adanya pengaruh dari gerak rotasi dan revolusi bumi pada sumbu axis.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling diberkahi dari 12 bulan dalam penanggalan Hijriyah menurut kepercayaan umat muslim. Saat Ramadhan seluruh umat muslim di dunia akan melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh sebelum akhirnya menyambut hari kemenangan pada 1 Syawal. Puasa mengharuskan umat muslim untuk menahan lapar, haus, dan nafsu duniawi dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Di Indonesia, waktu puasa berkisar 13-14 jam. Namun beda halnya dengan negara-negara di belahan bumi yang lain. Sebagian sangat panjang nyaris 24 jam, sebagian lainnya sangat pendek. Islandia dan Greenland adalah negara dengan durasi waktu puasa terpanjang yang mencapai 21 jam. Waktu puasa di Chili sangat pendek hanya 9 jam, artinya jika puasa mulai pukul 05.00 maka pukul 14.00 sudah waktunya untuk berbuka puasa.

Bumi melakukan rotasi pada sumbu miring (saintif.com).

Kenapa Waktu Puasa di Setiap Negara Berbeda-Beda?

Pertanyaan yang paling sering diajukan selama bulan Ramadhan, kenapa waktu puasa di setiap negara berbeda-beda? Mudah, patokan puasa adalah terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari. Sedangkan waktu fajar dan terbenamnya matahari setiap wilayah geografis berbeda-beda karena dipengaruhi oleh gerak rotasi dan revolusi bumi. Dalam melakukan rotasi dan revolusi, bumi berputar pada poros yang tidak tegak lurus.

Bumi berputar pada kemiringan 23.5 derajat terhadap perpotongan bidang ekuator bumi dan bidang orbit bumi terhadap matahari. Gabungan antara revolusi bumi dan kemiringan sumbu rotasi inilah yang menyebabkan adanya perbedaan waktu siang dan malam. Tentu saja, ini turut memberi pengaruh kepada durasi waktu puasa di berbagai negara di dunia.

Negara-negara di belahan bumi utara, terutama Eropa memiliki waktu puasa paling panjang. Hal ini terjadi karena kemiringan sumbu di bagian utara lebih condong ke matahari. Indonesia beruntung karena berada di wilayah khatulistiwa. Sehingga porsi antara waktu siang dan malamnya lebih seimbang, yaitu sekitar 12 jam siang hari dan 12 jam malam hari.

Masjid yang menjadi tempat peribadatan muslim Greenland (adventureprime.com).

Indonesia Urutan Kedua Waktu Puasa Terpendek di Asia

Indonesia menjadi negara kedua dengan waktu puasa tersingkat di Asia setelah Timor Leste, yaitu hanya 13 jam 07 menit. Selanjutnya diikuti Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Negara dengan waktu puasa terpanjang di Asia adalah Bangladesh, dengan durasi mencapai 14 jam 16 menit. Meski begitu di belahan bumi lain ada negara dengan waktu puasa yang lebih singkat lagi dari Indonesia maupun Timor Leste.

Selandia Baru tahun ini dinobatkan menjadi negara dengan durasi waktu puasa terpendek di dunia, yaitu 11 jam 11 menit. Lebih singkat 1 jam 51 menit dari Indonesia. Sedangkan durasi puasa terpanjang tahun ini jatuh kepada Greenland dengan waktu puasa 17 jam 49 menit di hari pertama dan 21 jam 16 menit di hari terakhir. Artinya umat muslim di Greenland hanya punya waktu 2 jam 44 menit untuk berbuka sebelum berpuasa lagi.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Perbedaan China, Taiwan, dan Hongkong yang Sering Disalahpahami

Pulau Terindah di Dunia Dibuka Hanya untuk Eks Pasien Covid-19

Vis Island Croatia, Tujuan Pelarian Lockdown Terbaik di Dunia

Kenapa Israel Menjajah Palestina? Perang Abadi Yahudi dan Islam

59 Negara Lockdown Indonesia, WNI Tidak Bisa Plesir ke Luar Negeri

Pulau Mauritius, Tujuan Liburan Artis Holywood yang Kini Tercemar

FALLBACK
The END