Kanguru Papua, Si Kecil Berkantung dari Ujung Timur Indonesia

Kanguru di Papua, Indonesia (Wikipedia.com)

Tak hanya Australia, Indonesia juga memiliki beberapa spesies kanguru yang berada di tanah Papua. Bahkan beberpa diantaranya termasuk hewan endemik yang hanya dapat dijumpai di Indonesia. Kanguru di Papua memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan kanguru Australia, dan digolongkan kedalam kanguru tanah (Thylogale) dan kanguru pohon (Dendrolagus).

Kanguru tanah sebagian besar hidupnya di tanah mulai dari bersarang, mencari makanan, hingga kawin. Sedangkan kanguru pohon sebagian besar hidupnya di pohon, sesekali turun ke tanah untuk mencari minum saja. Dadi sisi morfologi kanguru pohon memiliki bulu yang lebat, ekor lebih panjang dan bulat, serta mocong yang runcing. Sebaliknya kanguru darat memiliki bulu yang tidak begitu lebat, ekor meruncing, kaki depan lebih kecil, serta moncong yang pendek.

Kanguru tanah di Papua (Wikipedia.com)

Kanguru tanah yang ditemukan di Papua terdapat sekitar tiga spesies yang berbeda yaitu Thylogale stigmata, Thylogale brunii, dan Thylogale brownii. Thylogale brunii merupakan spesies kanguru terkecil di dunia yang hanya dapat mencapai berat 3-6 kilogram, dengan panjang 90 centimeter dan lebar 50 centimeter. Spesies terbesar yang pernah ditemukan hanya memiliki berat 10 kilogram. Habitat Thylogale brunii di Papua dapat ditemukan di Taman Nasional Gunung Wasur Merauke dan Taman Nasional Gunung Lorentz Mimika.

Kanguru pohon di Papua (Wikipedia.com)

Kanguru pohon adalah hewan endemik yang hanya ditemukan di Papua. Keberadaannya sangat ternacam punah. Terdapat setidaknya enam spesies yaitu Dendrolagus pulcherrimus, Dendrolagus goodfellowi, Dendrolagus dorianus, Dendrolagus ursinus, Dendrolagus stellarum, dan Dendrolagus mayri. Dendrolagus ursinus merupakan spesies kanguru pohon yang pertama diklasifikasikan. Dendrolagus mayri menjadi yang paling terakhir diklasifikasikan, bahkan keberadaannya sempat dianggap punah.

Denrolagus mayri ditemukan pertama kali oleh seorang ahli biologi evolusi berkebangsaan Ingrris bernama Ernest Mayr tahun 1928 di Pegunungan Wondowoi, Papua Barat. Saat itu Ernest Mayr diduga telah menembak satu-satunya Dendrolagus mayri yang hidup dan mengirimnya ke Natural History di London. Dendrolagus mayri berhasil ditemukan kembali pada tahun 2017 oleh Michael Smith.

Dapatkan ulasan menarik tentang papua dan tulisan Lain dari Taufiqur Rohman

Tags: , ,

Paket Produk Penawaran

Pajang Paket Perjalanan Anda Disini. Klik Untuk Daftar