Jamur Langka di Gunung Rinjani, Disebut Sebagai Salah Satu yang Termahal di Dunia

Jamur langka satu ini disebut sebagai salah satu yang termahal di dunia. (Foto/Mary Smiley).

Jamur langka di Gunung Rinjani berjenis Morel (Morchella esculenta) disebut sebagai salah satu yang termahal di dunia setelah Jamur Truffle (Ascomycete fungus).

jamur langka di gunung rinjani

Jamur langka di Gunung Rinjani satu ini disebut sebagai salah satu yang termahal di dunia. (Foto/Mary Smiley).

Baca juga: Ini rekomendasi waktu terbaik untuk mendaki Gunung Rinjani

Jamur Morel dijual Rp1,5 juta per kilogramnya, sementara Jamur Truffle dijual seharga Rp2 juta per kilogram. Alasan mengapa harga jamur langka di Gunung Rinjani sangat mahal adalah karena sulit dicari dan dibudidayakan.

Karena memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi itulah, pihak pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani terus melakukan penelitian lebih lanjut terkait cara budi daya Jamur Morel agar masyarakat sekitar bisa ikut merasakan manfaatnya.

Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah I Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Teguh Rianto merupakan orang pertama yang menemukan jamur morel tersebut pada tahun 2009.

Pihak Taman Nasional Gunung Rinjani melakukan penelitian bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) da Institut Pertanian Bogor (IPB). Lokasi penelitian tersebut berada di Desa Senaru, yang merupakan salah satu jalur resmi pendakian di Gunung Rinjani.

Penelitian tersebut bertujuan untuk memperoleh teknik terbaik untuk budi daya Jamur Morel di Rinjani.

Tim peneliti melakukan uji coba budi daya Jamur Morel pada Bulan Februari atau saat masih dalam musim penghujan. Hal itu didasarkan pada hasil penelitian bahwa jamur dengan mahkota berbentuk batu karang itu tumbuh pada kisaran bulan-bulan Maret-Juli.

Jika riset berhasil, maka para periset akan menurunkan hasilnya ke masyarakat agar mereka bisa melakukan budi daya secara mandiri.

Baca juga: Booking online Gunung Rinjani mulai berlaku April, ini tata caranya.

Gunung setinggi 3.726 meter di atas permukaan laut ini merupakan gunung tertinggi ke-dua di Indonesia, setelah Gunung Kerinci. Masyarakat di Lombok mendapat banyak berkah dari Gunung Rinjani, terutama mereka yang menjadi pelaku usaha jasa wisata, mulai dari pemandu pendaki sampai yang berkebun.

Selain itu, Gunung Rinjani tak hanya ramai didatangi pendaki, namun juga peneliti flora dan fauna.

Gunung Rinjani yang ditetapkan sebagai Taman Nasional melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.280/Kpts-II/1997, ditumbuhi beragam flora. Beberapa di antaranya memang boleh untuk dimanfaatkan, seperti rumput, pakis, dan jenis lainnya.

Dapatkan ulasan menarik tentang Gunung Rinjani dan tulisan Lain dari Shabara Wicaksono

Tags: , ,

Paket Produk Penawaran

Pajang Paket Perjalanan Anda Disini. Klik Untuk Daftar