Sidebar

Istilah Bahasa Batak yang Harus Dipahami Sebelum Berkunjung ke Medan

Bagi anda yang berniat mengunjungi Kota Medan, setidaknya harus mengerti beberapa istilah dalam Bahasa Batak agar tidak terjadi salah paham.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Kota Medan merupakan ibukota dari Provinsi Sumatera Utara, sekaligus menyandang gelar sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Kota Medan menjadi destinasi wajib yang harus dikunjungi karena menyimpan segudang potensi pariwisata yang akan memanjakan setiap wisatawan yang datang. Salah satu pariwisata andalan Kota Medan adalah Danau Toba, danau terbesar di Indonesia yang terbentuk akibat letusan super masif Gunung Berapi Toba pada ribuan tahun lalu.

Sebagian besar masyarakat Kota Medan berasal dari Suku Batak dengan bahasa keseharian adalah Bahasa Batak. Bagi anda yang berniat mengunjungi Kota Medan, setidaknya harus mengerti beberapa istilah dalam Bahasa Batak agar tidak terjadi salah paham. Berikut telah disajikan beberapa istilah dalam bahasa batak yang harus anda pahami.

1. Ucapan Salam

Sapaan salam yang paling populer Kota Medan dari Suku Batak Toba adalah ‘Horas‘ yang biasanya diucapkan sambil berjabat tangan. Sapaan salam lainnya yang mewakili Kota Medan dari Suku Batak Karo yaitu ‘Menjuah-juah’; Suku Batak Pakpak yaitu ‘Njuah-njuah’.

2. Kamu – Ko; Kam; Kau; Wak

Masyarakat Kota Medan sangat jarang menggunakan kata ‘Kamu‘ dalam percakapan sehari-hari. Mereka lebih sering menggunakan istilah ‘Ko; kam; Kau; Wak’ meskipun terdengar sedikit kasar. Sehingga jangan tersinggung apabila masyarakat lokal mengucapkan selamat tinggal dengan “Hati-hati di jalan ko ya!”.

3. Lae; Tulang

Panggilan umum masyarakat Medan untuk teman akrab atau orang tua kepada yang lebih muda biasanya adalah ‘Lae‘. Panggilan ini juga diberikan kepada salah satu anggota keluarga yakni ipar laki-laki. Sedangkan ‘Tulang‘ merupakan panggilan untuk paman atau sesorang yang lebih tua.

4. Kreak; Cengkunek; Recok

Kreak; Cengkunek; Recok‘ mengandung makna negatif, diberikan kepada orang yang banyak gaya, angkuh, dan sombong. Jagalah sikap anda dimana saja, tetap junjung tinggi tata krama dan sopan santun agar tidak disemtakan julukan-julukan negatif ini.

5. Bodat; Lappet

Sama seperti sebelumnya, ‘Bodat; Lappet‘ juga merupakan istilah negatif yang biasanya diungkapkan masyarkat Medan saat kesal. ‘Bodat‘ bermakna monyet, sedangkan ‘Lappet‘ bermakna kue lepet yang sering dikonotasikan negatif oleh masyarakat.

6. Cak; Pala; Tokoh; Kemek-kemek; Siap

Masyarakat Medan menggunakan istilah ‘Cak‘ untuk mengungkapkan suatu ajakan. ‘Pala‘ memiliki makna tidak usah. ‘Tokoh‘ berarti menipu, membohongi, atau mengecoh. ‘Kemek-kemek‘ bermakna mentraktir. Sedangkan ‘Siap‘ berarti selesai atau berakhir.

7. Acem; Kontak; Semak; Cakap-cakap

‘Acem‘ bermakna bagaimana, dan biasanya diungkapkan untuk sesuatu yang membutuhkan penjelasan. ‘Semak‘ digunakan untuk menggambarkan kepadatan. ‘Kontak’ berarti kesetrum listrik. Sedangkan ‘Cakap-cakap‘ adalah berbincang-bincang.

8. Ucapan Terimakasih

Ungkapan terimakasih dalam Bahasa Batak yaitu ‘Mauliate‘. Ucapkan kata ini saat anda ditolong atau dberi bantuan oleh orang lain sebagai tanda manusia beradab dan tahu tata krama.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Terrario Tangkahan, Bermalam dengan Gajah di Rumah Nicholas Saputra

Kawah Putih Dolok Tinggi Raja, Keajaiban Alam Langka di Sumatera Utara

Villa Armina Tongging, Rumah Surgawi di Pesisir Danau Legendaris Toba

4 Kebiasaan Suku Batak yang Hanya Dapat Ditemui di Sumatera Utara

Aras Napal, Wisata Alam di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser

Ulasan Lengkap Jalur Pendakian Gunung Leuser

FALLBACK
The END