Sidebar

Erupsi Gunung Berapi Dahsyat di Jepang Pernah Membuat Bulan Hilang

Peterborough Chronicle menceritakan seorang pengamat langit menyaksikan gerhana bulan total mengerikan 900 tahun lalu akibat erupsi gunung berapi dahsyat.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Dalam naskah kuno Peterborough Chronicle diceritakan tentang seorang pengamat langit di Inggris menyaksikan gerhana bulan total yang sangat mengerikan sekitar 900 tahun lalu. Langit malam saat itu terlihat bertabur bintang, namun anehnya bulan sama sekali tidak tampak, tiba-tiba hilang. Dalam naskah disebutkan bahwa bulang padam hampir seharian dan kembali bercahaya keesokan harinya.

Ilmuwan dari University of Geneva berusaha mengungkap misteri gerhana bulan mengerikan di Inggris yang diceritakan dalam naskah bertanggal 5 Mei 1110 tersebut. Berdasarkan kajian ilmiah yang diterbitkan oleh Scientific Reports, gerhana itu disebabkan oleh erupsi gunung berapi purba terlupakan yang kemungkinan berasal dari Gunung Asama di Jepang.

Penelitian dipimpin oleh Sebastian Guillet yang merupakan seorang ahli dalam bidang paleoklimatologi. Tim peneliti mendata semua gerhana bulan paling gelap sepanjang sejarah sejak 1600 M yang berkaitan dengan erupsi gunung berapi. Proses pendataan dipermudah karena dalam naskah Peterborough Chronicle dijelaskan secara terperinci bahwa gerhana terjadi antara 500-1800 M.

Peterborough Chronicle (madievalists.net).

Tim Peneliti melakukan kajian melalui jejak aktivitas vulkanik hingga naskah-naskah kuno di berbagai negara. Pencarian petunjuk dilakukan pada inti es kuno di Greenland dan Antartika. Inti es ini menyimpan informasi terkait kondisi iklim masa lalu, termasuk erupsi gunung berapi yang menyemburkan aerosol ke seluruh dunia. Untuk memperkuat pengamatan, tim juga mempelajari lingkaran tahun pohon yang hidup pada periode ini.

Hasilnya, diketahui erupsi gunung berapi saat itu menyemburkan asap hingga ke stratosfer. Pola-pola lingkaran tahun dalam pohon menunjukan bahwa cuaca di Eropa Barat pada 1109 sangat dingin dan selalu turun hujan. Sebuah anomali yang mungkin saja terjadi sebagai akibat dari perubahan iklim karena semburan material dari erupsi gunung berapi.

Kajian sejarah dari naskah kuno semakin mendukung informasi ini. Manuskrip Annals of Inisfallen, orang Irlandia berpuasa dan bersedekah agar cuaca buruk dan hujan lebat di musim panas dan musim gugur segera berakhir. Manuskrip Chronicle of Morigny, Perancis alami masa sulit dan krisis kelaparan setelah terjadinya gagal panen, dan menewaskan banyak orang serta memiskinkan orang kaya. Sementara Peterborough Chronicle membuktikan tahun 1110 adalah tahun yang penuh bencana.

Gunung Asama di Jepang (Climb Japan).

Gunung Asama di Jepang disebut sebagai dalang di balik malapetaka hebat dan bencana yang menimpa dunia pada 1110. Erupsi Gunung Asama-lah yang membuat bulan menghilang secara mengerikan pada 900 tahun lalu. Hal ini berdasarkan catatan dari Fujiwara no Munetada dalam buku harian Chuyuki, gunung berapi ini adalah gunung paling aktif di Jepang yang mengalami erupsi pada 1108.

Gunung Asama adalah salah satu dari 108 gunung berapi yang hingga kini masih aktif di Jepang. Lokasinya berada 145 km barat laut dari pusat Tokyo. Gunung Asama bertipe strato dengan catatan erupsi sejarah yang panjang. Terakhir erupsi pada 2 Februari 2009 yang menyebabkan hujan abu di sebagian metropolitan Tokyo. Sebelumnya erupsi pada September 2004. Erupsi dahsyat tahun 1783 menewaskan sekitar 35.000 korban jiwa.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Kiamat Sudah Dekat? Populasi Penduduk Bumi Diprediksi Menurun Tajam

Kenapa Korea Selatan dan Korea Utara Terpisah? Miris, Ini Alasannya

Sejarah Korea Selatan, Negara Termiskin yang Menjadi Macan Asia

Pengobatan Tradisional China, Membongkar Rahasia Seni Medis Timur

5 Tempat Wisata Paling Menyeramkan di Dunia, Berani Uji Nyali?

Erupsi Gunung Krakatau, Kiamat Bagi Kehidupan di Bumi

FALLBACK
The END