Sidebar

Rentetan Erupsi Gunung Merapi Tak Berikan Pengaruh Langsung Pada Bisnis Wisata Jogja

Erupsi Gunung Merapi yang terjadi berentetan pada 21-24 Mei 2018 lalu rupanya tak berdampak langsung pada dunia bisnis wisata Jogja. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Association Of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

SHARE :

Ditulis Oleh: Rizqi Y

Erupsi Gunung Merapi yang terjadi berentetan pada 21-24 Mei 2018 lalu rupanya tak berdampak langsung pada dunia bisnis wisata Jogja. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Association Of The Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Pengaruh secara langsung dari erupsi Merapi itu memang tidak ada,” ujar Udhi Sudiyanto seperti dilansir dari tempo.co.

Meski demikian, sebenarnya baik dunia bisnis wisata Jogja maupun Indonesia saat ini seperti mendapat dua dampak ganda dari dua peristiwa besar.

Baca juga: Pebisnis Perjalanan Harus Sudah Mulai Sadar dengan Data Pelanggan

Sebelum erupsi Gunung Merapi terjadi, Indonesia sudah lebih dulu digempur dengan isu terorisme yang terjadi di Surabaya.

Bisnis wisata Jogja tak dipengaruhi erupsi Merapi. Foto: OkNusantara

Menurut Udhi Sudiyanto, justru peristiwa teror di Surabaya-lah yang saat ini lebih memberikan dampak bagi dunia industri wisata di Indonesia secara umum. Berbeda dengan peristiwa erupsi Gunung Merapi. Wisatawan mancanegara berpendapat bahwa kasus erupsi Merapi merupakan kasus yang disebabkan alam dan di mana saja bisa terjadi.

“Ada sekitar lima persen penjadwalan ulang kunjungan turis mancanegara ke Indonesia atas dampak peristiwa teror bom Surabaya maupun erupsi Merapi itu. Bukan pembatalan, melainkan postpone atau rescheduling,” ucapnya.

Perubahan jadwal kunjungan wisman ke Indonesia, terutama ke Jogja ebih didominasi karena peristiwa teror bom. Hanya sebagian kecil saja yang melakukan perubahan jadwal kunjungan karena erupsi Merapi.

Adapun wisatawan mancanegara yang banyak melakukan penjadwalan ulang kunjungan itu kebanyakan dari negara Asia, seperti Singapura, Malaysia, Korea, Tiongkok, dan Vietnam.

Baca juga: Gelaran Piala Dunia 2018 Beri Dampak Positif pada Bisnis Agen Perjalanan Indonesia

Mayoritas wisatawan mancanegara asal Eropa justru masih akan tetap melakukan kunjungan sesuai jadwal yang sudah dibuat, yaitu sekitar akhir Mei hingga Juli. Wisatawan Eropa sebagian besar tak mengubah jadwal kunjungannya karena mereka memahami bahwa Indonesia memiliki wilayah yang cukup luas dan kasus yang terjadi hanya di titik tertentu. Jadi mereka tak begitu khawatir.

Untuk mengantisipasi dampak negatif terkait kunjungan wisatawan di Jogja, ASITA DIY akan terus memberikan sosialisasi informasi yang jelas mengenai sejumlah peristiwa di Indonesia, khususnya kondisi destinasi wisata di Yogya.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Diskriminasi Pekerja Perempuan dalam Industri Pariwisata Indonesia

The New Normal Segera Diberlakukan, Harus Berdamai dengan Corona?

4 Kriteria Pariwisata Berkelanjutan yang Harus Diterapkan Tour Operator

Pembawa Acara My Trip My Adventure, Daftar Terlengkap dengan Akun Media Sosial

Kementerian Pariwisata Indonesia Promosikan Jakarta dengan GrabBajay

Tiket Pesawat Mahal, Pariwisata Domestik Terkena Imbasnya

FALLBACK
The END