Restoran Hotpot Ini Bangkrut Setelah Berikan Promo All You Can Eat

Sebuah restoran hotpot di Chengdu, Sichuan, China bernama Jianmener dikabarkan bangkrut setelah dua minggu berikan promo all you can eat.

Baca juga: Restoran di Singapura memanfaatkan robot buat layani pelanggan

restoran hotpot bangkrut

Jianmener, restoran hotpot bangkrut karena berikan promo all you can eat. Foto dari weibo

Jianmener mengalami kerugian yang besar setelah pada 1 Juni lalu, restoran hotpot ini berikan promo all you can eat dengan menggunakan kartu keanggotaan. Diberitakan oleh South China Morning Post, para pengunjung yang memiliki kartu keanggotaan bebas makan tanpa batas selama satu bulan hanya dengan membayar 120 yuan atau sekitar 261 ribu rupiah.

Sayangnya, beberapa pelanggan diketahui bertindak curang dengan berbagi kartu bersama keluarga dan teman. Tak ayal, banyaknya makanan yang dipesan dalam satu pembelian meningkat drastis.

Dalam dua minggu terakhir, restoran Jianmener telah memiliki lebih dari 500 pelanggan per hari, dengan antrean dari jam 8 pagi sampai tengah malam.

Pengeluaran dan kerugian yang dialami restoran Jianmener pun begitu besar. Restoran hotpot ini menanggung hutang sebesar 500.000 atau sekitar Rp1,4 miliar.

Kerugian yang begitu besar membuat sang pemilik untuk menutup restorannya. Tak lama setelah tutup, berita restoran hotpot yang bangkrut ini pun viral di sosial media dan peroleh banyak tanggapan dari warganet. Kebanyakan menganggap pemilik restoran ceroboh.

“Jangan pernah meremehkan nafsu makan orang China!” tulis seorang pemilik akun Weibo, Twitter-nya China.

Penyebab kerugian besar yang dialami restoran bukan karena warga China yang tak beradab

restoran hotpot bangkrut

Restoran hotpot bangkrut disebabkan karena manajemen yang buruk.

Awalnya, strategi all you can eat ini diberlakukan agar bisa mendapatkan pelanggan setia. Sang pemilik pun menyadari, promosi yang diberikan akan membuat restorannya mengalami kerugian. Namun, ia tak menyangka, strategi yang dijalankan akan membawa kerugian yang sangat besar.

Baca juga: Restoran di Malaysia ini cuci piring menggunakan genangan air keruh berwarna cokelat

Su Jie yang membuka restoran pada bulan Desember dengan teman kuliahnya Wang Mengfan, mengakui bahwa perilaku warga China yang makan seenaknya bukanlah permasalahan utama penyebab kebangkrutannya. Ia mengakui, manajemen restoran yang buruk menghancurkan segalanya.

“Perilaku tidak beradab pengunjung adalah masalah sekunder – masalah utama adalah manajemen kami yang buruk.” tutur Su Jie dikutip dari abc.net.au

Anda yang sedang menjalankan bisnis kuliner sebaiknya jangan sampai mengikuti jejak restoran hotpot di Chengdu ini. Strategi marketing untuk promosikan restoran memang sangat diperlukan, tetapi juga harus diimbangi dengan manajemen yang baik.

Dapatkan ulasan menarik tentang kuliner dan tulisan Lain dari Echi

Tags: ,

Paket Produk Penawaran

Pajang Paket Perjalanan Anda Disini. Klik Untuk Daftar