Sempat Jadi Desa Termiskin, Desa Ponggok Kini Miliki Pendapatan Miliaran Rupiah Per Tahun

Desa Ponggok di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dulunya masuk dalam daftar desa termiskin se-Provinsi Jawa Tengah. Pengangguran hingga rendahnya tingkat pendidikan jadi sebab Desa Ponggok tertinggal dari desa-desa yang ada di wilayah tersebut.

SHARE :

Ditulis Oleh: Shabara Wicaksono

Desa Ponggok di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dulunya masuk dalam daftar desa termiskin se-Provinsi Jawa Tengah. Pengangguran hingga rendahnya tingkat pendidikan jadi sebab Desa Ponggok tertinggal dari desa-desa yang ada di wilayah tersebut.

Kini, Desa Ponggok menjadi desa dengan pendapatan miliaran pertahunnya.

Baca juga: Ingin tingkatkan kunjungan wisatawan, Umbul Ponggok akan bangun museum bahari.

Umbul Ponggok di Desa Ponggok kini jadi salah satu destinasi wisata populer di Jawa Tengah. (Foto/Vebma.com).

“Pendapatan desa terus meningkat setiap tahunnya, terakhir tahun 2017 pendapat Desa Ponggok mencapai Rp3,9 miliar,” ucap Junaedi dikutip dari kumparan.com, pada Kamis (21/4).

Junaedi sudah menjadi Kepala Desa Ponggok sejak tahun 2006. Sebelum dia menjabat, pendapatan Desa Ponggok di tahun 2005 hanya Rp 80 juta per tahun. Di tahun 2006 pendapatan meningkat menjadi Rp 120 juta.

Junaedi mengatakan, dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat ke Desa Ponggok setiap tahunnya mengalami peningkatan. Dana Desa Ponggok pada tahun 2015 sebesar Rp 277 juta dialokasikan untuk membangun infrastruktur dasar, seperti jalan desa, sanitasi, hingga MCK sebanyak 50 unit.

Selain itu juga untuk membangun Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Ponggok, Tirta Mandiri. BUMDes tersebut sudah mampu meraup keuntungan hingga miliaran rupiah per tahun. BUMDes sendiri memang dibentuk sebagai salah satu syarat penyaluran dana desa.

“BUMDes ini gunanya untuk mengelola sektor keuangan dan sektor real yang mana mampu mendorong di sektor keuangan yang ada di desa ini. Pertanian peternakan perikanan UKM itu bisa dikelola dengan baik oleh BUMDes,” ujar Junaedi.

Pesatnya perkembangan pariwisata jadi salah satu faktor naiknya pendapatan desa. (Foto/Okezone.com).

Selain mengelola sektor keuangan, BUMDes juga jadi perangkat yang mengatur sektor pariwisata di Desa Ponggok. Satu di antaranya ialah Umbul Ponggok. Umbul atau mata air yang populer di media sosial ini setiap bulannya dikunjungi oleh lebih dari 30 ribu wisatawan.

Dalam upayanya memajukan desanya, Junaedi mengaku kesulitan terbesar yang dihadapi adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang kurang kompeten di bidangnya.

SDM dengan mindset dalam tanda kutip ya kita hidup di desa. Ini harus kita ubah pola mindset-nya dari mulai pertanian, perikanan, UKM dan lain-lain supaya pengelolaan ini bisa maksimal,” ujar Junaedi.

Baca juga: Ponggok Adventure Warrior, wahana terbaru Umbul Ponggok.

Pelatihan-pelatihan, studi banding juga program satu rumah satu mahasiswa untuk meningkatkan skill masyarakat yang nantinya dapat bermanfaat untuk pembangunan desa, terus digalakkan.

“SDM yang ada di desa ini coba ditingkatkan dengan banyak-banyak pelatihan, study banding, ikut seminar, ikut pameran, ini akan mendorong peningkatan SDM di mana SDM-SDM ini benar-benar kita berdayakan untuk kemajuan masyarakat di desa,” pungkas Junaedi.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU