Sidebar

Anda Bukan Pecundang Saat Menjadikan Traveling Sebagai Ajang Pelarian Diri

Anda Bukan Pecundang Saat Menjadikan Traveling Sebagai Ajang Pelarian Diri

Mencari arti kehidupan di tempat baru bukan berarti lari dari masa lalu

SHARE :

Ditulis Oleh: Sophie Maya

Anda pemenangnya. Sumber dari favim.com

Ada kalanya, traveling tak harus tentang mencari jati diri atau menyesapi keindahan, namun sekadar tentang pelarian diri. Dan Anda tak dilarang melakukannya

Umumnya tujuan orang-orang traveling adalah untuk mengekpos keindahan sebuah destinasi, mendekatkan diri pada alam, atau mengetahui batas diri masing-masing. Namun ada pula orang memilih traveling sebagai alasan melarikan diri dari kepenatan aktivitas atau bahkan masalah hidup seperti patah hati atau ditinggal sahabat.

Untuk alasan yang terakhir, masih banyak yang menganggapnya sebagai sesuatu yang buruk. Sebab lumrahnya, orang-orang traveling untuk bersenang-senang, bukannya untuk sentimental atau bahkan lari dari masalah kehidupan. Tapi sungguh, pelarian diri sebagai alasan traveling sangatlah diperbolehkan. Dan Anda jelas bukanlah pecundang jika melakukannya.

Tak Ada Yang Salah Jika Lebih Menemukan Kenyamanan di Bus

Terkadang Anda malah kurang tidur saat hari-hari masih dipenuhi dengan seabrek pekerjaan atau tugas yang tiada habisnya. Bahkan 24 jam saja rasanya tak cukup. Jika pun Anda punya kasur beludru nan empuk di rumah, tapi Anda tak pernah bisa tidur tenang di sana karena selalu terbayang akan pekerjaan esok hari yang sudah menunggu, padahal kerjaan hari ini pun belum selesai seutuhnya.

Ketika traveling, Anda tak perlu memikirkan gunungan pekerjaan atau ocehan atasan yang akan diterima. Anda pun menghargai waktu tidur lebih dari biasanya, meski hanya tidur di kursi sederhana angkutan umum. Itu bukan karena Anda lemah, Anda hanya sedang menghargai hal-hal kecil yang bisa jadi begitu berharga.

Tak Ada Yang Salah Dengan Mencari Kedamaian Di Tempat Asing

Bukan hanya mencari kesenangan, namun traveling juga bisa dijadikan alternatif ketika Anda ingin mencari kedamaian. Tidak ada yang aneh dengan itu. Sebab traveling tak hanya tentang canda dan tawa, tetapi juga tentang perenungan dan penghargaan pada hal-hal kecil yang ada di sekitar. Jika memang angin di Kota Aucklad, Selandia Baru, bisa membuat hati lebih tenteram kenapa tidak dicoba? Jika memang deburan ombak Haad Sai Kaew Beach di Thailand mampu merontokkan kepenatan, bukankah itu hal yang bagus?

Karena kedamaian sejatinya adalah bentuk kesenangan pula.

Mencari Arti Kehidupan di Tempat Baru Bukan Berarti Lari Dari Masa Lalu

Mencari arti kehidupan saat traveling hanyalah agar Anda lebih bisa bersyukur. Melihat budaya dan kehidupan masyarakat di berbagai dunia akan membuka mata selebar-lebarnya. Di perkotaan tempat Anda tinggal, bekerja di dalam kantor dengan pendingin ruangan adalah lumrah. Di pedalaman, orang bekerja di tengah hutan dengan alam yang tak menentu pun sama lumrahnya. Inilah kehidupan.

Sepayah-payahnya alur hidup Anda sekarang, Anda akan sadar bahwa Tuhan tak pernah memberi kesulitan yang tak bisa ditangani umat-Nya. Jadi Anda pasti bisa menyelesaikan segala masalah yang ada.

Bukan Pecundang Hanya Karena Ingin Melupakan

Anda pun bukan pecundang ketika menjadikan traveling alasan untuk move on, melanjutkan hidup dengan cara melupakan segalanya. Itu bukan karena anda merasa dikejar-kejar ketakutan akan kegagalan. Bukan pula karena Anda sebegitu tak bertanggung jawabnya, sampai tak tahu memperbaiki pikiran dan hati yang lelah.

Melupakan hal lampau seolah-olah tak pernah terjadi, itu bukan karena Anda penakut atau pengecut. Anda ingin move on dan melupakan… karena mungkin itulah satu-satunya jalan keluar untuk menyelesaikan masalah anda.


Anda Hanya Ingin Memenangkan Kekosongan di Hati

Apa sih tujuan sebenarnya dari pelarian diri dengan traveling ini? Anda akan merasa damai, tenang, dan lebih menerima kehidupan Anda. Seburuk apapun itu. Atau bahkan Anda tak lagi menganggap kehidupan begitu buruk. Sebab semua meditasi yang dilakukan selama traveling telah membuat Anda berhasil memandang dunia dengan cara berbeda.  Ketika itu terjadi, maka itu adalah momen di mana anda sudah berhasil memenangkan kekosongan hati. Anda sudah siap kembali mewarnai kehidupan dengan cat-cat indah.

Karena itu Traveling-lah dan Kembalilah Sebagai Sosok Baru!

Jangan pedulikan ucapan orang, jangan merasa payah karena berpikir alasan traveling-mu sekilas tampak sepele. Tapi lihat saja nanti ketika Anda kembali, mereka akan tercengang melihat diri Anda yang baru. Sebab traveling telah “melarikan” sosok Anda yang lama, kemudian menenggelamkannya ke dasar lautan. Yang kini di hadapan orang-orang adalah Anda yang tangguh, tak terkalahkan… dan siap kembali traveling sewaktu-waktu.

SHARE :


Rekomendasi

Pulo Cinta Eco Resort, Hotel Mewah Ala Maldives di Pesisir Sulawesi

Tempat Snorkeling di Bintan Tercemar Minyak, Potret Buruk Pengelolaan Limbah

The Great Blue Hole, Titik Terdalam Bumi yang Masih Misterius

Umaid Bhawan Palace, Bekas Istana yang Disewakan untuk Penginapan

Rumah Pohon Suku Korowai, Potret Hidup Harmonis dengan Alam

Museum of Broken Relationship, Tempat Mengenang Kegagalan Cinta

FALLBACK
The END