Kronologi Pendaki Gunung Slamet yang Dianiaya 'Teman Pendakiannya'

Kasus pendaki Gunung Slamet yang dianiaya menyita perhatian banyak pihak. Kronologi kasus penganiayaannya bisa dicek di sini.

SHARE :

Ditulis Oleh: Echi

Pesan kepada semua pendaki gunung, berhati-hatilah saat mencari teman pendakian. Seorang pendaki wanita hampir saja kehilangan nyawa setelah dianiaya dan dirampok oleh teman pendaki pria kenalannya.

Baca juga: Begini cara aman cari teman naik gunung di komunitas

Berita ini dikabarkan oleh Polres Boyolali. Dalam keterangan yang disampaikan pada Rabu (19/9) dijelaskan bahwa pendaki wanita tersebut mengalami luka lebam di bagian wajah setelah dipukul menggunakan bongkahan tanah di pinggir jalan sepulang dari pendakian Gunung Slamet.  Selain dipukul, pelaku mengambil barang milik korban seperti tas dan sepeda motor.

Kabar terakhir, pelaku sudah diamankan di Polres Boyolali.

Kronologi penganiayaan dan perampokan pendaki Gunung Slamet

CC Flickr 2.0 Akbar Nurseptian

Awalnya, korban berangkat sendirian dari rumah dengan mengendarai sepeda motor menuju base-camp Komunitas Pendaki Gunung (KPG) Solo. Setibanya di base-camp, ia bertemu tersangka yang sebelumnya memang sudah janjian akan bertemu untuk naik Gunung Slamet bersama via Blambangan.

Kemudian, sore harinya, mereka berdua berangkat menuju Gunung Slamet dengan menggunakan sepeda motor milik korban. Senin (17/9), keduanya turun Gunung Slamet dan merencanakan pulang. Selama perjalanan pulang, pelaku malah mengajak korban melewati jalur pulang yang berbeda.

Siapa sangka, di tengah perjalanan, pelaku menghentikan sepeda motor dan meminta korban untuk turun. Pelaku pun mencekik dan juga memukul korban dengan menggunakan bongkahan tanah yang ada di pinggir jalan, hingga korban mengalami luka lebam di wajah.

Baca juga: Per 1 Agustus 2018, Gunung Slamet mewajibkan pendaki membawa surat keterangan dari dokter

Tak berdaya, korban ‘pura-pura’ mati agar pelaku tak terus-terusan menyiksa. Akhirnya, pelaku membawa kabur sepeda motor beserta tas miliknya. Usai pelaku pergi, korban meminta bantuan dengan mendatangi rumah warga terdekat.

Pesan buat para pendaki gunung lainnya, hati-hatilah dalam memilih teman pendakian. Mendakilah bersama teman yang sudah Anda kenal dengan baik.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU