Sidebar

Hutan Aokigahara Jepang, Lokasi Terpoluer untuk Bunuh Diri

Hutan Aokigahara Jepang, Lokasi Terpoluer untuk Bunuh Diri

Hutan aokigahara oleh masyarakat Jepang memang sudah dikenal lama sebagai salah satu lokasi di Jepang untuk melakukan bunuh diri.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Hutan aokigahara terletak di barat laut Gunung Fuji dan 100 kilometer sebelah barat Kota Tokyo. Pepohonan yang tumbuh tinggi menjulang sepuluh kaki seolah membentuk kanopi di hutan ini. Cahaya matahari tidak mampu menyinari hingga ke lantai hutan membuat suasana menjadi sunyi, kelam namun menenangkan. Tak banyak satwa liar yang bisa ditemukan, sedikitnya sumber makanan membuat satwa liar menjauhi hutan aokigahara. Bahkan kicauan burung atau derik serangga merupakan sesuatu yang langka ditemui di hutan ini

Awal
tahun 2018 lalu seorang YouTuber kondang asal Amerika Serikat bernama Logan
Paul membuat heboh publik dunia maya lantaran video yang diunggah di channel
YouTube pribadinya dikecam banyak pihak. Dalam videonya, Logan Paul banyak
memperlihatkan tulang belulang dan mayat-mayat korban bunuh diri yang
bergeletakan di hutan aokigahara. Akhir 2018 kejadian serupa terulang kembali,
namun kali ini oleh YouTuber tanah air bernama Qorygore. Dalam videonya,
Qorygore selain memperlihatkan jasad mayat korban bunuhdiri juga terlihat tidak
mempunyai rasa hormat dengan berkata-kata kotor di hutan aokigahara.

Hutan aokigahara oleh masyarakat Jepang memang sudah dikenal lama sebagai salah satu lokasi di Jepang untuk melakukan bunuh diri. Mungkin karena suasana hutan yang tenang dan tidak banyak gangguan membuat masyarakat lokal Jepang  berpikir bahwa hutan ini  adalah tempat yang cocok sebagai peristirahatan terakhir mereka. Berdasarkan catatan resmi, pada tahun 2016 diketahui terdapat 21.897 korban bunuh diri di Jepang dan menjadi yang terendah selama 20 tahun terakhir.

Kepopuleran
hutan aokigahara sebagai lokasi bunuh diri dimulai sejak sekitar tahun 1950an. Pada
zaman dulu masyarakat Jepang mengenal kebiasaan ubasute, masyarakat miskin yang tak memiliki cukup biaya akan
meninggalkan kerabat keluarga paling tua di hutan aokigahara. Mereka yang
ditinggalkan biasanya akan meninggal karena kelaparan. Beberapa karya sastra
juga dianggap turut mempopulerkan hutan aokigahara sebagai lokasi bunuh diri. Novel
karya Seicho Matsumoto dan Wataru Tsurumui dianggap menjadi penyebab
meningkatnya kasus bunuh diri di hutan aokigahara. Kepopuleran hutan aokigahara
sebagai lokasi bunuh diri menjadikan hutan ini sebagai situs terpopuler bunuh
diri kedua di dunia setelah Golden Gate Bridge di California, Amerika Serikat.

Terdapat kisah misteri yang beredar di masyarakat Jepang tentang Roh Yurei yang telah menghantui hutan aokigahara sejak lama. Roh Yurei digambarkan sebagai sosok wanita berbaju putih dengan rambut hitam panjang. Masyarakat Jepang percaya bahwaRoh Yurei berasal dari  arwah wanita korban bunuh diri. Berdasarkan kepercayaan di Jepang arwah korban bunuh diri tidak akan bisa bersama dengan arwah leluhur di dunia lain. Oleh karena itu mayat korban bunuh diri akan dibuatkan ritual khusus agar arwahnya tidak sendirian dan marah.

SHARE :


Rekomendasi

Pulo Cinta Eco Resort, Hotel Mewah Ala Maldives di Pesisir Sulawesi

Tempat Snorkeling di Bintan Tercemar Minyak, Potret Buruk Pengelolaan Limbah

The Great Blue Hole, Titik Terdalam Bumi yang Masih Misterius

Umaid Bhawan Palace, Bekas Istana yang Disewakan untuk Penginapan

Rumah Pohon Suku Korowai, Potret Hidup Harmonis dengan Alam

Museum of Broken Relationship, Tempat Mengenang Kegagalan Cinta

FALLBACK
The END