Hewan Paling Berbahaya yang Harus Diwaspadai saat Berkunjung di Australia

Hewan-hewan berbahaya yang harus diwaspadai saat berkunjung ke Australia (australianmuseum.net.au).

Australia merupakan destinasi wisata impian bagi sebagaian masyarakat Indonesia. Jaraknya yang tidak terlalu jauh dengan Indonesia membuat akses menuju Australia tmenjadi sangat mudah. Australia memiliki destinasi wisata terlengkap mulai dari wisata alam, wisata sejarah, hingga wisata olahraga.

Dari sekian banyak destinasi wsiata yang ada, wisata alam menjadi yang paling diminati. Keindahan alam Australia memang tiada duanya, sayang jika dilewatkan. Wisata alam di Australia perlu sangat berhati-hati karena Australia adalah habitat bagi spesies-spesies hewan berbahaya. Berikut disajikan empat spesies berbahaya di Australia yang harus diwaspadai.

1. Buaya Air Asin

(Instagram/@666pets)

Buaya air asin merupakan jenis reptil terbesar yang dikenal sangat agresif dengan berat mencapai 1.000 kilogram dan panjang 7 meter. Buaya ini dilaporkan sering menyerang dan memangsa babi serta ternak liar seperti sapi atau kuda di Australia. Penyerangan terhadap manusia sangat jarang terjadi karena biasanya buaya ini hidup jauh dari area pemukiman warga.

2. Kasuari

(Instragram/@wa12an3y)

Kasuari digolongkan dalam kelompok unggas yang tak bisa terbang seperti ayam dan kiwi. Selain di Australia, Kasuari juga dapat ditemui di kawasan timur Indonesia seperti Papua. Walaupun tak bisa terbang, Kasuari dikenal sangat agresif dan sering menyerang manusia. Kuku-kuku kakinya sangat tajam dengan panjang mencapai 12 centimeter cukup untuk merobek kulit hingga ke organ dalam. Kasus penyerangan Kasuari sering terjadi karena keinginan manusia untuk menyentuh atau memberi makan spesies burung ini. Oleh karena itu untuk keamanan sebaiknya jangan mendekati Kasuari, cukup mengaguminya dari kejauhan saja.

3. Ular Cokelat Timur

(australianmuseum.net.au)

Ular Cokelat Timur menduduki urutan teratas dari hewan yang sering menyerang manusia di Autralia. Bisanya mampu menyebabkan gangguan pembekuan darah dan kelumpuhan. Penawar untuk bisa Ular Cokelat Timur saat ini sudah ditemukan dan banyak dijual di pusat kesehatan Australia jadi tidak perlu terlalu khawatir. Walaupun ular ini sering menyerang manusia, namun laporan kematian akibat serangan ular ini sangat rendah yaitu hanya dua orang pertahunnya.

4. Laba-Laba Jaring Corong Sydney

(msn.com)

Benua Autralia dikenal sebagai habitat bagi banyak spesies laba-laba. Beberapa memang tidak berbisa, namun sebagian besar sangat berbahaya bagi manusia. Laba-Laba Jaring Corong Sydney menjadi salah satu yang berbahaya, bahkan dianggap sama dengan gigitan ular. Namun tidak perlu khawatir, sejak tahun 1981 penawar untuk gigitan Laba-Laba Jaring Corong Sydney sudah ditemukan. Dan setelah penemuan penawar tersebut kini sudah tak ada lagi laporan terkait korban meninggal akibat gigitan laba-laba jenis ini.

Bagi anda yang tak punya cukup dana untuk plesir ke Australia tak perlu risau karena Indonesia juga memiliki destinasi wisata alam yang tak kalah indahnya. Beberapa diantaranya adalah Labuan Bajo, Raja Ampat, dan Sumba. Anda bisa memilih beberpa paket wisata menarik di Phinemo Marketplace.

Dapatkan ulasan menarik tentang australia dan tulisan Lain dari Taufiqur Rohman

Tags: ,

Paket Produk Penawaran

Pajang Paket Perjalanan Anda Disini. Klik Untuk Daftar