Festival Songkran di Thailand, Alasan Kamu Harus ke Bangkok di Bulan April

Foto dari 58bits

Bulan April adalah bulan yang tepat untuk berwisata ke Thailand. Akan di adakan perayaan tahun baru Thailand dengan Festival Songkran di Bangkok.

Selama empat hari, Festival Songkran di Sanam Luang – sebuah taman luas yang dibuat untuk raja Thailand, terletak di di depan Wat Phra Kaew dan istana, diselenggarakan dan warga lokal maupun asing membuat Sanam Luang yang tenang mendadak berubah menjadi sangat semarak saking padatnya peserta festival!

Ritual Memurnikan Patung Budha

Masyarakat lokal dan turis mancanegara ikut ambil bagian dalam ritual sehari-hari, seperti memurnikan foto Buddha dengan air wangi. Masyarakat juga memiliki kesempatan memurnikan foto Phra Phutta Sihing, serta sembilan patung Buddha suci lainnya dengan air wangi. Ritual unik ini sudah dilakukan selama berabad-abad. Di Thailand, air adalah simbol kemurnian, kemakmuran, dan kebahagiaan.

Menikmati Muay Tab Chank dan Choeng Tua Auk Son

Tarian ini memiliki gelaran yang kompleks dan unik, karena terinspirasi dari bentuk kaligrafi dan huruf kuno Thailand. Selain itu tarian ini juga memiliki kekerabatan dengan seni bela diri kuno, Muay Tab Chak. Selain itu ada pertunjukan lain seperti tari topeng klasik Thailand dan wayang. Suasana begitu semarak dan meriah. Di sepanjang jalan, orang-orang saling melempar air sambil menari-nari.

Teman saya langsung antusias ambil bagian bermain air di Festival Songkran. Sejak awal dia memang berniat tidak membawa elektronik apapun selama festival, tahu bahwa air bisa datang dari mana saja.

Turis disambut sangat baik disini. Masyarakat Thailand tidak pandang bulu melemparkan air ke warga lokal maupun asing, membuat para turis nyaman dan tak canggung ikut merayakan.

Semacam Run Color Party kalau di Indonesia?’
Beda. Di sini hanya memainkan air, bedak putih dingin untuk tambahannya, nggak warna-warni.’

Baca juga : Kalahkan Thailand, Pariwisata Indonesia Masuk 10 Besar Dunia Tahun 2018

Bersedekah pada para biarawan, mencicipi penganan tradisional Thailand

Esoknya banyak orang datang mengunjungi kuil Buddha dan memberikan makanan kepada para biarawan yang hidup di kuil tersebut.

Di kuil, setelah membasuh patung dengan air masyarakat berdoa meminta berkah dan rezeki sepanjang tahun. Di sekitaran kuil dijajakan kue dan makanan tradisional khas Thailand seperti kue lumpang -kue dari tepung beras dan santan yang berisi telur di tengahnya, coconut ice cream, dan beberapa penganan yang mirip dengan jajanan pasar di Indonesia.

Yah, jauh-jauh ke Thailand, kuenya sama.’
Bentuk sama tapi rasanya kan beda. Ya, mirip sih, tapi ini yang membuat tangan-tangan orang Thailand. Kamu harus coba Khao kiao mamuang, penganan dari beras ketan putih yang dimasak dengan santan dan garam. Ini unik, nasi ketan ketan gurih ini dimakan pakai potongan-potongan buah mangga.’

Saya tak bisa membayangkan paduan rasa gurih ketan dan asam mangga yang menyatu didalam mulut.

Teman saya pun tak melewatkan mencicipi Tom Yam Goong -sup udang asam pedas khas Thailand yang hampir ada di setiap restoran di pinggir jalan.

Festival ini sangat menarik, kamu harus coba sesekali berkunjung ke Bangkok bulan April!

Dapatkan ulasan menarik tentang dan tulisan Lain dari Yuliani

Tags: , ,

Paket Produk Penawaran