Sidebar

Bukit Uluru di Australia, Situs Suci Suku Aborigin yang Terlarang

Bukit Uluru merupakan salah satu situs suci yang disakralkan oleh Suku Aborigin. Berlokasi di Australia, Bukit Uluru menempati lanskap dataran padang pasir.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Bukit Uluru merupakan salah satu situs suci yang sangat disakralkan oleh Suku Aborigin. Berlokasi di Red Centre, Bukit Uluru menempati lanskap dataran padang pasir, hamparan pegunungan, dan ngarai berbatu dengan suhu cuaca yang tinggi. Dahulu belum lengkap rasanya jika berkunjung ke Australia tidak menyempatkan datang ke Bukit Uluru, menikmati perubahan warna bukit batu saat fajar dan senja.

Bagi masyarakat Suku Aborigin, Bukit Uluru dianggap suci karena menjadi bukti fisik pencapaian para leluhur selama masa penciptaan alam semesta. Terdapat sebuah gua di Bukit Uluru yang konon menjadi rumah bagi Lungkata, makhluk berupa kadal berlidah biru yang gemar mencuri daging dari Emu. Goresan-goresan biru di dinding gua merupakan darah Lungkata dari sisa-sisa pertarungan dengan Emu.

Tidak hanya itu, Bukit Uluru juga dipercaya menjadi tempat pertarungan antara Kuniya, seekor ular sanca betina. Kuniya bertarung di Bukit Uluru melawan Liru yang merupakan sosok ular berbisa untuk melindungi keponakannya. Bukti pertarungan tersebut dapat dilihat di sekitar lubang air di dasar bukit batu.

(Instagram/australiangreens)

Terlarang Selamanya

Lebih dari 395 ribu wisatawan setiap tahunnya tercatat berkunjung ke Bukit Uluru untuk mendaki serta menikmati panorama alam padang tandus Australia. Sejak Jumat (1/11/2019) atas permintaan dari Suku Aborigin, Pemerintah Australia telah melarang kegiatan pendakian di Bukit Suci Uluru dari sudut manapun. Saat ini wisatawan hanya diijinkan untuk berada di sekeliling Bukit Uluru.

Bukit Uluru memiliki makna spiritual dan budaya yang mendalam bagi Suku Aborigin. Mendaki dan menginjak-injak Bukit Uluru untuk kepentingan pariwisata seolah merendahkan kedudukannya sebagai situs suci yang telah ada sejak ribuan tahun lamanya. Selain itu, Bukit Uluru tergolong sebagai bukit yang sangat curam sehingga dapat membahayakan keselamatan wisatawan.

Sebenarnya, sudah sejak puluhan tahun lalu pemangku adat Suku Aborigin telah mendesak pemerintah untuk melarang adanya pendakian di Bukit Uluru. Masyarakat setempat juga telah memasang papan larang dengan delapan bahasa asing yang berbeda, namun tetap tidak ada wisatawan yang mengindahkan peringatan tersebut.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Ada Suku Batak di Filipina, Satu Nenek Moyang dengan Batak Sumatera?

Sipson Island, Pulau Terlarang yang Dibuka Setelah 300 Tahun Tutup

5 Pariwisata Negara Lebanon Sebelum Ledakan, Tujuan Wisata Religi

Tragedi Ledakan Lebanon, Negara Non-Muslim Terbesar di Timur Tengah

Rumah Paling Berhantu di Irandia Dijual Rp 42,3 Miliar, Berminat?

Kepulauan Fiji, Destinasi Bulan Madu Terbaik di Samudera Pasifik

FALLBACK
The END