Bocah Penjual Suvenir di Angkor Wat Ini Bisa 12 Bahasa Sekaligus, Salut!

Bocah penjual suvenir ini seketika jadi sorotan warganet. Pasalnya, tak hanya berdagang, ia juga menguasai beberapa percakapan dalam banyak bahasa.

SHARE :

Ditulis Oleh: Himas Nur

Bocah penjual suvenir yang menjajakan dagangannya di sekitar kawasan wisata Angkor Wat, Kamboja ini seketika jadi sorotan warganet. Pasalnya, bocah penjual suvenir ini tak hanya berdagang, melainkan juga menguasai beberapa percakapan dalam banyak bahasa.

Baca Juga: Menyantap Aneka Ragam Kuliner Indonesia di Phnom Penh, Kamboja

bocah berbakat asal Kamboja ini kemudian mendapat apresiasi. SUmber foto.

Bermula dari video yang direkam oleh seorang turis yang berkunjung ke Kamboja. Dalam video tersebut, sang turis terkesima dengan kelihaian si bocah penjual suvenir dalam menjajakan pernak-pernik oleh-oleh di kawasan wisata itu.

Sang bocah menjajakan dagangannya dengan berbagai bahasa. Seperti yang diberitakan oleh Asia One pada Minggu (11/11/2018), terlihat seorang anak laki-laki yang tengah memamerkan bakat kemampuan bahasa asing, seperti Malaysia, Thailand, dan Mandarin.

Bocah penjual suvenir yang mengagumkan

Berbagai asumsi kemudian berkembang. Tak sedikit yang kemudian menggambarkan sang bocah penjual suvenir ini sebagai seorang polyglot.

Polyglot adalah sebutan untuk orang-orang yang bisa berbicara dalam banyak bahasa, biasanya lebih dari 5 bahasa dengan kemampuan berbahasa amat baik.

Banyak warganet terkesan dengan bakatnya tetapi ada yang mengatakan bahwa anak itu memang harus mengembangkan keterampilan tersebut untuk bertahan hidup.

Baca Juga: Hal Penting yang Harus Anda Ketahui Sebelum ke Kamboja

bocah berbakat asal Kamboja ini kemudian mendapat apresiasi. (Twitter/SaulRaja)

“Saya bisa berbahasa Kanton, China. Lalu Bahasa Inggris, Thailand, Jepang, Korea, Prancis, Spanyol,” kata bocah itu sambil menawarkan dagangan suvenir miliknya seperti terlihat dalam rekaman video yang beredar di media sosial.

Berita terakhir menyebutkan bahwa sang bocah berbakat tersebut diapresiasi oleh Cambodian Red Cross Society dan kemudian diundang ke Beijing, China. Salut!

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU