Terpilih Jadi Bandara Paling Ngaret, Begini Upaya Bandara Soekarno Hatta untuk Berbenah

Dengan hasil yang buruk ini, pihak Angkasa Pura II menyebutkan bahwa peningkatan jumlah penumpang dan pesawat menjadi alasan di balik ngaretnya penerbangan Bandara Soekarno Hatta.

SHARE :

Ditulis Oleh: Echi

Terpilih sebagai bandara paling tidak tepat waktu nomor 3 di dunia, bandara Soetta serius melakukan pembenahan. Penilaian buruk tersebut diperoleh dari lembaga aviasi Inggris OAG. OAG menyebutkan Bandara Soekarno-Hatta memiliki On Time Performance (OTP) terburuk ketiga di dunia dengan ketepatan 58,5 persen dari 490.585 penerbangan per tahun.

Baca juga: Bandara Soekarno Hatta, dulu, kini, dan nanti

Bandara Soetta masih kalah jauh dari Tokyo Haneda yang menempati urutan pertama dengan OTP 86 persen dari 500.013 penerbangan. Di posisi kedua, ada Mexico City Juarez, Meksiko dengan nilai OTP 84 persen dari 400.537 penerbangan. Posisi ketiga ditempati oleh Atlanta Hartsfield-Jackson Amerika Serikat dengan nilai OTP 83,1% dari 858.362 penerbangan.

Dengan hasil yang buruk ini, pihak Angkasa Pura II menyebutkan bahwa peningkatan jumlah penumpang dan pesawat menjadi alasan di balik ngaretnya penerbangan Bandara Soekarno Hatta.

Lounge bandara Soekarno Hatta Terminal T3. Foto oleh Tin Dewidamayanti/Kontributor Phinemo.com

Dilansir dari detik.com, makin tingginya pertumbuhan penumpang dan pesawat, PT Angkasa Pura II akan segera membenahi transisi manajemen operasi bandara melalui 3 cara.

Pertama, PT Angkasa Pura II akan membangun Airport Operation Control Centrel (AOCC) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. AOCC ini difungsikan untuk meningkatkan kualitas operasional bandara seperti peningkatan OTP penerbangan airlines, pengoptimalan slot penerbangan di bandara, serta ground time yang lebih efektif dan efisien.

“Melalui AOCC yang dapat memantau seluruh aktivitas di bandara secara real time, maka kami optimistis seluruh aspek berjalan dengan lancar sesuai regulasi disertai terciptanya ketepatan waktu atau punctuality pada operasional yang berujung pada peningkatan pelayanan kepada maskapai dan juga penumpang pesawat,” kata Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II (Persero), Yado Yarismano dikutip dari detik.com.

Solusi yang kedua, Bandara Soekarn Hatta akan membangun East Cost Taxiway yang nantinya akan meningkatkan kapasitas runway menjadi 86 pergerakan per jamnya.

Baca juga: Bandara Soekarno Hatta dari masa ke masa

Lalu, cara ketiga adalah dengan membangun landasan pacu ketiga (third runway) di Bandara Soekarno Hatta. Penambahan landasan pacu ini bisa melayani antara 114 hingga 120 pergerakan pesawat per jamnya.

Untuk diketahui, selama ini bandara Soetta hanya memiliki 2 landasan pacu yang hanya mampu melayani 1.300 pergerakan pesawat per hari atau sekitar 81 pergerakan pesawat per jam.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU