Lebih Tegas, Balai TNBTS Keluarkan Aturan Baru Camping di Ranu Kumbolo

Tak banyak perubahan dari aturan camping di Ranu Kumbolo. Meski demikian, pihak pengelola Taman Nasional Bromo Tengger Semeru mengimbau setiap pendaki untuk mematuhi aturan ini jika tak ingin hal buruk terjadi.

SHARE :

Ditulis Oleh: Echi

Aturan camping di Ranu Kumbolo harus ditaati semua pendaki.

 

Setelah resmi dibuka kembali untuk aktivitas pendakian pada 4 April 2018, Gunung Semeru memberlakukan aturan camping di Ranukumbolo. Aturan tersebut dibuat untuk meningkatkan ketertiban dan kelestarian lingkungan di area danau.

Berikut beberapa aturan camping di Ranu Kumbolo yang mungkin saja belum Anda ketahui.

1. Terdapat dua area yang bisa digunakan untuk mendirikan tenda, selain area tersebut lebih baik pendaki jangan coba-coba membangun tenda di sana

Aturan camping di Ranu Kumbolo yang pertama berkaitan dengan area pendirian tenda. Sebenarnya, tidak ada perubahan tentang pendirian tenda di Ranu Kumbolo. Tahun ini pun para pendaki masih disarankan untuk mendirikan tenda di area savana dekat dengan pos empat dan dekat shelter di balik bukit yang mengitari Ranu Kumbolo.

Selain area yang disebutkan tersebut, pendaki tak diperbolehkan untuk mendirikan tenda. Hal ini dikarenakan adanya area  tertentu yang disakralkan warga setempat. Jadi, jika tak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lebih baik dirikan tenda di tempat yang sudah ditetapkan saja.

Baca juga: Resmi Dibuka, Semeru Kini Punya Toilet Basah

2. Tenda yang didirikan pun harus sesuai dengan garis batas yang ditetapkan

Supaya tenda bisa berdiri dengan rapi, maka pada tepian Ranu Kumbolo telah dipasangi garis-garis pembatas pendirian tenda dengan jarak lebih dari 15 meter dari bibir danau.

Bahkan, jika Ranu Kumbolo pun masih tercemar dengan banyaknya kotoran sampah makanan, maka bukan tidak mungkin jarak pembatas antara danau dengan lokasi pendirian tenda akan diperjauh.

3. Pendaki diperbolehkan mencuci alat masak tapi perhatikan lokasi mencucinya

Sedangkan aturan camping di Ranu Kombolo selanjutnya berkaitan dengan masalah mencuci perlengkapan memasak, alat makan, dan lainnya. Yang perlu jadi catatan, pendaki hanya diperbolehkan mencuci di area dengan jarak 15 meter dari pinggir danau.

Selain itu, semua pendaki diwajibkan untuk membuat galian tanah sebagai tempat untuk mencuci dan membuang sampah makanan. Harapannya, dengan pendaki mengubur sampah makanan (sampah organik), maka sampah tersebut akan terurai dengan baik.

Kemudian, pendaki pun tidak diperbolehkan mengambil air di danau dengan menggunakan nesting atau perlatan makan yang masih mengandung minyak. Dikhawatirkan kandungan minyak yang tersisa akan mencemari danau. Pendaki bisa mengambil air dengan botol minuman yang masih bersih.

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Semeru Buka 4 April 2018, Ini Aturan Barunya

4. Meski sudah tersedia toilet basah, pendaki harus tahu aturan buang air yang benar selama di gunung

Saat ini, Gunung Semeru memang sudah memfasilitasi pendaki dengan dibangunnya toilet basah. Toilet basah, artinya toilet yang menyediakan air untuk bilas. Di sana telah tersedia total 6 bilik toilet basah di kawasan Ranu Kumbolo. Namun, toilet basah tersebut belum dialiri air, jadi pendaki harus mengambil air di Ranu Kumbolo.

Selain itu, apabila toilet dalam kondisi penuh sesak, pendaki bisa buang air di area terbuka, namun jangan sembarangan. Pendaki harus mencari lokasi buang air dengan jarak minimal 15 meter dari pinggir danau. Bagaimana cara buang air yang baik di gunung? Anda bisa membaca tips nya berikut ini.

Baca juga: Hei Pendaki, Belajar Dulu Bagaimana Manajemen Buang Air di Gunung Sebelum Mendaki

5. Aturan lama yang terus ditegakkan, pendaki tak boleh mandi dan berenang di danau Ranu Kumbolo

Aturan camping di Ranu Kumbolo yang satu ini sudah sejak lama diterapkan. Pendaki dilarang mandi dan berenang di danau, namun masih saja ada yang melakukannya.

Tahukah Anda, mandi di tengah danau Ranu Kumbulo sangat berbahaya. Pertama, suhu air danau tak bisa diprediksi, cukup ekstrem. Kemudian, danau Ranu Kumbolo pun memilki ke dalaman sekitar 28 meter di mana sangat membahayakan jika tiba-tiba kram dan terjadi hal yang tak diinginkan.

Kasus mengerikan tentang pelanggaran aturan berenang di Ranu Kumbolo pernah terjadi pada 2005 silam di mana seorang pendaki ditemukan tewas karena berenang di danau. Saat itu, tubuhnya kram dan tenggelam. Jasadnya baru diketemukan tiga hari dalam keadaan terapung.

6. Pendaki dilarang membuat api unggun, tapi pihak pengelola telah menyediakan gantinya

Aturan camping di Ranu Kumbolo yang terakhir adalah larangan membuat api unggun. Alasan utama mengapa kegiatan ini sangat dilarang karena saat ini kayu pepohonan yang berada di sekitar Danau Ranukumbolo makin menipis.

Sebagai gantinya, pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akan menyiapkan api unggun bersama dekat dengan shelter yang bisa mempererat hubungan antara satu pendaki dengan lainnya.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU