Sidebar

Hei Pendaki, Belajar Dulu Bagaimana Manajemen Buang Air di Gunung Sebelum Mendaki

Anda termasuk pendaki "beseran" yang hobi buang air di gunung? Coba cek di sini, sudah benarkah cara Anda ketika buang air di gunung? Jangan-jangan selama ini cara yang dilakukan salah dan justru bisa merusak keindahan alam?

SHARE :

Ditulis Oleh: Rizqi Y

Manajemen buang air di gunung, seperti apa? Foto oleh @iwan_degleng

Menyoal kasus Iwan yang berhasil menemukan dan membersihkan puluhan botol berisi air kencing pendaki yang tercecer di jalur pendakian, harusnya para pendaki mulai belajar. Bagaimana managemen buang air di gunung supaya tidak mengotori atau mencemari lingkungan. Terlebih lagi pendaki juga harus paham, di mana sebaiknya mereka buang air. Sehingga tak ada lagi pendaki jorok yang buang air kecil di botol lalu ditinggalkan begitu saja. Itu hanya dilakukan oleh mereka yang tak berpendidikan.

Meski terlihat sepele, persoalan buang air nyatanya jadi masalah yang cukup pelik bagi pendaki. Merasa tahu segalanya, tapi masalah buang air saja sebetulnya mereka tak paham. Alhasil muncullah ulah-ulah konyol yang justru mengotori lingkungan. Membuat alam tak lagi indah dipandang, sebaliknya justru tampak menjijikkan.

Coba bayangkan, ketika asyik menikmati indahnya pemandangan alam tiba-tiba kita mengendus bau tak sedap. Ternyata ada setumpuk bekas kotoran manusia yang dibiarkan begitu saja tanpa dipendam tanah. Alam serasa jadi tak indah lagi bukan?

Buang air di gunung, apa yang boleh dilakukan?

Untuk pendaki yang punya kebiasaan buang air di gunung, sebaiknya perhatikan hal ini sebelum kalian memutuskan untuk kencing atau BAB.

Memilih tempat semak-semak yang jauh dari aliran air dan jalur pendakian

Mari saling menghormati, baik terhadap alam maupun pendaki lain. Jika ingin BAB atau kencing, maka cobalah cari tempat berupa semak-semak yang jauh dari sumber atau mata air. Ini supaya kotoran kita tidak mengontaminasi air yang jadi sumber penghidupan bagi makhluk di gunung tersebut. Yang bisa jadi air itu juga dijadikan sebagai sumber mata air bagi pendaki.

Kenapa juga harus memilih tempat buang air yang jauh dari jalur pendakian? Agar pendaki lain tak terganggu dengan bau pesing atau menyengat yang tak sedap. Kalian yang pernah merasakan bau menyengat selama di gunung pasti merasa kesal dan jijik bukan? Jadi mulai sekarang jangan buang air di gunung di sembarang tempat lagi.

Buang air langsung di alam tanpa botol plastik atau wadah lainnya

Bagian dari kotoran kita memang bisa jadi pupuk alami bagi pepohonan. Jadi tak perlu buang air kecil menggunakan botol plastik lalu meninggalkannya di suatu tempat di gunung. Pun tidak perlu juga buang air besar dalam wadah plastik lalu membuangnya di semak-semak.

Jika terpaksa harus baung air di wadah atau botol plastik karena tak menemukan semak yang aman (jauh dari mata air dan jalur pendakian), jangan lupa untuk membawanya sementara waktu. Jika sudah ketemu dengan tempat yang bisa untuk membuang otoran tersebut, barulah buang kotoran tersebut dengan menyisakan botol plastiknya. Ingat, bawa turun semua sampah plastik kalian.

Menimbun kotoran dengan tanah

Agar baunya tak menyebar ke mana-mana dan mengganggu indera penciuman pendaki lain, alangkah baiknya untuk menimbun bekas kotoran dengan tanah. Baik itu kotoran bekas buang air kecil atau pun besar. Hal kecil semacam ini kalau dilakukan oleh semua pendaki pasti juga berefek besar pada keasrian dan keindahan alam gunung.

Membawa sisa sampah tisu basah dan tisu kering

Sekali lagi, jangan tinggalkan sampah apapun di gunung kecuali sampah organik yang bisa terdegradasi secara alami. Setelah buang air di gunung, pastikan juga untuk membawa pulang tisu basah atau kering bekas yang digunakan untuk membersihkan sisa-sisa buang air.

Baca juga: Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Cewek Saat Buang Air Kecil di Gunung

Dan apa saja yang tak boleh dilakukan saat buang air di gunung?

Tentu saja semua hal yang berkebalikan dengan hal-hal di atas. Selain itu ada juga beberapa hal yang sebaiknya tak dilakukan oleh pendaki saat buang air di gunung.

Buang air malam hari tanpa menggunakan penerang

Untuk pendaki yang merasa punya kekuatan super mungkin tak jadi masalah. Mungkin seperti kucing yang bisa melihat jelas saat kondisi gelap sekalipun tanpa alat bantu penerangan. Tapi jika tidak punya kekuatan super ini, pastikan untuk bawa senter atau penerang lainnya.

Ini juga akan sangat membantu kalian saat mencari tempat yang cocok untuk buang air di gunung.

Buang air di tepi jurang

Meski tak boleh buang air di sekitar jalur pendakian atau area dekat mata air, tapi bukan berarti pendaki boleh buang air di tepi jurang. Ini akan berbahaya bagi keselamatan pendaki, karena bisa jadi tergelincir dan jatuh ke jurang. Jadi, jangan coba-coba ya!

Alangkah indahnya jika semua pendaki mau peduli bahkan lewat hal-hal kecil saat buang air di gunung. Jangan sampai ditemukan lagi tumpukan botol plastik isi air kencing yang jelas-jelas bisa mengganggu keindahan dan keasrian alam.

“Jadilah pendaki yang tak hanya pintar menikmati, tapi juga menjaga. Salam Lestari!”

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

7 Tas Backpack Murah Namun Berkualitas yang Cocok untuk Traveling

Pendakian Gunung Merbabu Resmi Menerapkan Booking Online

Rekomendasi Tenda Dome Kapasitas 4 Orang

6 Jalur Pendakian Gunung Prau Untuk Pendakian Umum

Kesalahan Saat Pendakian Jangan Terus Disesali, Karena 'Menyerah' Bukan Gaya Seorang Petualang

Jangan Salah Pilih Teman Mendaki Gunung!

FALLBACK
The END