Ini Hal yang Sudah Dilakukan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu tapi Tak Banyak Orang Tahu

Buat kamu yang mikir kalau taman nasional nggak ada kerjaan

SHARE :

Ditulis Oleh: Faiz Abi

Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Boyolali. Sumber foto.

Balai Taman Nasional Gunung Merbabu(TNGMb) merupakan sebuah kawasan konservasi di Jawa Tengah. TNGMb ini berada di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Semarang, Boyolali, dan Magelang. Sebelum menjadi taman nasional, kawasan ini tadinya adalah hutan lindung dan hutan wisata alam yang dikelola oleh Perhutani. Pada tahun 2007, kawasan ini ditetapkan sebagai ‘balai’ oleh MS Kaban, Menteri Kehutanan kala itu.

Taman nasional ini mempunyai luas daerah sebesar 5000 ha dan berada di bawah naungan langsung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kepala Bidang Tata Usaha TNGMb, Johan Setiawan, menjelaskan beberapa tugas Balai Taman Nasional Gunung Merbabu saat ditemui Tim Phinemo di kantornya, Kamis (3/8).

Agar nggak ada lagi basecamp pendakian illegal, Balai Taman Nasional Gunung Merbabu mengangkat petugas basecamp menjadi pegawai honorer

TNGMb mempunyai strategi untuk mengangkat pegawai di setiap basecamp menjadi anggota honorer di Taman Nasional ini. Hal tersebut dilakukan agar tidak adanya basecamp yang dianggap illegal karena pendapatan yang dihasilkan oleh basecamp tersebut tidak masuk ke negara. Salah satunya adalah penutupan jalur pendakian Gancik karena dianggap illegal. 

Nantinya, Taman Nasional Gunung Merbabu bakal nyiapin aplikasi booking online untuk para pendaki yang akan naik Gunung Merbabu

Ditambah bahwa TNGMb juga mempunyai rencana untuk membuat suatu aplikasi bagi para pendaki untuk mendaftarkan diri dulu sebelum mendaki. Caranya dengan pembuatan sistem booking online yang bisa digunakan oleh calon pendaki Gunung Merbabu melalui smartphone-nya masing-masing dari kota asal mereka.

Tujuan dibuatnya aplikasi booking online ini adalah untuk mendata siapa saja yang melakukan pendakian ke Gunung Merbabu. Jadi, kalau suatu saat terjadi hal yang nggak diinginkan pada pendaki, pihak taman nasional dapat melacak menggunakan sistem ini.

Selain itu, aplikasi ini juga digunakan untuk membatasi kuota pendaki. Dengan demikian, puncak Gunung Merbabu nggak terlalu crowded dan setiap pendaki bisa menikmati puncak Merbabu dengan nyaman.

Sayangnya hal ini masih berupa rencana yang akan dirilis pada 2018 mendatang. Kita doakan saja guys semoga sistem booking online ini dapat terwujud.

{QWERTY}

Biar para pengunjung makin betah berlama-lama, pihak Taman Nasional Gunung Merbabu siap mengembangkan infastruktur pariwisata di Kopeng

Selain itu, Johan menambahkan bahwa Taman Nasional Gunung Merbabu sedang mengembangkan pembangunan insfrastruktur pariwisata di sekitar Gunung Merbabu. Salah satunya adalah menata kembali tempat wisata Kopeng yang dilalui pendaki jika ingin mendaki melalui jalur Wekas.

Yang perlu Kamu perhatikan, pihak TNGMb nggak segan-segan menghukum siapa saja yang melakukan vandalisme!

Nah bagi Kamu yang suka corat-coret batu-batu atau mengambil tanaman yang ada di Merbabu, Kamu harus hati-hati. Karena jika ketahuan mengambil atau mencorat-coret sesuatu di Merbabu, pengelola tidak akan segan-segan menghukum kamu lho. Hukumannya bisa berupa blacklist untuk mendaki Merbabu seumur hidup, maupun denda berupa uang tunai sesuai undang-undang.

Para pemetik edelweis Merbabu yang dicari oleh tim TNGMb. Foto oleh tngunungmerbabu_official.

Menurut Johan, bunga edelweis tersebut berada di zona terlarang yang artinya apapun yang berada pada zona tersebut tidak boleh disentuh oleh manusia sekecil apapun. Selain tidak boleh disentuh, segala sesuatu yang terdapat pada zona tersebut juga tidak boleh dimanfaatkan, apalagi untuk keuntungan pribadi. Biarkan saja alami apa adanya, meskipun bunga-bunga layu sekalipun.

Dalam waktu dekat, Tim dari TNGMb akan melakukan evaluasi zonasi. Evaluasi ini berfokus kepada pembagian-pembagian zona yang ada di kawasan Gunung Merbabu. Saat ini sudah terdapat beberapa zona, antara lain zona rehabilitasi, rimba, pemanfaatan, dan zona khusus.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU