Sidebar

Tips Memilih Kursi Pesawat Agar Tidak Tertular Penyakit di Perjalanan

Berdasarkan penelitian, terdapat beberapa posisi tempat duduk di pesawat yang memiliki risiko penularan yang minimal. Berikut tips memilih kursi pesawat.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Virus Corona (Covid-19) yang mewabah sejak akhir tahun 2019 lalu telah menjadi momok menakutkan setelah ditetapkan sebagai pandemi oleh World Health Organization (WHO). Banyak orang yang kemudian takut untuk bepergian, terutama dengan pesawat. Sebagian besar mengakui merasa sangat takut tertular virus penyakit selama perjalanan, terutama Virus Corona .

Dikutip dari The Independent pada Jumat (6/3), berdasarkan penelitian diketahui terdapat beberapa posisi tempat duduk di pesawat yang memiliki risiko penularan yang minimal. Berikut adalah disajikan tips memilih kursi pesawat agar tidak tertular penyakit selama perjalanan dengan pesawat.

1. Kursi dekat jendela

Penelitian dari kelompok peneliti yang dipimpin oleh Universitas Emory Atlanta tentang “perilaku, gerakan, dan transmisi penyakit pernapasan yang ditularkan melalui cairan selama penerbangan lintas benua” menunjukkan bahwa duduk di kursi dekat jendela pesawat memiliki risiko penularan virus penyakit yang kecil.

Meskipun penumpang yang duduk di dekat jendela sering wara-wiri di dalam kabin, mereka tetap akan terhindar dari penularan virus penyakit karena prosentase pergerakannya hanya 43 persen di sekitar pesawat. Penumpang di dekat jendela rata-rata melakukan 12 kontak dengan penumpang lain, paling rendah diantara kursi lainnya.

2. Hindari kursi di lorong kabin

Penumpang yang duduk di dekat lorong kabin memiliki risiko penularan yang paling tinggi karena prosentase pergerakannya mencapai 80 persen. Sebagian besar penumpang di dekat lorong kemungkinan tertular maupun melarkan penyakit empat sampai lima persen lebih tinggi. Oleh karena itu sebisa mungkin untuk menghindari kursi dekat lorong disaat seperti ini.

3. Duduk di dekat sayap pesawat

Pilih tempat duduk di ujung paling pojok dekat sayap pesawat. Selain risiko penularan yang kecil, tempat duduk ini sangat cocok untuk meminimalisir turbulensi karena berada lebih dekat ke pusat massa pesawat. Kekuatan daya angkat, torsi, angin, gravitasi, tarikan dan daya dorong akan lebih terasa di bagian ujung-ujung kabin pesawat.

Meskipun demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko penularan penyakit di dalam penerbangan relatif lebih rendah. Hampir semua jet komersial di dunia dilengkapi dengan filter High Efficiency Particulate Air (HEPA) yang sesuai dengan standar Air Transport Association (IATA). Filter ini mampu menangkap lebih dari 99.9 persen mikroba penyakit di undara.

Jika memang kondisi tubuh tidak fit, lebih baik menunda terlebih dahulu perjalanan. Namun apabila perjalanan teramat penting dan tidak bisa dibatalkan untuk pencegahan dapat menggunakan masker, untuk membatasi droplet menyebar ke penumpang lain. Sangat disarankan untuk membawa tisu desinfektan yang dapat digunakan menyeka tempat duduk, meja nampan, maupun sandaran tangan.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Bus Buy The Service (BTS) Gantikan Bus Trans, Lebih Nyaman & Gratis!

Umroh 2020 Kembali Dibuka, Arab Saudi Masih Larang Tiga Negara Ini

Indonesia Resesi Ekonomi Bulan Depan, Bagaimana Nasib Pariwisata?

Wuhan Bebas Virus Corona, Warga Rayakan dengan Pesta dan Dugem

27 Hotel Isolasi Pasien Covid-19 di Jakarta yang Dirujuk Pemerintah

Tingkat Keamanan Maskapai Indonesia dari Covid-19, Seberapa Aman?

FALLBACK
The END