Sidebar

Sensasi Menantang Menjajal Makanan di Restoran Tertinggi Sedunia

Sensasi Menantang Menjajal Makanan di Restoran Tertinggi Sedunia

Menuju restoran tertinggi di dunia, Anda mesti menempuh perjalanan ekstrem delapan hari, termasuk melewati bandara paling berbahaya di dunia. Berani coba?

SHARE :

Ditulis Oleh: Himas Nur

Restoran tertinggi di dunia ini dapat Anda temui di kawasan Pegunungan Himalaya. Restoran ini menyajikan sensasi yang berbeda dibanding ketika kita mencicipi makanan di destinasi wisata kuliner yang lain.

Tak hanya itu, lokasinya juga menantang dan harus membutuhkan perjuangan ekstra untuk mencapai ke sana. Anda mesti mendaki gunung dan melewati lembah selama satu pekan untuk merasakan santap mewah di ketinggian itu.

Baca Juga: Asian Games 2018, Momentum Emas Menjadikan Pempek Mendunia

Restoran tertinggi itu bernama Triyagyoni

Triyagyoni terletak di ketinggian 5.585 meter di puncak Gunung Imja Tse atau dikenal dengan Island Peak, Nepal. Pada 2 Juni lalu, Guinness World Records resmi menyematkan gelar ‘Restoran Tertinggi di Dunia’ untuk Triyagyoni.

Triyagyono dapatkan penghargaan sebagai highest pop-up restaurant (Foto/thehindu)

Perjalanan menuju Triyagyoni dapat dicapai melalui perjalanan ekstrem selama delapan hari. Mulai dari menempuh bandara paling berbahaya di dunia, Lukla, Nepal Timur hingga tiba di Everest Base Camp. Dari situ, Anda juga harus berjalan sekitar 16 jam dahulu ke Triyagyoni.

Pihak restoran sebenarnya juga menyajikan pilihan transportasi untuk menikmati Triyagyoni. Pertama, empat hari perjalanan menggunakan helikopter dari dan ke restoran.

Kedua, perjalanan sembilan hari dengan satu jalur dan menghabiskan sisa perjalanan dengan helikopter. Ketiga, perjalanan tujuh hari mendaki gunung.

Perjalanan yang melelahkan itu bakal terbayarkan dengan bersantap mewah ditemani pemandangan indah di puncak Imja Tse. Puncak bukit dan gunung berselimut salju bakal menemani Anda menyantap sajian yang ada di restoran tertinggi di dunia ini.

(Foto/Hungryonion)

Triyagyoni dipimpin oleh koki asal India, Sanjay Thakur dan Soundararajan. Sanjay menjelaskan, Triyagyoni merupakan nama yang diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti bahan-bahan alami.

Baca Juga: Saat Pempek Telah ‘Mendarah Daging’ di Masyarakat Palembang

Seperti namanya, restoran ini banyak menggunakan furnitur kayu dan memanfaatkan energi matahari. Mereka juga menggunakan tenda untuk menghalau kondisi yang berangin.

Restoran ini menyediakan delapan rangkaian menu yang meliputi bawang putih shishno, gulungan Himalaya, dal bhatt, salad ikan, ayam, panacota, bassa fillet, dan cheese platter.

SHARE :


Rekomendasi

Museum of Broken Relationship, Tempat Mengenang Kegagalan Cinta

Tradisi Berburu Paus di Lamalera, Antara Budaya atau Kelestarian Alam

Montage Palmetto Bluff, Tempat Justin Bieber dan Hailey Baldwin Menikah

5 Tempat untuk Berenang dan Berfoto Bersama Hiu Paus di Indonesia

The St Regis Bali Resort, Hotel Megah Tempat Raja Salman Menginap

Danau Kaco di Gunung Kerinci, Cerita Tragis dan Misteri yang Melegenda

FALLBACK
The END