Perbedaan Etika dari Berbagai Negara Dunia yang Perlu Kamu Pahami

Setiap negara memiliki keunikan. Hormati dan hargai setiap perbedaan yang ada. Seperti kata pepatah, di mana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung.

SHARE :

Ditulis Oleh: Echi

Tiap negara punya etika berbeda. Foto oleh Echi/Phinemo.com

Setiap bangsa memiliki tradisi dan kebiasaan berbeda yang terkadang tak dimengerti oleh bangsa lain. Kalau menurut antropolog Franz Boas dan Ruth Benedict, perbedaan tradisi dan kebiasaan ini muncul akibat koherensi budaya, termasuk aturan perilaku, bahasa, kreasi dan gagasan tentang dunia sesuai dengan kebutuhan dan bisa dimengerti masing-masing bangsanya.

Di Indonesia misalnya, kita mengenal banyak tradisi, kebiasaan atau pun perilaku unik yang melekat pada diri. Misalnya, foto bareng turis asing (bule) yang datang ke destinasi wisata Indonesia. Tak harus tampan, yang penting bule. Nggak heran, kalau bule di Indonesia diperlakukan bak seorang super star. 

Kebiasaan orang Indonesia yang satu ini tak jarang bikin bule bingung. Pada satu sisi, kebiasaan foto bareng turis terkesan ramah. Namun, di sisi lain, terkadang turis asing merasa privasinya terbatasi. Apalagi, mereka yang mengajak foto tanpa tahu waktu dan situasi. 

Hal tersebut bukan sekadar asumsi. David, seorang turis Amerika Serikat yang pernah kami wawancarai mengakuinya dalam video berdurasi 2 menit ini. 

Di negara-negara Eropa seperti Belanda, Swedia, atau pun Austria, meminta foto bersama turis asing bukan suatu hal yang wajar. Mereka tidak terbiasa dengan hal ini. Ketika ada turis asing yang sedang berkunjung di destinasi wisata, mereka cuek-cuek saja. 

Tapi, seorang turis Indonesia mengaku, nggak cuma di Indonesia, beberapa warga Amerika Serikat pun tertarik dengan keunikan turis asia. Ketertarikan mereka terkadang ditunjukkan dengan berbincang ringan atau beramah tamah, bukan lantas diabadikan dalam foto bersama.

Kebiasaan unik yang ada di berbagai negara

Dua warga Moskow sedang menikmati es krim di tengah cuaca yang bersalju. Foto dari Peter Dejong

Dalam kasus foto bareng bule, di Indonesia kebiasaan ini memang sah dan wajar saja. Tapi, bagi turis asing yang memiliki perbedaan budaya dan tradisi, kebiasaan ini terkadang mengganggu. Kenapa? Kembali lagi pada teori yang dikemukakan antropolog Franz Boas dan Ruth Benedict, setiap negara memiliki tradisi dan budaya yang berbeda sesuai dengan aturan yang telah disepakati setiap bangsanya.

Bukan hanya di Indonesia yang punya kebiasaan unik seperti ini. Negara lain pun juga. Di Rusia misalnya, negara yang dapat julukan negeri beruang kutub ini sepertinya memang tidak mengenal kata dingin. Saat musim dingin pun, mereka tetap menikmati es krim. 

Jepang pun memiliki kebiasaan unik. Salah satu yang paling populer adalah larangan mencelupkan nasi pada kecap. Hal ini dilakukan agar nasi tidak pecah saat akan dimakan. Padahal, kalau di Indonesia, kita malah suka makan nasi kecap dan telur dadar. 

Sedangkan Brazil, kecantikan dalam penampilan adalah segalanya. Mereka sangat mengagungkan kecantikan fisiknya. Jadi, tampil mengenakan bikin seksi di pantai adalah hal yang wajib. Ya, meskipun ada juga yang bertubuh kurang seksi, tapi mereka tetap percaya diri melakukannya. 

Etika sopan dan tidak sopan dari berbagai negara yang perlu kamu pahami sebelum berkunjung ke sana

Jangan mencelupkan nasi pada kecap di Jepang. Sumber foto

Aturan-aturan unik yang tak tertulis ini memang sudah melekat menjadi suatu tradisi. Mengenakan bikini mungkin masih belum wajar di Indonesia, tapi tidak dengan di Brazil. Di sana, malah menonjolkan setiap keindahan lekuk tubuhnya. 

Perbedaan tradisi dan budaya yang muncul dari berbagai negara ini lah yang menciptakan perbedaan pendapat tentang definisi kesopanan yang sesungguhnya. Pengertian nilai kesopanan tersebut muncul akibat hubungan antara kebiasaan dan aturan perilaku yang ada di tengah masyarakat.  

Saat bertamu ke negeri beruang putih, Rusia, kamu tidak diperkenankan untuk menolak jamuan yang ada. Pemilik rumah akan “memaksamu” menikmati semua makanan yang tersaji di meja tanpa sisa. Hingga kenyang dan susah berjalan. Hal ini dilakukan sebagai suatu penghormatan pada tamunya. Jika menolak, kamu dianggap telah melakukan suatu penghinaan.

Sekarang kita beralih ke negara di Amerika Selatan, Brazil. Di negara kita, mengucapkan persetujuan dengan kata “OK”, bukanlah suatu hal yang aneh apalagi kasar. Tapi, jangan coba kamu mengucapkannya saat di Brazil. Penggunaan kata “OK” untuk menyetujui sesuatu termasuk dalam perilaku yang tidak sopan. Orang Brazil lebih terbiasa ngasih jempol atas alias thumbs up sebagai tanda persetujuan. 

Sedangkan di Jepang, kamu tidak diperkenankan memberikan tip atau uang imbalan kepada para pelayan. Mereka melayani semua tamu dengan tulus dan sungguh-sungguh. Imbalan hanya dianggap suatu penghinaan. Cukup sampaikan terima kasih saja.

***

Setiap negara memiliki keunikan masing-masing. Hormati dan hargai setiap perbedaan yang ada. Seperti kata pepatah, di mana bumi dipijak, di situlah langit dijunjung.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU