7 Suku di Indonesia dengan Tradisi Unik dan Mengerikan, Jangan Dicoba!

Suku-suku di Indonesia dengan tradisi unik dan ekstrem, jangan pernah dicoba (news.okezone.com).

Sebagai negeri yang multikultural, indonesia terdiri lebih dari 300 suku bangsa dengan bahasa, tradisi, dan adat kebiasaan yang berbeda-beda. Setiap tradisi yang dianut merupakan warisan leluhur yang erat kaitannya dengan unsur spiritual dan kepercayaan. Beberapa tradisi tersebut bahkan cenderung unik dan mengerikan yang tidak bisa diterima akal sehat.

Berikut ini disajikan daftar tujuh tradisi unik dan mengerikan dari beberapa suku di Indonesia yang masih dilakukan hingga saat ini.

1. Debus – Banten

(intronesia)

Debus merupakan tradisi yang berasal dari Provinsi Banten berupa kegiatan melukai diri sendiri dengan berbagai senjata tajam seperti pedang, golok, atau pisau. Debus mengandung makna mendalam bahwa tuhan tidak akan membiarkan hambanya terluka dengan tubuh yang telah diberikan. Tradisi ini telah dianut oleh umat Islam sejak abad ke-16 di Banten, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

2. Pasola – Sumatera Barat

(travel Kompas)

Pasola merupakan upacara adat yang berasal dari Sumatera Barat dimana dua orang kesatria berkuda akan bertarung dengan tombak hingga salah satunya menyerah. Para kesatria terus bertarung dengan menusukkan tombak hingga darah bercucuran di arena. Masyarakat percaya bahwa darah yang jatuh ke tanah akan membuat tanah menjadi subur. Jika jatuh korban jiwa, sang korban akan dianggap bersalah karena telah melakukan kesalahan selama upcara adat Pasola berlangsung.

3. Bantengan – Banyuwangi

(Museum Daring Majapahit)

Bantengan merupakan tradisi lokal dari Kabupaten Banyuwangi di Jawa Timur sebagai bentuk rasa syukur kepada para banteng atau kerbau yang telah membantu petani membajak sawah selama setahun lalu. Bantengan dilakukan oleh warga setempat yang mengenakan pakaian serba hitam dengan penutup kepala seperti tanduk mirip banteng. Konon menurut kepercayaan, para warga yang menjadi bantengan benar-benar akan dirasuki oleh roh banteng sehingga kehilangan kesadaran dan berperilaku layaknya banteng sungguhan.

4. Ramuan Tongkat Madura, Madura

(Instagram/@toko_havisa)

Tongkat Madura merupakan sebuah ramuan luar yang bertujuan untuk mengencangkan dan mengembalikan keperawanan seorang wanita dengan cara memasukkan tongkat ini ke dalam organ kewanitaan selama dua sampai tiga menit. Ramuan tongkat Madura berbentuk oval dengan diameter 1,5 cm dan panjang 10 cm yang dapat digunakan dua sampai tiga kali sehari. Tongkat Madura ini juga mampu mengatasi masalah kewanitaan lain seperti menghilangkan keputihan dan lendir-lendir kotor, mengencangkan otot organ vital, serta menghilangkan aroma tidak sedap pada organ kewanitaan.

5. Ma’nene – Sulawesi Selatan

(news.okezone.com)

Ma’nene merupakan tradisi yang berasal dari Kabupaten Tana Toraja di Sulawesi Selatan berupa arak-arakan mumi dari leluhur yang telah meninggal. Sebelum tradisi Ma’nene dilakukan terlebih dahulu mumi akan diganti pakaiannya dengan pakaian baru seperti gaun atau jas formal. Konon jasad mumi dalam tradisi Ma’nene akan bisa berdiri dan berjalan sendiri seperti seolah ada kekuatan ghaib yang mengendalikannya.

6. Potong Jari – Papua

(Instagram/@ethnicvibes.id)

Tradisi Potong Jari merupakan tradisi ekstrem yang dilakukan oleh beberapa suku dari Wamena di Provinsi Papua. Setiap terdapat anggota keluarga yang meninggal maka anggota keluarga yang masih hidup akan memotong satu ruas jarinya sebagai bentuk rasa kehilangan. Kini Tradisi Potong Jari sudah mulai ditinggalkan karena dianggap terlalu berbahaya.

7. Mumi Hitam – Papua

(Instagram/@roel_riot)

Tradisi mumifikasi jenazah tak hanya ada di Mesir, Suku Dani Papua juga melakukan tradisi pembalsaman yang tokoh adat yang meninggal. Tradisi mumifikasi Suku Dani Papua sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Mumi milik Suku Dani sedikit berbeda karena memiliki warna hitam pekat dengan posisi tubuh duduk dan kepala menengok keatas serta mulut terbuka lebar. Teknik mumifikasi jenazah tidak melalui pembalsaman, jenazah yang baru wafat akan dijemur untuk dikeringkan lalu diletakkan di dalam sebuah gua. Setelah agak mengering dan menjadi mumi selanjutkan ditusuk dengan tulang babi dan diletakkan diatas perapian untuk menghilangkan lemak ditubuhnya.

Dapatkan ulasan menarik tentang tradisi dan tulisan Lain dari Taufiqur Rohman

Tags: ,

Paket Produk Penawaran

Pajang Paket Perjalanan Anda Disini. Klik Untuk Daftar