Pasca Gempa, Jalur Pendakian Gunung Rinjani Akhirnya Dibuka Kembali

Jalur pendakian Gunung Rinjani dibuka terbatas dari Lombok Tengah. Ini adalah pembukaan perdana setelah Lombok diguncang gempa.

SHARE :

Ditulis Oleh: Wike Sulistiarmi

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani mempertimbangkan untuk membuka jalur pendakian Gunung Rinjani via Aik Berik, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat  karena kerusakan akibat gempa bumi di kawasan itu tidak terlalu parah.

“Kemungkinan pertengahan November mulai dibuka secara terbatas, tidak sampai ke Danau Segara Anak. Tapi kami survei lagi dan nanti hasilnya akan diumumkan,” kata Kepala BTNGR Sudiyono usai memimpin rapat koordinasi membahas kondisi jalur pendakian Gunung Rinjani di Mataram, Selasa, 23 Oktober 2018 dilansir dari Tempo.

Jalur pendakian Aik Berik sendiri merupakan salah satu dari empat jalur pendakian resmi Rinjani yang selama ini dilewati wisatawan menuju Danau Segara Anak dan Puncak Rinjani.

Pemandangan jalur Aik Berik. Foto/Rinjani National Park Indonesia

Baca juga: Bukit Nanggi, Surga Di Lereng Gunung Rinjani Yang Instagramable

Sementara itu, tiga jalur pendakian lain yang belum boleh dibuka untuk aktivitas pendakian adalah jalur Timbanuh, Sembalun di Lombok, dan Senaru di Lombok Utara.

Menurut Sudiyono, tiga jalur tersebut rusak berat aibat rentetan gempa berkekuatan 7 Magnitudo yang mengguncang Lombok pada bulan Juli hingga Agustus 2018 lalu sehingga membahayakan keselamatan pendaki yang akan melakukan pendakian.

Jalur pendakian Gunung Rinjani via Aik Berik punya banyak kelebihan

Sudiyono mengungkapkan ada bayak kelebihan yang dimiliki jalur Aik Berik ini. Salah satunya adalah vegetasi yang masih lebat sehingga memungkinkan pendaki untuk berjumpa dengan satwa liar. Para pendaki juga akan disambut dengan beberapa air terjun di sekitar jalur pendakian. Misalnya air terjun di atas awan yang masih asri.

“Jadi, kami juga akan kombinasikan wisata pendakian dengan wisata air terjun yang ada di luar kawasan jalur pendakian, seperti air terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu” ungkapnya.

Baca juga: Menguak Mitos Segara Anak Rinjani, Limpahan Emas di Dasar Danau yang Tak Pernah Tersentuh

Air terjun Benang Stokel di Desa Aik Berik. Foto diambil dari sini

Sudiyono menambahkan, kini pihaknya sedang membutuhkan bantuan dan dukungan perbaikan sarana dan prasarana pendakian agar bisa dibuka pada November – Desember mendatang, seperti fasilitas MCK, pos peristirahatan, tempat kemah, rambu-rambu pendaki, dan masih banyak lagi yang lainnya.

“Kami berharap dukungan dari Dinas Pariwisata, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, dan para pencinta alam untuk membantu perbaikan fasilitas mulai pintu masuk hingga pos terakhir pendakian yang direkomendasikan,” tutupnya.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU