Sidebar

Kota Terlarang di Beijing Ditutup, China Diserang Wabah Virus Corona

Kota Terlarang di Beijing Ditutup, China Diserang Wabah Virus Corona

Kota Beijing membatalkan perayaan Imlek besar-besaran dan menutup situs Kota Terlarang yang menjadi atraksi wisata terpopuler di China.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Awal tahun 2020, publik kembali digegerkan dengan kabar wabah Virus Corona yang menjangkiti Kota Wuhan di China. Berdasarkan keterangan dari pemerintah terkait, sedikitnya terdapat 18 orang tewas akibat Virus Corona, sedangkan 600 lainnya positif terinfeksi. Warga Kota Wuhan juga dilarang untuk berkumpul dalam skala besar untuk menghindari semakin meluasnya penyebaran Virus Corona.

Virus Corona adalah jenis baru yang berhasil diidentifikasi oleh otoritas China. Virus ini termasuk kelompok virus yang umum ditemukan pada spesies hewan zoonotik. Dari morfologi dan gejala yang ditimbulkan Virus Corona memiliki kedekatan dengan Virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan MERS (Middle East Respiratory Syndrome).

Mulanya, Virus Corona ditularkan oleh hewan kepada manusia. Proses penyebarannya dapat melalui udara dengan batuk atau bersin dan kontak tangan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa Virus Corona yang menyerang Kota Wuhan berasal dari ular di China. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat China yang gemar mengonsumsi makanan ekstrem seperti ular dan kelelawar.

Situs Kota Terlarang Ditutup

(funlifecrisis.com)

Penyebaran Virus Corona terhitung sangat cepat, dalam beberapa hari saja telah sampai di Singapura, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Thailand. Di Singapura tercatat terdapat 28 kasus infeksi Virus Corona, tujuh diantaranya telah dinyatakan negatif. Wabah ini diprediksi akan terus meluas mengingat banyak etnis Tionghoa di seluruh dunia yang berpergian merayakan Imlek bersama sanak saudara.

Setelah merebaknya wabah Virus Corona, Kota Wuhan ditutup sebagian. Semua bandara, stasiun, dan sarana transportasi publik dari atau menuju Kota Wuhan ditutup untuk sementara. Kota Beijing yang tak jauh dari Kota Wuhan juga membatalkan perayaan Imlek besar-besaran dan menutup situs Kota Terlarang yang menjadi atraksi wisata terpopuler di China.

Sebagian besar warga Kota Wuhan merasa frustasi karena kota ditutup mendadak. Hampir semua supermarket di kota ini telah kehabisan stok sayur segar dan bahan makanan lain. Warga setempat kebingungan mencari cara untuk keluar dari Kota Wuhan agar bisa merayakan Imlek.

Upaya Preventif Agar Tidak Terinfeksi Virus Corona

(straitstimes.com)

Gejala yang ditimbulkan setelah terinfeksi Virus Corona adalah demam, flu, batuk, tenggorokan gatal, dan sakit kepala. Kondisi terparah disebut-sebut dapat menyebabkan penumonia akut. Saat ini belum ditemukan vaksin yang bisa menangkal infeksi Virus Corona, sehingga satu-satunya yang dapat dilakukan adalah upaya preventif agar tidak terinfeksi.

Bagi anda yang sedang berpergian ke luar negeri seperti China, Singapura, Amerika Serikat, Jepang, Thailand, dan Korea Selatan sebaiknya ditunda dulu atau beralih ke destinasi lain. Selalu gunakan masker kapanpun, terutama saat berada di fasilitas umum seperti bandara dan stasiun atau saat berada di kerumunan orang. Rajinlah mencuci tangan dan jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut.

SHARE :


Rekomendasi

The Great Blue Hole, Titik Terdalam Bumi yang Masih Misterius

Umaid Bhawan Palace, Bekas Istana yang Disewakan untuk Penginapan

Rumah Pohon Suku Korowai, Potret Hidup Harmonis dengan Alam

Museum of Broken Relationship, Tempat Mengenang Kegagalan Cinta

Tradisi Berburu Paus di Lamalera, Antara Budaya atau Kelestarian Alam

Montage Palmetto Bluff, Tempat Justin Bieber dan Hailey Baldwin Menikah

FALLBACK
The END