Kisah Kyai Rajamala, Kapal Titanic-nya Indonesia yang Sempat Jaya di Masa Lampau

Dalam perjalanannya, Kapal Kyai Rajamala pernah mengarungi Kali Brantas, Bengawan Solo, Laut Utara Jawa hingga ke Selat Madura.

Ditulis Oleh Shabara Wicaksono

Hampir semua orang tahu kisah Kapal Titanic, kapal yang disebut sebagai kapal termegah di zamannya. Tapi tak banyak yang tahu kalau ternyata Indonesia sempat memiliki kapal dengan kejayaan serupa. Kapal tersebut bernama Kyai Rajamala. Kapal ini memiliki kisah cukup panjang dari mulai dibangun hingga dioperasikan.

kapal kyai rajamala

Kapal Kyai Rajamala menjadi kapal kebanggaan Solo.

Baca juga: Suku Xingu, sekumpulan wanita cantik yang ahli bertarung

Kala itu, ketika zaman penjajahan Belanda, kebanyakan raja yang menguasai nusantara memiliki hubungan baik dengan kolonial, termasuk Sultan Solo saat itu, Paku Buwono IV.

Ia menerima kapal raksasa dari Gubernur Daendels sebagai tanda persaudaraan pada tahun 1809.

Ketika itu, sang sultan berinisiatif untuk membuat perahu yang sama. Ia memerintahkan putranya, Pangeran Adipati Anom, untuk menciptakan kapal dengan kayu jati dari Hutan Danoloyo.

Setelah membutuhkan waktu dua tahun untuk membangunnya, kapal raksasa tersebut jadi dan diberi nama Kyai Rajamala.

Karena sudah menjadi bagian dari keraton kesultanan Solo, Kyai Rajamala dianggap seperti keluarga.

Bersama dengan kapal pemberian Daendels, Kyai Rajamala bahkan dikawinkan layaknya sepasang kekasih. Upacara pernikahan tersebut dilaksanakan di Kedhung Penganten Bengawan Solo pada 19 Juli 1811.

Setelah itu, kapal seluas 58,9×6,5 meter ini dijadikan sebagai alat transportasi yang menemani ke manapun sang sultan ingin pergi.

Pada zaman itu, satu-satunya transportasi yang memungkinkan adalah kapal atau perahu. Oleh karenanya, saat hendak melamar Putri Bupati Cakraningrat di Sumenep untuk dijadikan istri, Raja Paku Buwono menggunakan kapal yang kini dijuluki Titanic-nya Indonesia ini.

Khusus untuk acara lamaran tersebut, untuk memperindah Kyai Rajamala, sebagai ornamen dipilihlah canthik (hiasan di bagian depan dan belakang kapal) berupa tokoh Raden Rajamala yang terkenal gagah dan sakti di dunia pewayangan.

Dalam perjalanannya, Kapal Kyai Rajamala pernah mengarungi Kali Brantas, Bengawan Solo, Laut Utara Jawa hingga ke Selat Madura.

Pada pemerintahan Sultan Paku Buwono VII, Kyai Rajamala mengalami dua kali pengecilan karena sungai yang semakin surut.

Baca juga: Uniknya Suku Mosuo, wanita di sana bebas tidur dengan pria manapun.

Selama renovasi badan kapal, banyak warga yang terserang penyakit. Konon, hal tersebut sebagai bentuk kemarahan dari kayu kapal yang diambil dari daerah wingit Hutan Donoloyo.

Kyai Rajamala terakhir digunakan pada era Paku Buwono VII. Bangkai kapal ini ditemukan di Pesanggrahan Langenharjo (tempat istirahat raja).

Kini canthik Kapal Rajamala diabadikan di dua tempat, Museum Keraton Surakarta dan Museum Radya Pustaka.

Dapatkan ulasan menarik lainnya tentang UNIK, tulisan lain Shabara Wicaksono

Tag : ,



Next Post