Kenapa Jawa Barat Sering Gempa Bumi? Terungkap Inilah Penyebabnya

Sejak Januari hingga Juli 2020 tercatat lebih dari 35 aktivitas gempa bumi hanya di Jawa Barat dan Banten. Kenapa Jawa Barat sering gempa bumi?

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Gempa bumi belakangan sering melanda Jawa Barat dan sekitarnya. Sejak Januari hingga Juli 2020 tercatat lebih dari 35 aktivitas gempa bumi hanya di Jawa Barat dan Banten. Terakhir, gempa bumi melanda Pangandaran pada 25 Oktober 2020 dengan kekuatan 5,9 Magnitudo. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa hampir setiap bulan Jawa Barat sering gempa bumi?

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, Jawa Barat memang menjadi daerah dengan aktivitas gempa bumi paling aktif di Pulau Jawa. Hal ini karena Jawa Barat berada dekat dengan sumber gempa bumi, yaitu di laut selatan. Terdapat satu daerah subduksi di kawasan laut selatan Jawa Barat, tempat dua lempeng bumi bertemu. Selain itu di darat juga terdapat beberapa sesar atau rekahan kulit bumi.

Berdasarkan catatan BMKG, sebenarnya setidaknya satu kali dalam sehari selalu terjadi gempa bumi di sekitar Jawa Barat, namun umumnya dalam skala kecil sehingga hanya dapat direkam oleh seismograf. Rata-rata dalam satu bulan sekali terjadi satu gempa bumi di Jawa Barat dengan skala yang cukup besar dan dapat dirasakan oleh manusia. Hal ini sesuatu yang wajar.

Ancaman Tsunami Setinggi 20 Meter

Bulan September lalu, salah seorang peneliti dari ITB mengumumkan hasil risetnya tentang potensi tsunami setinggi 20 meter jika terjadi gempa bumi megathrust terjadi di selatan Jawa. Zona megathrust adalah istilah untuk menyebut jalur subduksi lempeng bumi yang sangat panjang, tapi relatif dangkal. Lempeng bumi digambarkan menumpuk, lempeng yang berada di bawahnya mendorong lempeng di atasnya.

Potensi gempa dan tsunami diperoleh melalui riset atas jalur sepi gempa (seismic gap) dari Samudera Indonesia di pesisir selatan Jawa. Zona defisit slip segmen megathrust di selatan Jawa Barat setara dengan akumulasi energi gempa 8,9 magnitudo, dan asumsi periode ulang gempa 400 tahun sesuai hasil penelitian sebelumnya. Untuk periode ulang sama, defisit slip tinggi di segmen megathrust Jawa Timur setara 8,8 magnitudo.

Potensi gempa megathrust di Indonesia tidak hanya berdasarkan hitung-hitungan dua segmen di atas. Sebelumnya sejumlah potensi gempa sejenis telah diungkap di selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Barat dan wilayah bagian barat Sumatera. Termasuk yang akan terkena dampaknya adalah ibukota Jakarta. Meskipun kekuatannya akan turun, namun kondisi pada endapan tanah cekungan Jakarta bisa memperbesar efeknya.

Indonesia Langganan Gempa Bumi

Selain Jawa Barat, sejumlah wilayah di Indonesia juga memiliki intensitas gempa bumi yang tinggi. Ini terjadi karena pengaruh geografis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudera. Di antara dua benua, berarti negeri ini terletak di tengah-tengah dua lempeng tektonik, yaitu Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik yang terus bergerak secara aktif.

Pergerakan lempeng seringkali mengalami benturan dengan lempeng lain yang akhirnya menjadi penyebab terjadinya gempa tektonik. Tidak hanya itu, gempa vulkanik juga sering melanda Indonesia mengingat posisinya di Cincin Api Pasifik. Aktivitas vulkanik di gunung berapi juga dapat memicu tanah di atasnya bergetar dan menimbulkan terjadinya gempa vulkanik.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU