Kenapa Jalan Malioboro Sangat Terkenal? Berikut Sejarahnya

Jika hanya sekadar ruas jalan, kenapa Jalan Malioboro begitu terkenal? Bukan sekadar jalan biasa, Malioboro adalah pusat oleh-oleh dan wisata belanja.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Jalan Malioboro merupakan nama suatu kawasan jalan paling terkenal di kota Jogja, membentang dari Tugu Yogyakarta hingga perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Selain karena lokasinya berada di jantung kota, Malioboro juga semakin populer berkat cerita sejarah dan mitos yang menyertainya. Kawasan jalan ini sering dikaitkan dengan tiga tempat yang paling sakral di Jogja, yakni Gunung Merapi, Pantai Selatan, dan Keraton.

Bersama Jalan Margo Utomo dan Jalan Margo Mulyo, Jalan Malioboro jadi poros imaginer dari Keraton Yogyakarta. Nama ‘Malioboro’ dari kawasan jalan ini diambil dari nama seorang jenderal Inggris, Duke of Marlborough (1650-17220). Pada tahun 1811-1816, Inggris menduduki Jawa. Masyarakat sangat mengagumi sosok sang jenderal hingga menjadikannya nama jalan.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa nama Malioboro diambil dari bahasa Sansekerta, berasal dari kata ‘Malyabhara’ yang bermakna untaian bunga. Penyebutan nama Malioboro mulai kian dikenal setelah terjadinya Perjanjian Giyanti pada tahun 1755. Jalan Malioboro menjadi jalan utama yang dilewati oleh para gubernur jenderal atau pejabat tinggi dari kolonial Eropa saat melakukan kunjungan resmi ke Yogyakarta.

(dolandolen.com)

Kenapa Jalan Malioboro Terkenal?

Rasanya tidak bisa disebut liburan ke Jogja jika belum berkunjung ke Jalan Malioboro. Kawasan jalan ini menjadi tempat populer yang seolah haram untuk dilewatkan. Kepopulerannya bahkan setara Keraton Yogyakarta. Jika hanya sekadar ruas jalan, kenapa Jalan Malioboro begitu terkenal? Bukan sekadar jalan biasa, Malioboro adalah pusat oleh-oleh dan wisata belanja.

Namun jauh sebelum itu, Jalan Malioboro memang sudah terkenal. Tahun 1710, Hindia Belanda membangun Benteng Vredeburg di ujung selatan ruas Jalan Malioboro. Kemudian diikuti dengan pembangunan Dutch Club tahun 1822, The Dutch Governor’s Residence tahun 1830, Java Bank, serta Kantor Pos Yogyakarta. Kemudian pada tahun 1887 didirikan Stasiun Tugu Yogya.

Jalan Malioboro menjadi pusat perdagangan yang maju berkat kerjasama perniagaan antara Belanda dan para pedagang Tiong Hoa dari China. Jalan ini juga memiliki peranan penting dalam perjuangan kemerdekaan. Pada tahun 1949, bagian selatan Malioboro pernah menjadi lokasi pertempuran terhadap Belanda yang dikenal dengan Peristiwa Serangan Umum 1 Maret.

(travel.kompas.com)

Terdapat berbagai objek bersejarah di Jalan Malioboro, diantaranya yaitu Stasiun Tugu, Tugu Yogyakarta, Gedung Agung, Pasar Beringharjo, Benteng Vredeburg, dan Monumen Serangan Umum 1 Maret. Kini Malioboro terus mengalami perkembangan dengan tetap mempertahankan konsep aslinya dahulu. Ruas jalan ini menjadi pusat kehidupan masyarakat Yogyakarta.

Malioboro terkenal akan banyaknya pedagang kaki lima yang menjajakan beragam oleh-oleh khas Jogja dan warung-warung lesehan di malam hari yang menjual berbagai menu makanan. Para seniman lokal juga sering berkumpul di Jalan Malioboro untuk mengekspresikan kemampuan seni mereka, seperti bermain musik, melukis, happening art, serta pantomim.

SHARE :



REKOMENDASI

ARTIKEL KEREN PALING BARU