Kejayaan Peradaban Yunani Kuno yang Tergambarkan Melalui Kuil Parthenon

Kuil Parthenon Bukti Kejayaan Peradaban Yunani Kuno (Flickr/atheism)

Kuil parthenon merupakan sebuah kuil kuno yang terletak di bukit akropolis Kota Athena, Yunani. Kuil parthenon dibangun pada tahun 432 SM sebagai tempat untuk menyembah Dewi Athena, seorang dewi perang dan kebijaksanaan dalam mithologi Yunani. Menurut cerita, dahulu terdapat patung raksasa Dewi Athena yang berlapis emas di dalam kuil parthenon. Sekarang patung tersebut sudah tidak ada karena sudah dilelehkan untuk diambil emasnya oleh para penjarah makam zaman dulu. Keberadaan kuil ini menjadi daya tarik utama bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke Negara Yunani.

Kuil parthenon sempat berganti-berganti fungsi hingga difungsikan sebagai situs sejarah seperti sekarang. Dibawah kekuasaan Kakaisaran Byzantium, kuil parthenon sempat difungsikan sebagai gereja selama ribuan tahun. Pada masa kekuasaan Kesultanan Ottoman  di Yunani pada abad ke-15, kuil parthenon kemudian beralih fungsi lagi menjadi masjid untuk tempat ibadah umat muslim.

Alih fungsi kuil parthenon menjadi masjid merupakan suatu bentuk hukuman yang dilakukan oleh Sultan Mehmed selaku sang penakluk kepada masyarakat Athena yang mencoba melakukan perlawanan. Namun demikian, ketika alih fungsi kuil parthenon menjadi masjid tak banyak perubahan dari sisi dekorasi bangunan. Saat itu umat islam beribadah di kuil parthenon dibawah ornamen dan lukisan bernuansa kristiani.

Ledakan tahun 1687 yang mengahncurkan bukit akropolis turut menghancurkan masjid kuil parthenon. Kesultuanan ottoman kemudian membangun kompleks masjid baru yang lebih sederhana di dekat puing-puing kuil parthenon yang hancur. Masjid ini kokoh berdiri hingga dekade 1820 sebelum akhirnya dikepung oleh masyarakat Yunani yang ingin merdeka dan lepas dari Kesultanan Ottoman.

Tahun 1980an kuil parthenon yang hancur kemudian direkonstruksi kembali dibawah kepemimpinan arsitek Nikolaos Balanos. Tiang-tiang utama kuil dan dinding-dinding yang roboh kemudian didirikan kembali. Nikolaos Balanos menggunakan teknik yang salah saat merekonstruksi kuil parthenon dengan menggunakan penjepit besi, sehingga saat penjepit besi berkarat keindahan ukiran dinding menjadi rusak. Pada tahun 1975 dibawah arsitek Malonis Korres, kuil parthenon kembali direkonstruksi. Menghabiskan dana USD 90 juta, kuil parthenon nampak seperti saat pertama kali dibangun.

Dapatkan ulasan menarik tentang yunani dan tulisan Lain dari Taufiqur Rohman

Tags: , ,

Paket Produk Penawaran

Pajang Paket Perjalanan Anda Disini. Klik Untuk Daftar