Grebeg Maulud 2020 di Jogja Ditiadakan Karena Pandemi Covid-19

Keraton Yogyakarta secara resmi telah mengumumkan bahwa perayaan Grebeg Maulud Nabi Muhammad SAW di tahun 2020 akan ditiadakan.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Keraton Yogyakarta secara resmi telah mengumumkan bahwa perayaan Grebeg Maulud Nabi Muhammad SAW di tahun ini akan ditiadakan. Acara tradisi Grebeg Maulud sedianya diperingati pada Kamis, 29 Oktober 2020 atau 12 Maulud Jimakhir 1954 dibatalkan karena alasan pandemi serta untuk menghindari munculnya kluster baru penularan Covid-19 di Jogja.

Dalam surat edaran Keraton Yogyakarta pada Senin (26/10), Kawedanan Hageng Panitrapura Keraton Yogyakarta GKR Condrokirono menyebutkan bahwa rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada hari Kamis (29/10) akan diadakan secara sederhana dan terbatas. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan status tanggap Covid-19 di Jogja.

Meskipun tidak ada perayaan besar-besaran, prosesi akan tetap digelar secara internal. Keraton Yogyakarta juga akan membagikan gunungan Grebeg Maulud seperti tahun-tahun sebelumnya namun dalam jumlah yang terbatas dengan tanpa mengurangi filosofi maupun esensi sebagai bentuk konsistensi pelestarian budaya Jawa warisan leluhur.

(pesonaindonesia.kompas.com)

Selain Grebeg Maulud, rangkaian hajad dalem lainnya untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW seperti Miyos Gangsa, dan Kondur Gangsa juga akan ditiadakan. Miyos Gangsa dan Kondur Gangsa tak bisa dilakukan karena bertepatan dengan hari Jumat. Parade Prajurit Keraton Yogyakarta yang biasa dilakukan di akhir perayaan Grebeg Maulid juga ditiadakan.

Miyos Gangsa adalah prosesi keluarnya gamelan Sekati Kyai Gunturmadu dan Kyai Ngawilaga dari Bangsal Ponconiti menuju Masjid Gede Kauman . Menyambut kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW, gamelan akan terus ditabuh dari pagi hingga malam. Gamelan selanjutnya dikembalikan lagi ke dalam Keraoton Yogyakarta melalui prosesi yang disebut Kondur Gangsa.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU