Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Jet Lag Akibat Penerbangan Jauh

Gejala, penyebab, dan cara mengatasi jet lag setelah mengalami penerbangan jarak jauh (lifestyle.okezone.com).

Jet lag dapat didefinisikan sebagai gangguan tidur setelah melakukan perjalanan jarak jauh dengan menggunakan pesawat melintasi zona waktu berbeda. Biasanya gangguan yang terjadi berupa rasa kantuk yang teramat pada siang hari, sebaliknya pada malam hari sulit untuk tidur. Hal ini disebabkan karena tubuh masih mempunyai jam biologis yang masih sama dengan zona waktu sebelumnya.

Semakin banyak zona waktu yang dilewati maka semakin besar pula kemungkinan untuk mengalami jet lag. Biasanya jet lag akan menghilang seiring dengan berjalannya waktu setelah mengalami gejala-gejalanya.

Gejala Jet Lag

Gejala jet lag dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, dewasa, bahkan lansia sekalipun. Jet lag ditandai dengan rasa lelah dan kantuk pada pagi hingga siang hari, sedangkan saat malam sangat sulit untuk tertidur. Gejala lainnya yang mungkin dirasakan antara lain:

  • Perubahan mood
  • Sakit kepala
  • Sulit berkonsentrasi
  • Lebih mudah lupa
  • Mual
  • Gangguan pencernaan, seperti diare atau sembelit
  • Kesulitan dalam bergerak
  • Dehidrasi
  • Gangguan kecemasan
  • Jantung berdebar

Penyebab Jet Lag

Setiap tubuh manusia memiliki jam biologi yang sama dengan perputaran bumi, yaitu 24 jam. Jam biologis dalam dunia kedokteran disebut irama sirkadian, yang membuat seseorang dapat terjaga saat siang hari dan tidur saat malam hari. Jet lag hanya berlangsung sementara sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Setidaknya butuh waktu sekitar 1-2 hari dari jet lag setelah melintasi satu zona waktu.

Selain proses adaptasi tubuh, jet lag juga dapat dipicu oleh beberapa faktor luar seperti diantaranya adalah:

  • Perubahan tekanan udara di dalam kabin pesawat
  • Rendahnya kelembapan udara di dalam kabin pesawat
  • Ketinggian pesawat di atas permukaan air laut

Cara Mengobati dan Mencegah Jet Lag

Mengobati dan mencegah jet lag setelah penerbangan jarak jauh dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut.

  • Tidur dengan bangun lebih cepat atau lebih lama dari biasanya sebelum penerbangan untuk mengantisipasi perubahan zona waktu.
  • Memilih penerbangan dengan estimasi waktu tiba menjelang sore dan usahakan untuk tidak tidur hingga 22.00 waktu setempat.
  • Sesuaikan jam anda (smartphone dan jam tangan) dengan waktu setempat agar dapat menyesuaikan dengan aktivitas anda.
  • Minum air putih secukupnya sebelum, selama, dan setelah penerbangan untuk mencegah dehidrasi yang dapat memperparah terjadinya jet lag.
  • Hindari konsumsi kafein atau alkohol dan makanan berat, setidaknya 3-4 jam sebelum waktu tidur karena dapat membuat sulit tertidur.
  • Paparkan tubuh dibawah sinar matahari sesaat setelah tiba di tujuan, berdiam diri di ruangan gelap dapat memperparah gejala jet lag.
  • Gunakan penyumbat kuping atau penutup mata untuk mengurangi suara dan paparan cahaya selama tidur di pesawat.

Tidak perlu pengobatan khusus untuk mengatasi jet lag. Semua gejalanya akan membaik setelah beberapa hari. Namun demikian, jika gejalanya tidak kunjung membaik sebaiknya konsultasikan dengan dokter terkait. Dokter akan memberikan pengobatan berupa obat-obatan kimia atau terapi cahaya.

Dapatkan ulasan menarik tentang jet lag dan tulisan Lain dari Taufiqur Rohman

Tags: , ,

Pajang Iklan Anda Klik Untuk Daftar







Loading Next Article ....