5 Film Perjalanan Bertema Budaya Indonesia

Bangga, 5 film ini tonjolkan budaya Indonesia dalam alur ceritanya.

Ditulis Oleh Wike Sulistiarmi

Film 5cm. 

Bicara tentang film Indonesia memang tidak akan ada habisnya, bahkan di tahun 2017 ini lebih dari 25 film Indonesia telah tayang di bioskop. Termasuk film perjalanan berjudul Negeri Dongeng yang disutradarai oleh Anggi Frisca, Trinity, The Nekad Traveler yang disutradarai oleh Rizal Mantovani, hingga film Labuan Hati yang disutradarai oleh Lola Amaria. 

Suka film? Kamu juga harus lihat film perjalanan terbaik seumur hidup dengan klik di sini.

Film-film perjalanan itu laris manis di pasaran dan cukup membuat penikmat film ketagihan dengan alur cerita menarik dan pemandangan cantik Indonesia yang ditampilkan dalam setiap scene nya. Kerennya lagi, ternyata ada 5 film perjalanan yang ternyata bukan hanya menyorot keindahan Indonesia, namun juga adat dan budayanya. Film apa sajakah itu? Berikut ini listnya!

1. Mirror Never Lies

film promosi wisata

Film Mirror Never Lies rilis di tahun 2011 dan disutradarai oleh Kamila Andini. Film ini memang tidak asing ditelinga kita karena film ini memang beberapa kali mendapatkan penghargaan sebagai film terbaik dalam Festival Film Indonesia tahun 2011 dan masuk dalam beberapa nominasi film terbaik di beberapa festival film lainnya.

Film ini cukup tajam menyajikan adat budaya Indonesia, terutama adat lokal suku Bajo dan kekayaan laut Wakatobi yang menjadi fokus sang Sutradara.

Film ini sendiri menceritakan tentang seorang gadis kecil bernama Pakis yang berusahan menemukan sang ayah yang hilang di lautan. Dalam film ini Pakis cukup banyak menonjolkan adat suku bajo untuk menemukan sang ayah seperti melakukan tradisi penggunaan cermin dan pemakaian bedak putih di wajahnya.

2. Denias – Senandung di Atas Awan

FILM SYUTING DI GUNUNG

Denias Senandung di Atas Awan. 

Kamu pasti tidak asing dengan Film Denias, selain tayang di bioskop tahun 2006, film ini memang telah tayang di TV Swasta.

Film ini cukup fenomenal karena sang sutradara, John de Rantau berani menonjolkan seorang anak suku pedalaman Papua bernama Denias dalam film ini. Dalam film ini Denias berjuang mati-matian dalam memperjuangkan pendidikannya di Papua.

Uniknya lagi, cerita dalam film ini diadaptasi dari sebuah kisah nyata sehingga baik kebiasaan dan adat Papua tersaji dengan luwes dalam film ini. Asiknya lagi, sang sutradara juga menampilkan keindahan Papua dalam film ini.

3. Eat, Pray, Love

penulis-eat-pray-love

Siapa sih yang tidak tahu film Eat, Pray, Love? Film yang dibintangi oleh Julia Roberts ini cukup fenomenal karena dalam alur ceritanya cukup menonjolkan kebudayaan Bali.

Film yang diangkat dari sebuah kisah nyata ini menampilkan keindahan Indonesia lewat Bali. Film ini menceritakan sebuah perjalanan seorang wanita yang mengelilingi dunia hanya untuk menemukan jati dirinya. Ia melakukan beberapa ritual Bali untuk menemukan jati dirinya.

Meskipun film ini tidak sepenuhnya menampilkan kebudayaan Bali, namun beberapa adegan yang dilakukan oleh Julia Robert cukup mendiskripkasikan keragaman kebudayaan Indonesia yang banyak dibahas oleh dunia.

Lihat juga kerennya behind the scene film perjalanan dengan klik di sini.

4. The Fall

film luar negeri

Satu lagi film luar negeri yang cukup membuatmu bangga menjadi orang Indonesia, yaitu film The Fall. Film ini telah rilis tahun 2006 dan menampilkan kebudayaan Bali dengan amat jelas dan kentara.

Tarian adat Bali yaitu tari kecak dan beberapa tari lainnya ditampilkan dalam film ini. Sang Sutradara mengambil Ubud sebagai lokasi syutingnya agar film The Fall benar-benar dapat dinikmati khitmat oleh para penontonnya.

Bagi Kamu yang sudah nonton film ini pasti sudah tahu fakta menarik ini.

5. Pendekar Tongkat Emas

Sebenarnya Pendekar Tongkat Emas adalah film fiksi tapi kisahnya cukup menggambarkan kebudayaan Indonesia yang kental akan silat dan jurus-jurus bela diri yang kini mulai ditinggalkan.

Lewat film ini sang sutradara menceritakan pertikaian epik para pemainnya. Uniknya, keindahan Indonesia (Tanah Sumba Timur) juga ikut ditampilkan dalam film ini. Jadi, bukan hanya adat saja namun juga keindahan Indonesia. Sehingga tidak membuat penonton merasa bosan selama menonton film ini.

***

Itulah 5 film perjalanan yang cukup menyorot kebudayaan Indonesia. Kita patut bangga karena di luar sana para sutradara ternyata peduli dengan budaya dan adat istiadat Indonesia.

Dapatkan ulasan menarik lainnya tentang FILM TRAVELING, tulisan lain Wike Sulistiarmi

Gabung dengan Phinemo Community, kumpulkan poin dengan membagikan pengalaman jalan-jalan kamu dan tukarkan dengan reward dari Phinemo Partner. Gabung Sekarang ->
Next Post