Sidebar

Fakta Suku Ainu Jepang, Penduduk Asli Negeri Sakura yang Terasingkan

Fakta Suku Ainu Jepang, Penduduk Asli Negeri Sakura yang Terasingkan

Diyakini bahwa Suku Ainu Jepang merupakana penduduk asli Jepang yang keberadaannya sudah ada sejak Periode Jomon. Diperkirakan, Periode Jomon ini berlangsung antara tahun 14.500 SM hingga 300 SM. 

SHARE :

Ditulis Oleh: Rizqi Y

Jauh sebelum Jepang menjadi negara super maju, ternyata pernah tercatat kehidupan suku aslinya yang justru jauh dari kata modern dan maju. Suku Ainu Jepang yang disebut-sebut sebagai cikal bakal etnis pribumi Jepang ini pun menyimpan berbagai fakta menarik yang tak banyak diketahui orang-orang masa kini.

Beberapa fakta menarik tentang Suku Ainu Jepang di antaranya:

1. Suku Ainu konon penduduk asli Jepang yang hidup dari Periode Jomon

Suku Ainu hidup sejak Periode Jomon. Foto: terriwindling.com

Diyakini bahwa Suku Ainu merupakana penduduk asli Jepang yang keberadaannya sudah ada sejak Periode Jomon. Periode Jomon sendiri merupakan periode penting dalam masa prasejarah Jepang. Pada masa ini, kebudayaan Jepang mulai terbentuk.

Diperkirakan, Periode Jomon ini berlangsung antara tahun 14.500 SM hingga 300 SM.

Baca juga: Jigai, Tradisi Bunuh Diri Wanita Jepang yang Bikin Merinding

2. Suku Ainu Jepang yang hidup dalam persembunyian

Suku Ainu hidup dalam persembunyian. Foto: harian.analisadaily.com

Suku Ainu yang diyakini sebagai penduduk asli Jepang, kini justru menjadi kelompok minoritas di negeri asal mereka. Diduga masih ada ribuan keturunan Ainu, namun jumlahnya takbisa dipastikan karena banyak suku Ainu yang menyembunyikan asal-usul mereka.

Orang-orang Ainu yang masih hidup bahkan tak menyadari garis keturunan mereka. Orang tua dan kakek-nenek mereka merahasiakannya untuk melindungi anak-anak mereka dari masalah sosial.

Hingga tahun 1997, pemerintah Jepang sebenarnya melarang kegiatan budaya Ainu dengan harapan masyarakat bisa berpindah ke budaya Jepang modern. Keberadaan Suku Ainu Jepang bahkan baru diakui pada tahun 2008 lalu.

3. Mata pencaharian Suku Ainu

Mata pencaharian Suku AInu dengan beerdagang. Foto: thedailyjapan.com

Dulu Suku Ainu hidup dengan cara bertani, berburu, dan menangkap ikan. Meski demikian, saat ini cara tersebut sudah tak dipakai lagi. Kini Suku Ainu hidup dengan bergantung pada perdagangan dengan turis. Yang menjadi andalan mereka adalah karya mereka yang berupa kerajinan tradisional. Kerajinan ini kemudian dijual kepada pengunjung.

4. Kebudayaan Ainu yang berbeda dengan kebudayaan Jepang modern

Para wanita Ainu yang membuat tato di mulut. Foto: bahasajepang.org

Ada banyak perbedaan yang signifikan antara budaya Ainu dan budaya Jepang seperti yang kita kenal, salah satunya tentang bahasa. Berbeda dengan bahasa Jepang modern, yang berasal dari bahasa Cina, bahasa Ainu memiliki keunikan tersendiri. Tidak banyak yang tahu mengenai bentuk tulisan mereka. Sekarang, hanya ada segelintir penutur asli Ainu, semuanya tua, bahkan terancam punah.

Baca juga: Patuhi Hal Ini Ketika Anda Datang ke Kyoto, Jepang

Karena kurangnya pengetahuan tentang bentuk tulisannya, penggunaan bahasa Ainu sebagian besar telah ditulis menggunakan kana Jepang. Suku Ainu Jepang juga bisa berbahasa Jepang, sehingga mereka bisa berbaur dengan warga Jepag modern.

Salah satu budaya unik lainnya yang dimiliki Suku Ainu adalah tato di mulut para wanita. Biasanya para wanita di Suku Ainu akan mebuat tato di mulut ketika mereka sudah dewasa. Sedangkan para lelaki akan berhenti mencukur jenggot mereka pada usia tertentu.

SHARE :


Rekomendasi

Pulo Cinta Eco Resort, Hotel Mewah Ala Maldives di Pesisir Sulawesi

Tempat Snorkeling di Bintan Tercemar Minyak, Potret Buruk Pengelolaan Limbah

The Great Blue Hole, Titik Terdalam Bumi yang Masih Misterius

Umaid Bhawan Palace, Bekas Istana yang Disewakan untuk Penginapan

Rumah Pohon Suku Korowai, Potret Hidup Harmonis dengan Alam

Museum of Broken Relationship, Tempat Mengenang Kegagalan Cinta

FALLBACK
The END