Picu Kontroversi, Tiongkok Legalkan Cula Badak dan Tulang Harimau

Berdalih pengobatan, Cula Badak dan Tulang Harimau kini legal. Namun ini memicu aktivitas perburuan ilegal dan mengancam populasi hewan liar punah.

SHARE :

Ditulis Oleh: Himas Nur

Berdalih pengobatan, Cula Badak dan Tulang Harimau kini legal digunakan di Tiongkok. Keduanya boleh digunakan untuk penelitian medis dan obat-obatan tradisional.

Pemerintah Tiongkok menerbitkan aturan bahwa spesies tersebut hanya boleh didapat dari peternakan. Meski begitu, para konservasionis mengatakan, kebijakan ini akan memicu aktivitas perburuan ilegal dan semakin mengancam populasi hewan liar yang rentan punah.

Baca Juga: Kejanggalan Paket Wisata ke Bali yang Dijual Murah untuk Turis China

Direktur Kebijakan Satwa Liar di World Wildlife Fund (WWF), Leigh Henry, mengungkapkan bahwa kebijakan ini sangat mengkhawatirkan.

Membedakan hewan mana yang diperoleh di peternakan dengan hasil buruan sangatlah sulit. Dengan kata lain, keputusan pemerintah Tiongkok tersebut semakin memberikan celah bagi pedagang hewan liar ilegal.

Padahal diketahui bahwa badak dan harimau merupakan dua spesies yang terancam punah  dan perdagangan mereka sangat dilarang.

Kecaman legalnya cula badak dan tulang harimau

tulang harimau ang dilegalkan Tiongkok menimbulkan banyak kecaman. (Foto/Mongabay)

Kebijakan Tiongkok melegalkan cula badak dan tulang harimau ini bertentangan dengan upaya negara tersebut dalam memerangi perburuan selama beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, Tiongkok telah menetapkan larangan perdagangan hewan liar selama 25 tahun serta berupaya keras mencegah impor atau ekspor bagian tubuh mereka.

Begitu pula dengan World Federation of Chinese Medicine Societies yang telah melarang penggunaan cula badak dan tulang harimau dari daftar produk yang disetujui untuk digunakan pada pasien.

Reputasi konservasi Tiongkok dipertanyakan

cula pada badak yang dilegalkan Tiongkok menimbulkan banyak kecaman. Sumber foto

Adanya kebijakan ini otomatis menggegerkan berbagai pihak. Status Tiongkok sebagai pemimpin di bidang konservasi juga sudah tak kredibel lagi dan diragukan reputasinya.

Alasan Tiongkok memberlakukan kebijakan ini juga belum pasti. Namun tingginya jumlah peternakan harimau di Tiongkok bisa menjadi penyebabnya.

Bila berdalih pada alasan medis dan pengobatan, cula badak diketahui terbuat dari keratin, yakni sejenis protein yang juga ditemukan pada kuku dan rambut manusia.

Baca Juga: Pemerintah China Sediakan Visa Khusus bagi Turis Keturunan Tionghoa

Tak sedikit yang percaya bahwa cula badak yang dijadikan bubuk dapat membantu menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari asam urat hingga kanker.

Namun, ini belum terbukti pada manusia. Penelitian sejauh ini menyatakan bahwa cula badak hanya dapat menyembuhkan demam pada tikus.

Begitu pula halnya dengan tulang harimau. Tulang harimau dihancurkan dan dibuat pasta diyakini dapat digunakan untuk mengobati rematik dan sakit punggung. Namun ini juga belum terbukti sahih kebenarannya.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU