Sidebar

Benarkah Candi Prambanan Dibangun Dalam Satu Malam? Berikut Penjelasannya

Konon Candi Prambanan dibangun oleh bangsa jin dibawah kendali Bandung Bondowoso dalam waktu satu malam untuk melamar Roro Jonggrang yang cantik jelita

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Beberapa hari lalu, sempat heboh di dunia maya tentang pembangunan sebuah Rumah Sakit di China untuk penderita yang terinfeksi Virus Corona yang berhasil diselesaikan hanya dalam waktu 10 hari saja. Menanggapi berita tersebut, warga net Indonesia ramai berkomentar bahwa itu tidak ada apa-apanya, karena jauh sebelum itu, orang Indonesia telah mampu membangun kompleks candi maha megah hanya dalam waktu satu malam, yakni Candi Prambanan. Namun benarkah Candi Prambanan dibangun dalam satu malam?

Candi Prambanan atau Candi Roro Jonggrang merupakan kompleks percandian Hindu terbesar di Indonesia. Berdasarkan cerita rakyat yang beredar, konon Candi Prambanan dibangun oleh bangsa jin dibawah kendali Bandung Bondowoso sebagai persyaratan untuk melamar Roro Jonggrang yang cantik jelita. Pada saat itu, Roro Jonggrong memberikan persyaratan untuk dibangunkan 1000 candi dalam waktu satu malam. Sayang, pembangunan tersebut gagal karena siasat cerdik dari Roro Jonggrang. Mengetahui hal itu, Roro Jonggrang kemudian dikutuk oleh Bandung Bondowoso yang murka menjadi sebuah arca batu untuk melengkapi candi ke-1000.

Seperti cerita rakyat pada umunya, kisah ini hanyalah sebuah dongeng dari mulut ke mulut yang belum tentu kebenarannya. Pembangunan Candi Prambanan diceritakan dalam Prasasti Siwagrha. Candi Prambanan mulai dibangun oleh Rakai Pikatan sekitar tahun 850 Masehi sebagai tandingan atas kompleks percandian Buddha, Candi Borobudur dan Candi Sewu. Pembangunan candi ini menjadi tanda kembali berkuasanya Wangsa Sanjaya atas Jawa, hal ini terkait persaingan wangsa kembar yang saling berbeda keyakinan, Wangsa Sanjaya penganut Hindu dan Wangsa Syailendra penganut Buddha.

Arca Durga Mahishasuramardini yang dipercaya sebagai Roro Jonggrang yang dikutuk menjadi batu arca oleh Bandung Bondowoso (twitter/potretlawas).

Candi Prambanan dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama dalam kepercayaan Hindu. Berdasarkan Prasasti Siwagrha, kompleks Candi Prambanan sebenarnya bernama Siwagrha yang bermakna Rumah Siwa. Trimurti memang dimulikan dalam kompleks candi ini, namun Siwa Mahadewa menempati ruang utama di Candi Siwa. Nama Prambanan merujuk pada nama desa tempat candi ini didirikan, diduga berasal dari perubahan nama dialek bahasa Jawa dari istilah teologi Hindu Para Brahman yang berarti Brahman Agung.

Pembangungan Candi Prambanan memakan waktu selama ratusan tahun, dimulai oleh Rakai Pikatan lalu dilanjutkan oleh Raja Lokapala dan Raja Balitung Maha Sambu. Secara berkelanjutan Candi Prambanan terus disempurnakan oleh raja-raja Medang Mataram berikutnya, seperti Raja Daksa dan Raja Tulodng. Setelah selesai dibangun dengan megah, Candi Prambanan menjadi candi agung Kerajaan Mataram, tempat berlangsungnya berbagai upcara agung kerajaan. Sementara ibukota Kerajaan Mataram saat itu berada tak jauh dari Prambanan, di Dataran Kewu.

Ditelantarkan oleh Mpu Sindok

Sejak Mpu Sindok bertahta menjadi raja dan mendirikan Wangsa Isyana, pada tahun 930-an ibukota kerajaan dipindahkan ke Jawa Timur. Perpindahan tersebut diduga karena perebutan kekuasaan atau letusan hebat dari Gunung Merapi. Setelah perpindahan ibukota, Candi Prambanan perlahan mulai ditelantarkan dan runtuh. Gempa bumi yang terjadi pada abad ke-16 benar-benar telah meruntuhkan Candi Prambanan.

Kondisi Candi Prambanan saat pertama kali ditemukan (printerest)

Seiring dengan bergantinya waktu, banyak masyrakat dari luar yang mulai bermukim di sekitar bekas reruntuhan Candi Prambanan. Penduduk setempat mengetahui keberadaan Candi Prambanan, namun mereka sama sekali tidak tahu menahu latar belakang sejarah sebenarnya, tentang siapakan raja dan kerajaan apa yang membangun monumen megah ini. Sebagai hasil imajinasi, diilhami dari penemuan Arca Durga di dalam kompleks Candi Prambanan maka munculah cerita Legenda Roro Jonggrang dengan segala fantasinya.

Ketika Britania Raya menguasai Jawa, CA. Lons yang berkebangsaan Belanda pada tahun 1733 menghebohkan dunia karena mengaku menemukan reruntuhan Candi Prambanan. Penggalian dan pemugaran mulai dilakukan sejak saat itu, dimana negara Indonesia belum terbentuk. Setelah Merdeka, proses pemugaran terus dilanjutkan hingga dianggap rampung pada 1953, meskipun masih banyak candi yang runtuh. Proses pemugaran memakan waktu lebih dari 200 tahun, dan belum sepenuhnya selesai hingga kini. Hal ini dikarenakan Candi Prambanan sangatlah besar dan megah, sedangkan saat ditemukan kondisinya berupa rerntuhan batu yang menggunung.

Candi Prambanan setelah mengalami proses rekonstruksi.

Candi Terindah di Asia Tenggara

Candi Prambanan ditetapkan sebagai Situs Warisan Budaya UNESCO pada tahun 1991. Selain itu, candi ini juga dinobatkan sebagai yang terindah di Asia Tenggara. Arsitektur Candi Prambanan tinggi ramping, mirip dengan percandian Hindu lainnya. Candi utama adalah Candi Siwa yang menjulang setinggi 47 meter di tengah kompleks gugusan candi lainnya yang lebih kecil. Sebagai salah satu yang termegah dan terindah di Asia Tenggara, Candi Prambanan menjadi ikon pariwisata Yogyakarta yang mampu menarik kunjungan wisatawan mancanegara dari seluruh penjuru dunia.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

5 Hotel AirBnb di Jogja Paling Seru untuk Staycation Setelah Pandemi

South Shore Jogja, Lokasi Kongkow Keren di Pantai Gunungkidul

5 Hotel di Jogja Dekat Pantai yang Berhadapan dengan Laut Selatan

5 Hotel Terbaik di Pantai Parangtritis Jogja, Cocok untuk Staycation Seru

5 Hotel Murah di Jalan Malioboro dengan Arsitektur Unik, Harus Coba!

5 Homestay Unik di Jogja yang Bertema Alam, Cocok untuk Staycation

FALLBACK
The END