Fakta Gunung Carstensz, Lokasi Pendaki Andika Pratama Meninggal

Berita duka dari dunia pendakian Indonesia, pendaki Andika Pratama meninggal di gunung tertinggi dan penuh tantangan, Carstensz Papua.

SHARE :

Ditulis Oleh: Himas Nur

Berita duka datang dari dunia pendakian Indonesia, yakni pendaki Andika Pratama meninggal di Gunung Carstensz Papua. Gunung ini merupakan gunung tertinggi di Indonesia dan penuh tantangan.

Lokasi Andika Pratama meninggal, yakni GUnung Carstensz ini memiliki ketinggian 4.884 mdpl dengan medan menuju puncaknya dipenuhi bebatuan curam. Gunung Carstensz masuk ke dalam kawasan Pegunungan Tengah di Papua.

Fakta lokasi pendaki Andika Pratama meninggal

pendaki asal Bandung, Andika Pratama yang telah meninggal saat mendaki Carstensz (Foto/Detik)

Baca Juga: Menguak Misteri yang Menyatakan Gunung Lawu Angker, Benarkah?

Menilik dari peristiwa menyedihkan tersebut, Gunung Carstensz memang memiliki beberapa fakta-fakta pendakian yang mesti dipelajari oleh para pendaki yang hendak mendaki gunung tertinggi dan bersalju ini.

Untuk bisa mendaki Gunung Carstensz, dibutuhkan fisik yang kuat. Perlu Anda ketahui bahwa puncak di Gunung Carstenz sangat sempit dan hanya bisa menampung maksimal 10 orang pendaki saja.

Telah banyak pendaki yang mencoba menaklukkan jalur pendakian Gunung Carstensz. Beragam cerita mewarnai perjalanan untuk sampai ke puncak.

Melewati jalur tambang Freeport, bertemu dengan Suku Moni di Desa Ugimba yang hidup dalam ketertinggalan dan keterbatasan, bisa bertemu dengan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sampai memasuki alam rimba Papua yang penuh kejutan.

Kejutan-kejutan yang bisa Anda temukan di gunung ini seperti kisah sungai sedingin es karena berasal dari puncak bersalju di Pegunungan Jayawijaya.

Hutan-hutan perawan dengan akar-akar besar, lumut super tebal karena tidak pernah terjamah manusia. Begitupun dengan fauna seperti kuskus dan kanguru pohon asli Papua. Tak ada sinyal seluler di sana.

Biaya tak sedikit

Puncak Cartenz. Sumber foto

Tak hanya menyiapkan fisik yang super kuat, melainkan juga ada biaya yang mesti disiapkan dan jumlahnya tak bisa dibilang sedikit.

Dalam sekali pendakian, rombongan pendaki harus menyewa satu pesawat dan biasanya butuh dana sekitar Rp40 juta rupiah.

Pesawat ini disewa karena sebetulnya hanya mampu menampung 10 orang. Padahal  biasanya dalam satu rombongan pendaki ada setidaknya 6 orang, belum lagi ditambah barang-barang. Jadi mau tidak mau para pendaki memang harus menyewa pesawat.

Beralih ke biaya porter. Biasanya satu orang porter akan mendapat bayaran Rp 500 ribuper hari, sedangkan lama pendakian bisa mencapai 14 hari (jika lewat jalur tracking).

Baca Juga: Menilik Makam-makam yang Bersemayam di Puncak Gunung Gamalama

Dari sini sudah jelas biaya untuk satu porter berkisar Rp 7 juta. Padahal jumlah porter yang dibutuhkan dalam sekali pendakian memiliki perbandingan 1:3, artinya jika pendaki membawa rombongan 6 orang maka harus membawa porter sebanyak 18 orang. Jika dikalikan dengan biaya per orang, yakni sekitar Rp 126 juta.

Bahkan pada operator tur pendakian di luar negeri, harga yang harus dibayar bisa mencapai 27 ribu Dollar atau setara dengan Rp 447 juta.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU