Bakso Bejo, Kedai Bakso yang Laris Manis di Korea Selatan

Inilah satu-satunya bakso “made by WNI” di Negeri Ginseng yang tersebar di lima kota dengan puluhan cabang. Bahkan ada ujaran bagi turis Indonesia, belum sampai Korea Selatan kalau belum merasakan Bakso Bejo.

SHARE :

Ditulis Oleh: Shabara Wicaksono

Di Korea Selatan, seorang mantan tenaga kerja asal Indonesia kini menjadi pengusaha bakso sukses. Bagi turis Indonesia yang pernah Korea Selatan, nama Bakso Bejo Korea sudah familiar.

Saat liburan ke Korea Selatan, jangan lupa mampir Bakso Bejo.

Baca juga: Gara-gara bule ini, gado-gado jadi viral di dunia

Warung Bakso Bejo merupakan kedai bakso asli yang didirikan orang Indonesia di Korea Selatan. Saking suksesnya, Bakso Bejo suda tersebar di lima kota dengan puluhan cabang. Bahkan ada ujaran, belum sampai Korea Selatan kalau belum merasakan “Bakso Bejo”.

Semua berawal saat si pemilik warung bakso, Haji Subandi, merintis usaha ini dua tahun lalu dengan modal hanya 200 ribu won atau sekitar Rp 2,3 juta.

Subandi bereksperimen membuat bakso dan meminta teman-temannya mencicipi. Ketika sudah dirasa pas, ia mulai berpromosi di sosial media.

Saat ini, setiap hari dirinya habis satu sapi dan mengirim bakso ke berbagai kota hingga 1 ton. Dalam sebulan, ia mengaku dapat untung ratusan juta rupiah.

Bakso Bejo menarik perhatian duta besar RI di Korea Selatan

Eksperimen Subandi membuat Bakso Bejo kini ada di berbagai kota Korea Selatan.

Baca juga: Saat nasi goreng Indonesia mendunia

Kesuksesan Bakso Bejo terdengar ke telinga duta besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar hadi.

Melihat kesuksesan usaha Subandi dan fakta bahwa ada sekitar 38 ribu WNI di Korea Selatan, Dubes Umar pun berpikir kemungkinan dibuatnya pusat jajanan Indonesia di negara itu.

Umar berharap Subandi dapat menjadi pionir penguasa Indonesia di Korea Selatan dan diikuti WNI lainnya.

Suksesnya Bakso Bejo di Korea Selatan tentu membawa nama harum Indonesia di kancah internasional. Melihat hal ini tumbuh optimisme dan harapan, pengusaha masa depan masyarakat Indonesia tak lagi dikenal di luar negeri karena menjadi TKI, melainkan pengusaha-pengusaha sukses seperti Subandi

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU