facebook pixel

5 Hal Berkesan Saat Overland dari Lombok ke Flores

Overland Lombok - Flores menawarkan pengalaman luar biasa yang tak akan didapat di tempat lain.


Bulan Agustus lalu saya mencoba menantang diri saya sendiri untuk melakukan overland dari Lombok menuju Labuan Bajo. Dengan bermodalkan uang yang pas-pasan, tidak menghalangi niat saya untuk melakukan perjalanan darat dan melihat tempat-tempat yang unik dari ujung barat NTB sampai ujung barat NTT, diantaranya;

 

1. Kehangatan Rumah Singgah Lombok

lombok

Foto oleh Ashadi Natha

Rumah Singgah (Rusing) Lombok Backpacker merupakan tempat singgah bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke Lombok tapi dengan dana terbatas untuk membayar penginapan. Begitu juga dengan saya, demi mengirit pengeluaran maka saya memutuskan untuk menginap beberapa hari di Rusing.

Rumah sederhana yang terletak di Jl. Bangil V no 6 BTN Taman Baru, Mataram, bentuk rusing tidak jauh berbeda dengan rumah-rumah yang berada di sekelilingnya. Dengan pagar bewarna biru dan tembok bewarna kuning serta pohon mangga yang berdiri kokoh, memberikan kesejukan di rumah itu di tengah-tengah cuaca Lombok yang sedang panas.

Masuk ke dalam rumah, kita akan disambut dengan hiasan di dinding berupa foto para pejalan yang sudah mampir di destinasi yang ada di Lombok dan ingin dijadikan kenang-kenangan di Rusing.

Sang empunya Rusing, yaitu Papak dan Mamak (begitulah panggilan akrabnya) menerima siapa saja yang ingin berkunjung ke Rusing dengan tangan terbuka. Mereka juga tidak segan-segan membantu orang-orang yang bertanya destinasi yang ada di Lombok, hingga membantu mencarikan kendaraan. Perhatian yang mereka berikan layaknya seperti anak sendiri, yang membuat kita betah tinggal berlama-lama di Rusing.

Kita bisa bertemu orang-orang dari berbagai macam daerah. Bertukar informasi arah perjalanan, penyewaan kendaraan, atau destinasi cantik di sekitar Lombok ataupun luar Lombok. Atau bisa jadi, teman baru yang kita temukan di Rusing akan menjadi teman seperjalanan baru.

Ibarat pintu rumah yang selalu terbuka dan tidak pernah tertutup, tamu-tamu yang berkunjung pun silih berganti seperti tidak ada habisnya ingin merasakan kehangatan dan kekeluargaan di rumah ini.

 

2. Kelambu Alami di Air Terjun Benang Kelambu yang Menakjubkan

lombok

Foto oleh Ashadi Natha

Lombok tidak hanya terkenal dengan Gunung Rinjani nya yang berdiri gagah serta lekukan pantainya yang mempesona. Ternyata Lombok juga menyimpan banyak air terjun yang tersembunyi yang bersumber dari Danau Segara Anak yang berada di puncak gunung.

Menyaksikan Air Terjun Benang Kelambu yang terletak di Dusun Pemotoh, Desa Aik Berik, Kecamatan Batu, Keliang Utara ini memang layaknya melihat kelambu yang biasa digunakan untuk menutup jendela.

Air yang keluar yang berasal dari mata air ini keluar melalui celah-celah tebing yang tertutup oleh rapatnya tumbuhan yang tumbuh subur. Seakan terlihat air keluar dari rimbunan tumbuhan tersebut. Selain itu, tinggi air terjun dibagi atas 3 tingkat yang memiliki ketinggian berbeda. Tingkat pertama yang paling tinggi sekitar 30 meter, tingkat menengah atau yang kedua sekitar 10 meter dan tingkat ketiga sekitar 5 meter.

Karena air terjun ini berasal dari mata air, kita bisa langsung meminumnya. Dan yang berbeda dari air terjun lainnya adalah, air terjun ini tidak memiliki kolam sebagai penampung air yang jatuh dari atas. Tapi buat kamu yang ingin berenang di segarnya air terjun, tidak perlu khawatir karena aliran air ini sudah ditampung dan dibuatkan kolam untuk kita bisa berenang.

 

3. Menyaksikan Para ‘Penari’ di Dermaga Poto Tano

lombok

Foto oleh Ashadi Natha

Dermaga Poto Tano menjadi pintu masuk untuk menuju Pulau Sumbawa ternyata menyuguhkan pemandangan yang berbeda dari dermaga yang pernah saya kunjungi. Sebelum kita menginjakkan kaki di dermaga Poto Tano, kita akan disambut dengan birunya air. Saat siang hari, kita akan melihat ikan-ikan berenang bermain di dekat dermaga layaknya para penari. Selain itu juga, dermaga ini sering kali dipakai sebagai spot foto karena landscape nya yang unik dengan latar belakang Gunung Rinjani.

 

4. Camping Ceria di Bukit Instagram, Pulau Kenawa

lombok

Foto oleh Ashadi Natha

Berkembangnya media sosial tidak bisa kita pungkiri turut memperkenalkan  tempat-tempat wisata baru baik yang di dalam negeri maupun luar negeri. Begitu juga saya, setelah melihat Pulau Kenawa di instagram, membuat saya tertarik untuk mengunjunginya.

Pulau ini kerap dijadikan tempat camping bersama oleh para pecinta alam. Dan biasanya, mereka pasti memposting foto tersebut di instagram. Maka tidak heran, sebutan bukit instagram atau pulau instagram melekat di pulau ini. Air laut yang berwarna biru serta dermaga kayu yang memanjang menambah cantik pulau ini.

 

5. Bertemu Bang Alan yang Baik Hati

lombok

Foto oleh Ashadi Natha

Melakukan perjalanan darat dari Sumbawa menuju Labuan Bajo, tidak pernah ada di dalam pikiran saya sebelumnya.  Perjalanan darat yang menghabiskan waktu kurang lebih 8 jam bisa membuat saya gila dengan duduk berlama-lama di dalam bus dengan aktivitas yang itu-itu saja, yaitu bangun dan tidur, begitulah seterusnya.

Kelelahan selama beraktivitas membuat mata menjadi berat dan tidak sadar membuat saya tertidur lelap di kursi penumpang. Suara yang cukup berisik cukup membangunkan ku dari lelapnya tidur. Saya pun menatap ke luar jendela dengan langit yang sudah gelap. Mencoba melihat dimana ini, berusaha mencari penanda daerah. Penumpang yang bersama kami sudah berhamburan turun.

Sa.. Ini dimana? Kok gelap?” Tanya ku kepada teman perempuan saya bernama Raisa.

Ini di Dompu, Bang. Penumpang lain udah pada turun. Tinggal kita ber 10.”

Dengan tatapan yang masih bingung, saya mencoba mengamati pemandangan di luar bus. Dan tidak berapa lama, kenek bus yang kami tumpangi datang.

Bang.. Maaf. Bus kita ada masalah. Nggak bisa lanjut ke Bima. Nanti teman-teman sekalian di antar sama rekan saya dengan mobil.”

Lha kok bisa Bang? Perasaan busnya lancar-lancar saja selama perjalanan. Kita nggak mau bayar lagi lho.. Udah bayar, diturunin malam-malam di tempat yang nggak kita tahu.”  Terang Andhika dengan nada tinggi mendengar alasan yang tidak masuk akal.

Dengan wajah kecut, kami semua turun dengan membawa tas yang cukup berat menuju mobil yang dituju.

Bang!! Serius?? Kita 10 orang lho, ukuran badannya juga beda-beda! Masak mau dinaikin dalam satu mobil!”

Adu argumen terus terjadi antara kami dan kenek bus bersama rekan yang membawa mobil. Akhirnya kami mengalah dari pada terus beradu urat dan mengeluarkan energi yang tidak penting. Karena perjalanan masih panjang. Dengan berjejalan di dalam mobil, kami berusaha menahan kenyamanan kami demi sampai ke Bima. Beruntung saya bersama dua orang wanita bernama Eza dan Raisa yang kebetulan memiliki kenalan di Bima.

Bang.. Jadi kita ketemuan di rumahmu? Oke.. Nggak jauh kan dari jalan utama? Siap.. Siap…” Sambung Eza yang menyudahi telefon.

Dia bilang suruh berhenti aja di rumahnya. Udah disiapin makanan disana.”

Dalam hati kecilku, “Terima kasih Tuhan, selalu ada hikmat di balik perjalanan ini.

Tidak lama kemudian HP Raisa pun berdering.

Halo Bang.. Ini Raisa… Iya kita tadi lagi di Dompu tiba-tiba diturunin di tengah jalan. Sekarang lagi menuju rumahnya temen di Bima. Katanya dekat dengan bandara.. Ok Bang… Siap..

Tadi ada telepon dari Bang Alan namanya. Kata Bang Alan abis kita makan, kita disuruh ketemu di dekat pom bensin.”

Sampai di rumah rekannya Eza, kami langsung disuguhi hidangan yang hangat dan sangat nikmat. Tanpa pikir panjang kami segera menghabiskan lauk yang diberikan hingga perut kami tak mampu menampungnya. Tidak bisa berlama-lama, kami segera bertemu dengan Bang Alan di pom bensin. Dan saya baru menyadari bahwa pernah melihat beliau di stasiun televisi sebagai pahlawan yang berjuang memajukan daerahnya.

Udah jangan takut sama saya. Kalau ketemu saya udah tenang. Malam ini kalian tidur di rumah saya, besok pagi saya carikan bus menuju Sape. Kasian kalian sudah capai.” Terang Bang Alan yang berperawakan besar dengan rambutnya yang panjang.

Sekali lagi saya tidak henti-hentinya mengucap syukur atas bimbingan Tuhan selama perjalanan berlangsung. Walaupun banyak permasalahan selama perjalanan, tapi kita tetap di lindungi oleh-Nya. Dan saya masih percaya, selalu ada orang baik di luar sana yang akan menolong orang yang dalam kesusahan. Sungguh perjalanan menarik yang akan selalu saya ingat.

 

 

banner experience