Sidebar

Ini Wisata Nias yang Sandang Predikat The Paradise on Earth

Wisata Nias memang tak setenar Toba, tapi siapa sangka kalau Nias justru menyandang predikat The Paradise of Earth, salah satunya pesona di Pulau Asu.

SHARE :

Ditulis Oleh: Rizqi Y

Ada yang sudah punya rencana berlibur ke Nias dilibur panjang akhir tahun ini? Jika belum maka ini saat yang tepat untuk menyambangi salah satu kota dengan budaya unik lompat batu ini. Nias cukup mudah diakses baik dari jalur udara melalui bandara Kuala Namu atau jalur laut melalui pelabuhan Sibolga. 

Wisata Nias mungkin memang belum terlalu familiar di telinga kaum urban. Padahal wisata Nias sungguh menggugah selera untuk segera ditelusuri, apalagi deretan wisata Nias berikut:

Baca juga: Ada 5 hal yang tak boleh dilupakan saat berada di Pulau Nias, apa sajakah itu?

1. Pantai Gawu Soyo, satu-satunya pantai berwarna pink di Sumatera

Pantai Gawu Soyo, salah satu wisata Nias yang memikat hati. Sumber

Pantai Gawu Soyo bisa dibilang menjadi salah satu wisata Nias yang unik karena memiliki warna pasir yang tak biasa. Pantai ini terdapat di Desa Ombolata, Nias Utara. Pasirnya berwarna merah atau merah jambu mencolok. Memang sangat jarang ada pantai dengan dengan pasir berwarna pink apalagi di kawasan Sumatera.

Gawu Soyo yang eksots dan menggoda untuk dijamah. Sumber

Menurut legenda, pasir di Pantai Gawu Soyo berwarna merah karena dulu ada seorang pemuda bernama Laowomaru yang membunuh naga raksasa di pantai ini. Darah dari naga tersebut menjadikan pasir pantai menjadi merah hingga saat ini. Terlepas dari kebenaran cerita tersebut, Pantai Gawu Soyo ini memang sangat indah dan layak jadi pelarian diakhir tahun ini. 

2. Pulau Asu Nias yang dijuluki “The Paradise on Earth”

Surga tersembunyi di Pulau Asu Nias. Foto oleh @dionagam

Jangan membayangkan asu (anjing) yang berkeliaran di pulau ini, karena nyatanya memang tak ada. Namanya memang Pulau Asu, namun di balik namanya ini tersimpan sebuah surga sempurna hingga banyak wisatawan yang menjulukinya “The Paradise on Earth”. Wisata Nias yang satu ini menawarkan panorama pantai dan pemandangan bawah laut yang jauh dari polusi dan kebisingan. 

Surfing di Pulau Asu. Foto oleh @neivarenato

Pulau Asu berada di Kecamatan Sirombu, Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara. Wisatawan yang datang ke tempat ini akan dimanjakan dengan pantai pasir putihnya yang bersih dan masih sangat alami. Untuk yang suka diving atau pun snorkeling, ada begitu banyak gugusan terumbu karang lengkap dengan ikan hias dan koral yang siap dijelajah. Untuk yang suka main surfing, tenang saja pantai di Pulau Asu juga punya ombak yang menantang!

Berlibur ke Pulau Asu akan membuat siapapun tidak merasa sedang berada di Indonesia. 

3. Pantai Sorake, The Paradise Island for Surfing 

Wisata Nias yang jadi surga bagi para pencinta surfing. Foto oleh @exploreniasisland

Pantai Sorake menjadi salah satu wisata Nias yang sudah tersohor di kalangan wisatawan mancanegara, terutama bagi penggemar surfing. Pantai dengan ombak yang bisa mencapai 30 meter ini selalu jadi surga tersendiri bagi mereka yang suka menantang diri bergumul dengan ombak. Tak heran juga kalau di Pantai Sorake Nias sempat digelar kejuaraan surfing tingkat internasional. 

Salah satu surga tersembunyi di Pantai Sorake. Foto oleh @okesumut

Tak hanya surga bagi pencinta surfing, Pantai Sorake Nias juga menyajikan pemandangan alam pantai yang luar biasa indah, bersih, dan alami. Banyak juga yang mengatakan bahwa pantai ini masuk dalam deretan pantai terbaik dunia, bahkan hampir sepadan dengan Hawaii.  

4. Desa Bawomataluo, wisata alam, budaya dan sejarah di tanah Nias

Bangunan ratusan tahun di Bawomataluo. Foto oleh @dionagam

Desa Bawomataluo menjadi salah satu wisata Nias yang banyak dikunjungi wisatawan nusantara maupun internasional. Selain menjadi salah satu situs wisata sejarah, Bawomataluo juga menjdi salah satu tujuan untuk wisata alam terutama pantainya. di desa ini terdapat bangunan yang usianya lebih dari ratusan tahun dan masih kokoh hingga saat ini. Untuk mencapai desa ini wisatawan harus naik ke atas bukit dengan menaiki 88 buah anak tangga. 

Wista alam, sejarah dan budaya di Bawomataluo. Foto oleh @gaphrut

Desa Bawomataluo saat ini sudah dimasukkan dalam tentative list sebagai warisan dunia (World Herotage) UNESCO. Di Desa Bawomataluo wisatawan juga bisa menyaksikan salah satu kebudayaan lokal Nias, yaitu lompat batu atau hombo batu. 

Baca juga: Fakta menarik di balik kebudayaan Nias yang simpan berbagai misteri

5. Tureloto, Laut Mati-nya Indonesia di Nias Utara

Bersantai di atas air laut Pantai Tureloto. Foto olah @nias_paradise

Laut Mati berada di wilayah Israel dan Yordania, laut ini terkenal karena punya kadar garam tinggi. Sehingga benda apapun termasuk manusia akan mengambang di laut ini. Kadar garam tinggi juga membuat laut ini tak bisa ditumbuhi folra dan fauna laut. 

Terumbu karang di Pantai Tureloto. Foto oleh @fredsharon

Indonesia ternyata juga punya “Laut Mati” yang hampir serupa, tepatnya di Pantai Tureloto, Desa Balefadorotuho, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara, Sumatera Utara. Di pantai ini kadar garamnya juga tinggi, sehingga wisatawan yang masuk ke laut ini akan mengambang tanpa harus berenang. Uniknya di laut ini masih ada banyak kehidupan laut seperti terumbu karang dan ikan warna-warni.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Terrario Tangkahan, Bermalam dengan Gajah di Rumah Nicholas Saputra

Kawah Putih Dolok Tinggi Raja, Keajaiban Alam Langka di Sumatera Utara

Villa Armina Tongging, Rumah Surgawi di Pesisir Danau Legendaris Toba

Taman Simalem Resort, Akomodasi Mewah di Depan Danau Toba

Tiara Bunga Hotel and Villa, Akomodasi Mewah di Pesisir Danau Toba

Laut Mati di Pantai Tureleto, Mengapung Tanpa Tenggelam di Nias Utara

FALLBACK
The END