Taman Nasional Tanjung Puting, Nasibmu Kini Setelah Karhutla

Taman Nasional Tanjung Puting setelah kebakaran hutan dan lahan (Instagram/@firdausavianto).

Taman Nasional Tanjung Puting merupakan sebuah kawasan lindung yang terletak di semenanjung barat daya Provinsi Kalimantan Tengah. Awalnya, Tanjung Puting adalah cagar alam dan suaka margasatwa yang ditetapkan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1937. Setelah Indonesia merdeka, Tanjung Puting kemudian ditetapkan sebagai taman nasional pada 25 Oktober 1996 dengan luas 415.040 Ha.

(Instagram/@laylla_mu)

Sebelum ditetapkan sebagai taman nasional, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) terlebih dahulu telah menetapkan Tanjung Puting sebagai Cagar Biosfer pada tahun 1977. Saat ini pengelolaan Taman Nasional Tanjung Puting dilakukan oleh Balai Taman Nasional Tanjung Puting yang menjadi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen Perlindungan Hutan dan Konservasi ALam (PHKA) Kementerian Kehutanan.

Habitat Bagi Flora dan Fauna Langka

(Instagram/@daily.medan)

Vegetasi utama yang mendominasi Taman Nasional Tanjung Puting adalah hutan kerangas, hutan rawa gambut, dan hutan rawa air tawar yang menjadi habitat bagi kantong semar (Nepenthes sp.), akar lutut, akar udara, tumbuhan berkayu, epifit, dan paku-pakuan. Karena adanya aksi penebangan dan pembakaran liar, bagian utara menuju selatan membentuk sebuah padang dengan jenis tumbuhan belukar yang luas.

Taman Nasional Tanjung Puting menjadi habitat bagi beberapa spesies langka yang terdiri dari mamalia, reptilia, dan burun. Terdapat beberapa spesies satwa langka endemik yang menggantungkan hidup di Taman Nasional Tanjung Puting, diantaranya orangutan (Pongo pygmeus),bekantan (Nasalis larvatus), owa (Hylobates agilis), dugong (Dugong dugong), buaya muara (Crocodilus porosus), dan labi-labi (Trionyx cartilagineus).

Potensi Pariwisata

(Instagram/@roryasyari)

Potensi Pariwisata yang ada di Taman Nasional Tanjung Puting diantaranya adalah Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, Camp Pondok Ambung, dan Camp Leakey. Berbagai aktivitas seru juga dapat dilakukan di Taman Nasional Tanjung Puting, beberapa diantaranya menyusuri Sungai Sekonyer dengan Klothok atau sampan, berinteraksi langsung dengan orangutan di alam liar, dan menyusuri Desa Tanjung Harapan.

Kondisi Pasca Karhutla

Kawasan lindung Taman Nasional Tanjung Puting tidak mengalami banyak terpengaruh peristiwa karhutla yang menimpa hutan-hutan di Sumatera dan Kalimantan. Bahkan saat titik-titik api tampak masih menyala, Taman Nasional Tanjung Puting tidak menutup kunjungan wisatawan. Hal ini didasarkan pada kondisi hutan di jalur Sungai Sekonyer yang menjadi pusat aktivitas wisatawan tidak terdampak karhutla.

(news.okezone.com)

Pihak Balai Taman Nasional Tanjung Puting mengaku mampu menangani karhutla di Taman Nasional Tanjung Puting. Karhutla di kawasan lindung ini menyebar di tujuh Resort pada tiga Seksi Pengelolaan Taman Nasional, yaitu SPTN I Pembuang Hulu, SPTN II KUala Pembuang dan SPTN III Tanjung Harapan. Lebih dari 760 Ha lahan Taman Nasional Tanjung Harapan yang mengalami karhutla telah berhasil dipadamkan.

Ingin mengadakan perjalanan wisata tapi malas repot ngurus ini itu? Tak perlu khawatir, Phinemo Marketplace hadir menyelasaikan permasalahan anda. Ratusan paket wisata dalam dan luar negeri dari tour opertaor terpercaya di Indonesia telah terdaftar di halaman Phinemo Marketplace. Tunggu apalagi, cek selengkapnya di >> Paket Wisata Phinemo Marketplace.

Dapatkan ulasan menarik tentang kalimantan tengah dan tulisan Lain dari Taufiqur Rohman

Tags: ,

Paket Produk Penawaran

Pajang Iklan Anda Klik Untuk Daftar