Suku Samin, Kelompok Masyarakat di Pulau Jawa yang Mengisolasi Diri

Suku Samin di Pulau Jawa yang mengisolasi diri dari perubahan zaman (Instagram/@

Suku Samin merupakan sekelompok masyarakat asli dari Pulau Jawa yang mengikuti ajaran Samin Surosentiko. Pada masa kolinialisme Hindia Belanda di Indonesia, Suku Samin menjadi kelompok yang paling gencar mengadakan perlawanan dalam bentuk lain di luar kekerasan. Bentuk perlawanan tersebut diantaranya adalah menolak membayar pajak dan menolak segala peraturan yang dibuat pemerintah kolonial.

Karena merasa hanya dimanfaatkan oleh Hindia Belanda, Suku Samin begitu membenci kolonialisme dan memutuskan untuk menutup diri. Hingga pada tahun 1970an baru mengetahui jika Indonesia telah merdeka dari segala bentuk kolonialismen. Suku Samin kini banyak terkonsentrasi di daerah Blora, Jawa Tengah dan Bojonegoro, Jawa Timur.

Saminisme adalah sebuah ajaran

Suku Samin menganut agama Saminisme, salah satu agama asli nusantara di Pulau Jawa. Pengikut Saminisme memiliki lima ajaran yang selalu dipegang erat. Lima ajaran tersebut adalah sebagai berikut.

  • Tidak bersekolah
  • Mengenakan iket, semacam kain yang diikatkan di kepala
  • Tidak berpoligami
  • Mengenakan celanda pendek
  • Tidak berdagang
  • Menolak Kapitalisme
(Instagram/@fubuki_aida)

Tidak ada yang aneh maupun menyimpang dari ajaran Saminisme. Sama seperti agama lainnya, Saminisme mengajarkan kebaikan kepada sesama penganutnya bahkan juga diluar penganutnya. Berikut ini adalah beberapa pokok ajaran Saminisme.

  • Agama merupakan senjata dan pegangan hidup. Semua agama adalah sama, oleh karena itu Suku Samin tidak pernah mengingkari atau membenci agama. Yang terpenting yaitu tabiat hidupnya.
  • Jangan mengganggu orang, jangan bertengkar, jangan iri hati, dan jangan mengambil milik orang.
  • Sabar dan tidak boleh sombong/
  • Manusia hidupa harus memahami makna kehidupannya karena hidup sama dengan roh yang hanya satu dan dibawa abadi selamanya. Kepercayaan Suku Samin, orang yang meninggal tidaklah mati namun hanya menanggalkan pakaiannya.
  • Berbicara harus menjaga mulut, jujur, dan saling menghormati.

Adat Perkawinan

Bagi masyarakat Suku Samin, perkawinan adalah sebuah jalan untuk meraih hidup mulia dan menghasilkan anak-anak berbudi luhur. Suku Samin tidak mengenal penghulu, jika kedua mempelai sudah sepakat maka sang pria akan mengucapkan semcam ijab kabul dihadapan masyarakat Suku Samin lainnya.

Masyarakat Suku Samin menganggap bahwa hubungan perkawinan adalah sesuatu yang sakral dan tidak boleh dikotori oleh hal tercela apapun. Perselingkuhan maupun poligami adalah sebuah dosa besar yang pantang dilakukan oleh Suku Samin. Namun ketika pasangan hidup meninggal, maka diijinkan untuk menikah lagi.

Berkat ajaran ini membuat kehidupan masyarakat Suku Samin dapat menjalani hidup dengan baik dan tidak mendewakan kehidupan dunia. Sesuatu yang sangat langka dan sulit ditemukan di zaman modern seperti sekarang ini. Dari masyarakat Suku Samin dapat dipelajari bahwa harta dan dunia bukanlah penentu kebahagiaan.

Ingin mengadakan perjalanan wisata tapi malas repot ngurus ini itu? Tak perlu khawatir, Phinemo Marketplace hadir menyelasaikan permasalahan anda. Ratusan paket wisata dalam dan luar negeri dari tour opertaor terpercaya di Indonesia telah terdaftar di halaman Phinemo Marketplace. Tunggu apalagi, cek selengkapnya di >> Paket Wisata Phinemo Marketplace.

Dapatkan ulasan menarik tentang suku samin dan tulisan Lain dari Taufiqur Rohman

Tags: ,

Paket Produk Penawaran

Pajang Paket Perjalanan Anda Disini. Klik Untuk Daftar