Inilah Tip Aman Pendakian Kawah Ijen di Banyuwangi

Selain waktu terbaik, musim terbaik untuk melakukan pendakian Kawah Ijen juga perlu Kamu perhatikan agar aktivitas pendakian berlangsung nyaman dan aman.

SHARE :

Ditulis Oleh: Himas Nur

Pendakian Kawah Ijen merupakan salah satu aktivitas favorit dan selalu mengada dalam daftar atau bucket list tujuan para traveler.

Pasalnya, Gunung Ijen memanglah merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia yang menawarkan sejuta pesona dan keunikan yang tak dimiliki oleh kawah atau kawasan pegunungan lain di Indonesia, dan bahkan dunia.

Kawah Ijen sendiri merupakan sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di puncak Gunung Ijen. Memiliki tinggi 2.443 meter di atas permukaan laut dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah mencapai 5.466 hektare.

Baca Juga: Tak Lekang oleh Zaman, Inilah Pesona Blue Fire Kawah Ijen Banyuwangi

Berada di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso, Kawah Ijen diketahui berada di gunung vulkanik aktif dan memiliki potensi udara beracun dari adanya penambangan belerang.

Hal inilah yang kemudian perlu diperhatikan oleh para traveler ketika hendak melakukan pendakian Gunung Ijen seperti waktu dan musim mendaki, menjadi penting untuk diperhatikan.

Tip pendakian Kawah Ijen

Gunung Ijen diterangi milkyway saat malam menjelang (Foto dari @volcanoijen_tour)

Perwakilan dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) cabang Banyuwangi, Kisma Donna Wijaya, mengatakan kalau waktu terbaik untuk melakukan pendakian ialah sepanjang bulan Juli sampai September.

Selain waktu terbaik, musim terbaik untuk melakukan pendakian Kawah Ijen ialah pada musim kemarau yang bersuhu kering sehingga medan pendakian lebih aman.

Durasi naik turun gunung sekitar empat jam, sehingga jika ingin melihat Blue Fire atau matahari terbit, harus berangkat lebih pagi. Pukul 5 pagi menjadi waktu favorit turis mendaki ke sana.

Selain pemandangannya lebih indah, waktu pendakian di pagi hari juga terbilang lebih aman karena belum ada gas yang meletup dari kawah.

Persiapan yang mesti dilakukan saat hendak melakukan pendakian tentu saja makan dan istirahat yang cukup, jangan begadang atau tidur larut malam.

Kenakan busana serba tebal untuk antisipasi suhu dingin, terutama ketika melakukan pendakian tengah malam untuk melihat Blue Fire.

potret kawah ijen di banyuwangi, jawa timur (Instagram/paulinawierzgacz)

Kenakan sepatu olahraga dengan alas kaki yang tidak licin. Kenakan pula penutup kepala, sarung tangan, dan terutama masker mulut untuk antisipasi mengirup asap belerang.

Ada pun barang-barang yang perlu Kamu bawa saat hendak mendaki Gunung Ijen seperti jas hujan, senter kecil, oksigen kaleng atau obat bagi penderita asma.

Baca Juga: Kumpulan Foto Instagram Kawah Wurung Bondowoso yang Tak Kalah Menarik Dari Kawah Ijen

Setelah memulai pendakian, berjalan dengan ritme perlahan sampai ritme sedang. Disarankan rehat sejenak 1 hingga 2 kali di tengah pendakian.

Jangan lupakan pula untuk minum air, meminum air bening dapat mengurangi rasa haus dan kering tenggorokan karena pengaruh asap belerang Kawah Ijen.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU