Sidebar

Pantai Oetune Kupang, Eksotisme Gurun Pasir Satu-satunya di Nusantara

Keindahan Pantai Oetune Kupang berbeda dengan pantai lainnya di Indonesia. Terdapat sebuah hamparan lautan padang pasir seluas 100 meter persegi.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Siapa sangka, negeri tropis seperti Indonesia juga memiliki sebuah gurun pasir nan eksotis? Bukan gurun pasir dalam arti sebenarnya, melainkan pantai dengan hamparan pasir putih yang luas hingga mirip seperti gurun pasir. Pantai tersebut adalah Pantai Oetune yang berlokasi di Oebelo, Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT. Butuh waktu sekitar 3-4 jam perjalanan darat dari Kota Kupang.

Jarak dari Kota Kupang 115 km. Dengan kendaraan bermotor, pengunjung dapat melintasi jalur lintas selatan yang berkelok-kelok dan naik-turun bukit dan lembah. Namun demikian, sepanjang perjalanan menuju Pantai Oetune berjejer hamparan perbukitan serta rumah-rumah tradisional khas Timor. Pantai Oetune berada sebelum kawasan Pantai Kolbano. Biaya masuk hanya Rp 3.000 dan untuk parkir Rp 1.000.

(wisato.id)

Keindahan Pantai Oetune berbeda dengan pantai lainnya di Indonesia. Terdapat sebuah hamparan lautan padang pasir seluas 100 meter persegi sepanjang pantainya. Berkunjung ke pantai ini serasa benar-benar berada di gurun pasir di negeri Timur Tengah. Pemandangannya begitu indah dan mempesona. Hamparan pasir yang berbukit-bukit ini seringkali digunakan sebagai tempat sandboarding.

Perpaduan antara hamparan pasir luas dengan laut hijau kebiruan tampak begitu eksotis. Jika beruntung, wisatawan dapat menemukan tukik-tukik kecil yang baru menetas muncul ke permukaan dari dalam pasar. Tidak hanya itu, Pantai Oetune juga memiliki gelombang ombak pecah yang unik di setiap gulungannya. Semakin indah Pohon Kasuari berusia puluhan tahun yang tumbuh di sepanjang tepi pantainya

(kupang.antaranews.com)

Perihal fasilitas penunjang, tersedia jajaran lopo-lopo (rumah tradisional Timor) yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk tempat beristirahat. Selain itu terdapat toilet dan kamar bilas. Berbagai kios kecil milik warga lokal banyak ditemui di sekitar pantai yang menjajakan makanan atau minuman ringan. Anak-anak setempat juga biasa menawarkan buah lontar kepada setiap pengunjung seharga Rp 3.000-5.000 per buah.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

Air Terjun Tanggedu, Grand Canyon Cita Rasa Lokal dari Sumba Timur

NIHI Sumba, Resort Terbaik di Dunia Tempat Rachel Venya Menginap

Sejarah Labuan Bajo, Tanah Lahir dari Ras Manusia Ikan Asli Nusantara

Diskriminasi Pekerja Perempuan dalam Industri Pariwisata Indonesia

Pulau Komodo NTT Ekslusif, Sekarang Hanya untuk Orang Kaya Saja!

7 Desa Adat di Indonesia yang Telah Mendunia, Bukti Keragaman Bangsa!

FALLBACK
The END