Mengunjungi Tempat Makan Pempek Legendaris di Palembang

Jika ditanya soal tempat makan pempek legendaris di Palembang, jawabannya ya di sini, Pempek Lala yang jadi pioner di sentra kampung pempek 26 Ilir.

SHARE :

Ditulis Oleh: Wike Sulistiarmi

Tak mudah menemukan pempek paling enak di Palembang karena ada banyak sekali kedai pempek berjajar di seputaran kota. Namun ada satu yang terkenal dan disebut sebagai pempek legendaris di Palembang yang patut untuk dicicipi, yakni Pempek Lala di Sentra Kampung Pempek 26 Ilir.

Baca juga: 5 Tempat Makan Pempek Terbaik di Palembang

Sore menjelang maghrib tim phinemo mendatangi Pempek Lala, sang pempek legendaris di Palembang ini. Ketika sampai, kedai pempek ini memang ramai oleh pembeli. Dari tua, rombongan keluarga, hingga muda-mudi memenuhi meja di kedai ini. Tersisa satu meja kosong yang akhirnya kami tempati.

Kami memesan tiga menu spesial, yakni pempek campur, pempek lenggang, dan pempek panggang. Tak butuh waktu lama sekitar 2 menit pempek yang kami pesan pun datang.

Pempek Lala seporsi Rp10.000. Foto/Wike Sulistiarmi

Cuko atau kuah pempek yang terbuat dari perpaduan antara cuka, gula merah, dan bumbu rahasia ini menjadi paduan dikala makan pempek. Di meja terdapat sambal, kecap, dan air putih gratis. Adapun mangkuk kecil tempat cuko pun tersaji di meja memudahkan pelanggan menikmati pempek Palembang legendaris ini.

Tak dinyana, perpaduan rasa pempek yang terkenal di Palembang ini sangat menyatu dengan cukonya yang rasanya pedas, manis, asam. Benar-benar diluar espektasi karena Pempek Lala dikenal sebagai pempek murah di kawasan sentra pempek yang perbijinya dijual hanya Rp1.000 saja.

Tak heran jika banyak yang bilang jika kedai ini adalah salah satu yang pempek legendaris di Palembang.

Pempek pertama di kawasan Sentra Kampung Pempek

Karena kelezatannya, kami pun tergugah untuk berbincang dengan sang pemilik kedai. Sayangnya ia tak di kedai kala kami mampir karena sedang hajatan di rumah. Beruntung kami bertemu dengan Bang Eman, sang adik pemilik kedai Lala yang mengelola kelangsungan kedai ini atau bisa dibilang, sang Manager.

“Saya Eman, adiknya Mbak Lala.” Bang Eman memperkenalkan diri.

Bang Eman. Foto/Wike Sulistiarmi

Sepenuturan Bang Eman, kedai milik kakak kandungnya itu memang paling terkenal diarea kampung sentra pempek. Hal ini tak lain tak bukan karena rasa cuko, kunci kelezatan pempek yang dinilai terlezat di areanya. Bukan hanya itu saja, Pempek Lala milik kakaknya juga menjadi pioner kedai-kedai pempek di sini sehingga tak diragukan jadi pempek legendaris di Palembang.

“Kedai ini sudah ada 10 tahun lalu. Dulunya kecil dan bekas ruko yang selalu bangkrut. Alhamdulillah setelah buka kedai pempek ramai bahkan kini ruko semakin besar.” imbuh Bang Eman sembari membenahkan topinya.

Resep dari percobaan sendiri

Pempek Lenggang Rp8.000. Foto/ Wike Sulistiarmi

Ketika kami tanya soal resep, Bang Eman ternyata memiliki jawaban mencengangkan. Ia menuturkan kelezatan Pempek Lala berasal dari tangan kakaknya sendiri.

“Dulu sebelum sebesar ini (kedainya), Kakak Saya sendiri yang memasak pempeknya dan membuat cuko. Suaminya yang cari ikan.” 

“Nggak cuma sekali dua kali, Kakak Saya melakukan banyak percobaan sebelum akhirnya jadi enak dan terkenal seperti sekarang ini.” 

“Kini sudah ada total 30 pekerja yang membantu produksi Pempek Lala. Semuanya punya tugas masing-masing, ada yang bikin pempek lenjer, pempek kapal selam, pempek lenggang. Ini bertujuan agar setiap pekerja fokus sehinga tidak merubah rasa pempek.” ungkap Bang Eman.

Rahasia sukses Pempek Lala

Pempek Lala selalu ramai. Foto/Wike Sulistiarmi

Menjadi pempek legendaris di Palembang, Bang Eman mengaku kedainya punya cara sendiri untuk tetap eksis dan dicintai para pelanggannya di mana Lala, Sang Kakak selalu berkomitmen untuk tetap mejaga resep meskipun harga yang ia tawarkan sebenarnya sangat murah meriah.

Perbandingan ikan yang ia gunakan tetap sama agar tidak merubah rasa sehingga pelangganpun tidak akan kabur.

“Untuk menyiasati harga ikan yang kian mahal, kami membuat ukuran pempek menjadi lebih kecil sehingga rasanya tetap seperti biasanya.” ujar Bang Eman.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU