Sidebar

Menengok Lift Pertama di Indonesia di Gedung Jiwasraya, Kota Lama

Menengok Lift Pertama di Indonesia di Gedung Jiwasraya, Kota Lama

Salah satu gedung di Kota Lama konon memiliki lift pertama di Indonesia. Lift ini hingga kini masih ada dan gedungnya masih digunakan hingga sekarang.

SHARE :

Ditulis Oleh: Wike Sulistiarmi

Kota Lama Semarang menyimpan banyak sekali sejarah. Kota yang telah berdiri sejak masa penjajahan Belanda ini konon memiliki gedung tempat di mana lift pertama Indonesia berada. Meski lift sudah tak lagi digunakan, namun keberadaan lift pertama di Indonesia tersebut masih ada hingga sekarang.

Baca juga: Menjelajah Eksotisme Masa Lalu melalui Festival Kota Lama Semarang

Lift Pertama Indonesia. Foto/ Echi

Lift pertama di Indonesia berada di lantai 2 gedung Jiwasraya, Kota Lama Semarang. Bentuk lift hingga kini masih terlihat asli, hanya saja besi sudah berkarat. Pada dinding lift masih terlihat jelas perusahaan pembuat lift ini, yakni Otis Elevator Company. Sayangnya pengoperasiannya sudah rusak. Sistem pengoperasiannya masih jadul, tutup lift harus ditutup manual menggunakan tangan macam lift masa lampau.

Dilansir dari Merdeka, menurut Ketua Conservation Institute Ertim, Khrisna, tidak ada catatan kapan lift itu dipasang. Namun diyakini jadi yang pertama.

“Kemungkinan besar lift dipasang saat bangunan ini dibangun. Bangunan ini relatif baru jika dibandingkan dengan bangunan lain di Kota Lama,” kata Khrisna.

Dulu, Gedung Jiwasraya ini bernama NILLMY. Salah satu bukti sejarahnya, di depan pintu masuk gedung Jiwasraya masih terdapat namanya. Foto/Phinemo/Echi

Gedung Jiwasraya sendiri berada di lokasi yang strategis, dekat dengan Gereja Blenduk, Taman Srigunting, dan jalan utama Kota Lama. Sebelum akhirnya menjadi gedung asuransi Jiwasraya, dulunya gedung ini menjadi gedung asuransi di masa Belanda dengan nama De Nederlands Indies Leensverzekering dan Lifrente Maatschappij atau lebih gampangnya disebut NILLMIJ.

Salah satu spot menarik di sini. Foto/Wike Sulistiarmi/Phinemo

Ini merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Asuransi Jiwa Hindia Belanda dan Tunjangan Hidup pada 1916. Namun pada thaun 1957 perusahaan asuransi jiwa milik Belanda ini dinasionalisasi. Pada 17 Desember 1960 NILLMIJ van 1859 dinasionalisasi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 1958 dengan merubah namanya menjadi PT Perusahaan Pertanggungan Djiwa Sedjahtera.

Cantik meskipun usia bangunan tak lagi muda

Foto/bersukariawalk

Tim phinemo yang penasaran dengan bangunan bersejarah inipun langsung mengunjungi bangunan ini, dan benar saja, pada pintu masuk masih ada tegel bertuliskan NILLMIJ. Tulisan itu konon sudah ada sejak dahulu kala.

Memasuki ruangan tengah bangunan, tim phinemo melihat kubah bangunan ini memang nampak gagah. Di sisi barat, terlihat kaca patri atau stained-glass window berwarna-warni peninggalan kolonial, serupa di Lawang Sewu.

Masih ada tulisan masa lampau. Foto/Wike Sulistiarmi/phinemo

Baca juga: Para Pengayuh Becak Kota Lama Semarang Disiapkan Sebagai Pemandu Wisata

Dari atas bangunan ini, dulu para pejabat Belanda memantau kegiatan di gereja dan sekitarnya. Foto/Echi

Uniknya, dari atap gedung ini kami bisa melihat seisi Kota Lama. Termasuk kemegahan Gereja Blenduk dan bangunan lainnya di Kota Lama.

Hingga sekarang, Gedung Jiwasraya masih beroperasi. Sayangnya, wisatawan luar tak bisa masuk dengan seenaknya ke dalam gedung ini. Harus memiliki izin khusus.

SHARE :


Rekomendasi

Umaid Bhawan Palace, Bekas Istana yang Disewakan untuk Penginapan

Rumah Pohon Suku Korowai, Potret Hidup Harmonis dengan Alam

Museum of Broken Relationship, Tempat Mengenang Kegagalan Cinta

Tradisi Berburu Paus di Lamalera, Antara Budaya atau Kelestarian Alam

Montage Palmetto Bluff, Tempat Justin Bieber dan Hailey Baldwin Menikah

5 Tempat untuk Berenang dan Berfoto Bersama Hiu Paus di Indonesia

FALLBACK
The END