Kenapa Bogor Sering Hujan? Ternyata Inilah Alasannya

Hampir setiap hari Bogor pasti dilanda hujan, bahkan ketika musim kemarau sekalipun. Pertanyaannya, kenapa Bogor sering hujan?

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Bogor di Jawa Barat dikenal dengan julukan sebagai Kota Hujan. Bukan tanpa alasan, wilayah Bogor memang memiliki curah hujan tertinggi di Indonesia. Hampir setiap hari Bogor pasti dilanda hujan, bahkan ketika musim kemarau sekalipun. Pertanyaannya, kenapa Bogor sering hujan? Padahal daerah lain di sekitarnya tidak. Simak penjelasannya berikut.

Cukup aneh memang, meski berada di provinsi Jawa Barat dan tak jauh dari ibukota Jakarta, Bogor seolah seperti daerah terpisah dengan iklim serta sistem cuaca tersendiri. Musim kemarau di Bogor terjadi pada Juli sampai September, lebih pendek dari daerah lain di sekitarnya. Suhu di Bogor relatif sejuk dengan titik terendahnya adalah 21,8 derajat Celcius.

Intensitas hujan yang tinggi di Bogor disebabkan karena faktor geografi. Bogor berada di ketinggian 190-330 mdpl, terletak di kaki Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak. Hujan yang sering melanda wilayah Bogor termasuk jenis hujan orografi atau hujan di daerah pegunungan. Awan terbentuk di Laut Jawa, kemudian naik ke area pegunungan Jawa Barat.

Uap air akan mengalami kondensasi saat menghadapi suhu dingin dari kawasan pegunungan membuat awan akan mencapai titik jenuh, hingga menyebabkan hujan. Kondisi inilah yang membuat Bogor hampir setiap hari dilanda hujan. Siklus hujan di Bogor dapat terganggu oleh El-Nino yang berjangka 5-7 tahun, seperti terjadi pada tahun 2015 dan 2020 lalu.

El-Nino merupakan fenomena alam berupa peningkatan suhu muka air laut di sekitar Pasifik Tengah dan Timur. El-Nino biasanya berlangsung di bulan Desember, dan menyebabkan suhu udara di daratan terasa sangat panas. Lebih jauh, El-Nino membuat curah hujan menjadi sangat turun drastis. Imbasnya akan terjadi kekeringan, dan musim kemarau panjang.

Pusat Peradaban Sunda

Pada masa Hindia Belanda, Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg yang bermakna tanpa kecemasan atau aman tenteram. Hari jadi Bogor jatuh pada 3 Juni, diambil dari waktu penobatan Prabu Siliwangi sebagai raja di Kerajaan Pajajaran. Jauh sebelum masa Hindia Belanda, Bogor merupakan pusat peradaban Sunda. Dimulai dari kekuasaan Kerajaan Tarumanegara.

Bogor adalah tempat berdirinya Kerajaan Tarumanegara pada abad ke-5 M. Bogor dipilih karena lokasinya strategis, yang secara alamiah membentuk benteng alam sehingga lebih mudah bertahan dari serangan musuh. Selain itu, tanahnya yang subur dan aksesnya juga mudah menuju sejumlah pusat perniagaan. Beberapa kerajaan kecil kemudian bermunculan di sekitarnya.

Setelah runtuh, Kerajaan Sunda pun mewarisi wilayah kekuasaan Kerajaan Tarumanegara. Pusat ibukota berada di Pajajaran yang diyakini berada di kawasan Bogor saat ini. Kemudian pada masa kolonialisme Hindia Belanda, di tahun 1745, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff mulai membangun Istana Bogor yang sekarang menjadi istana kepresidenan RI.

SHARE :



REKOMENDASI




ARTIKEL KEREN PALING BARU