Sidebar

Kenapa Bali Disebut Pulau Dewata? Terungkap, Inilah Alasannya

Bali memiliki banyak julukan, mulai dari Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura, Bali Dwipa, dan lainnya yang memiliki makna dan sejarah sebagai identitas Bali.

SHARE :

Ditulis Oleh: Taufiqur Rohman

Bali merupakan wilayah kepulauan di Indonesia dengan ibukota provinsi bernama Denpasar. Bali menjadi primadona pariwisata yang telah terkenal hingga ke mancanegara. Alam tropis Bali sangat indah, bagaikan serpihan surga yang jatuh ke bumi. Masyarakat Bali juga dikenal sangat berpegang teguh pada ajaran leluhur dan begitu setia menjaga kearifan budaya lokal.

Dalam dunia internasional, Bali memiliki banyak julukan. Mulai dari Pulau Dewata, Pulau Seribu Pura, Bali Dwipa, dan sebutan-sebutan lain yang memiliki makna dan sejarah tersendiri sebagai identitas Pulau Bali. Namun diantara semua julukan tersebut, Pulau Dewata menjadi salah satu yang paling populer. Kenapa Bali disebut Pulau Dewata? Simak penjelasannya.

Bali Sang Pulau Dewata

Dewata dalam Pulau Dewata memiliki arti dewa dengan kedudukan yang lebih rendah daripada dewa-dewa utama, dalam hal ini Siwa, Brahma, dan Wisnu. Sedangkan Dewa sendiri dalam ajaran Hindu dan Buddha adalah entitas spiritual yang memiliki kekuatan spiritual untuk mengatur manusia dan alam semesta. Dewata juga bisa berarti bentuk jamak dari Dewa.

(budgetdirect.com.au)

Julukan Pulau Dewata sangat berkaitan erat dengan Julukan Pulau Seribu Pura. Hampir setiap jengkal tanah di bali terdapat Pura yang menjadi stana para dewa yang merupakan manifestasi Ida Sang Hyang Widi Wasa atau Tuhan yang Maha Esa dalam agama Hindu. Setiap pura dipercaya menjadi kediaman para dewa, semakin banyak pura artinya semakin banyak dewa.

Berdasarkan hal ini, julukan Pulau Dewata dapat dimaknai sebagai sebuah pulau yang menjadi tempat tinggal para dewa-dewi dalam ajaran agama Hindu. Selain itu, Pulau Bali terkenal dengan julukan Pulau Dewata karena kentalnya budaya Hindu yang diwujudkan melalui banyaknya sesaji yang dipersembahkan untuk para dewa penjaga di seluruh penjuru Pulau Bali.

Masyarakat di Pulau Bali memang sebagian besar memeluk agama Hindu yang mengenal banyak dewa. Masing-masing kasta Hindu memiliki dewata pelindung, dan setiap aktivitas manusia memiliki dewata perwujudannya dalam ranah spiritual atau aspek rohani. Dewata cenderung disamakan dengan roh/malaikat penjaga atau jin penunggu dalam agama Abrahamik.

(bylinetimes.com)

Bali Sudah Terkenal Sebelum Indonesia Ada

Kepopuleran Bali sudah melalang buana jauh sebelum negara Indonesia berdiri. Hal ini dikarenakan berkat usaha keras dari Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada rentang 1920-1930-an. Bali dan masyarakatnya dulu adalah daerah yang tidak beradab. Bahkan pakaian adat Bali untuk para wanitanya tidak mengenakan atasan. Mereka juga susah ditaklukan.

Abad ke-19, Bali gagal mempesona. Hindia Belanda bahkan menganggap mereka sebagai ancaman. Namun setelah takluk pada 1908, Hindia Belanda lalu menyadari potensi pariwisata Bali. Kepada dunia, Bali diperkenalkan sebagai Pulau Surga. Setelah Perang Dunia I, banyak tokoh datang ke Bali dan banyak melahirkan karya-karya yang menceritakan indahnya Bali.

SHARE :

Pilihan paket wisata di Phinemo Marketplace


POPULER MINGGU INI



REKOMENDASI

5 Hotel Ekslusif di Sekitar Candi Borobudur untuk Staycation Seru

Kampung Bena Flores, Desa Adat Tertua di Dunia Sejak Zaman Batu

Adiwana Arya Villa, Hotel Mewah di Bali yang Berteras Gunung Agung

Diskon Pariwisata 2021 Senilai Rp 2,35 Juta Per Orang, Siap-siap Liburan!

Kain Tenun Endek dari Bali Jadi Koleksi Terbaru Dior, Bangga!

Api Abadi Mrapen di Grobogan Padam Setelah 500 Tahun, Pertanda Apa?

FALLBACK
The END